Merahputih.com - Data situs pemantau kualitas udara Jakarta merilis fakta mencengangkan, menempatkan Ibu Kota Jakarta posisi puncak daftar wilayah paling berpolusi sejagat raya, Rabu (17/6).
Situs pemantau kualitas udara IQAir pukul 05.00 WIB menempatkan Jakarta peringkat dua terburuk dunia. Angka Particulate Matter (PM) 2.5 berkonsentrasi tinggi memicu status udara masuk kategori tidak sehat.
Baca juga:
Sambut 1 Muharam 1448 H, Menag Tekankan Pentingnya Persaudaraan dan Integritas
Masyarakat luar ruangan mendapat imbauan keras menggunakan masker atau menghindari aktivitas luar ruangan sama sekali.
Rapor Merah Emisi Global dan Solusi Transportasi
Kondisi memprihatinkan ini menuntut langkah taktis segera dari jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Sektor transportasi massal mendapat beban berat karena menjadi biang kerok utama separuh polusi kota.
Berikut rincian data kualitas udara global serta langkah taktis penanganan emisi Ibu Kota:
-
Indeks Kualitas Udara (AQI) Jakarta: Menyentuh angka 175 dengan konsentrasi PM 2.5 sebesar 88,5 mikrogram per meter kubik.
-
Peringkat Polusi Dunia: Lahore Pakistan posisi pertama (382), Jakarta posisi kedua (175), Kinshasa Kongo posisi ketiga (163), Santiago Chili posisi keempat (153).
-
Konektivitas Transportasi Jakarta: Mencapai 92 persen, posisi ke-17 dunia, peringkat kedua ASEAN setelah Singapura.
-
Sumbangan Emisi Transportasi: Memasok 50 persen emisi gas buang wilayah metropolitan.
-
Target Bus Listrik: Pengoperasian 10.000 armada Transjakarta target rampung tahun 2030.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengajak masyarakat beralih menggunakan layanan transportasi publik demi menekan emisi.
Pemprov DKI meluncurkan tiga strategi utama, termasuk perluasan rute Transjabodetabek seperti Blok M-Alam Sutera, Blok M-PIK 2, hingga rencana Blok M-Bandara Soekarno Hatta. Sebanyak 15 golongan masyarakat bahkan mendapatkan fasilitas layanan transportasi gratis.
Percepatan Infrastruktur Pengolahan Sampah
Selain pembenahan sektor armada jalan raya, pengelolaan limbah menjadi fokus pembersihan udara bersih. Pemprov DKI mempercepat proyek pembangunan fasilitas pengolahan sampah Intermediate Treatment Facility (ITF). Fasilitas ini akan tersebar pada empat titik krusial wilayah ibu kota dan mitra karibnya.
Baca juga:
Fasilitas ITF Sunter, Rorotan, Bantargebang, dan Jakarta Barat mendapat target beroperasi mulai pertengahan tahun ini. Infrastruktur baru tersebut diharapkan mampu memotong rantai produksi gas metana pemicu pemanasan lingkungan global.