Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Fenomena Bediding Kembali Melanda Jawa, BMKG Ungkap Penyebab Suhu Malam Makin Dingin

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Minggu, 19 Juli 2026
Fenomena Bediding Kembali Melanda Jawa, BMKG Ungkap Penyebab Suhu Malam Makin Dingin

Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. (ANTARA/Vicki Febrianto)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Fenomena bediding kembali terjadi di sejumlah wilayah Pulau Jawa dengan kondisi udara malam hingga dini hari yang terasa jauh lebih dingin dari biasanya saat puncak musim kemarau.

Kondisi tersebut terjadi akibat penurunan suhu udara yang memang umum berlangsung selama musim kemarau.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan, penyebab utama fenomena bediding adalah angin muson timur atau musim Australia yang membawa massa udara kering ke wilayah Indonesia.

"Dalang utamanya adalah musim Australia. Angin musim yang kering ini menyapu uap air dan mengurangi pembentukan awan di langit kita," tulis BMKG melalui akun Instagram resminya @infobmkg, Sabtu (18/7).

Baca juga:

Fenomena Mbediding Terjang Yogyakarta, Ini Penyebabnya

Minim Awan Membuat Suhu Malam Turun

BMKG menjelaskan, minimnya tutupan awan membuat panas dari permukaan bumi lebih mudah terlepas ke angkasa pada malam hari.

Akibatnya, suhu minimum mengalami penurunan signifikan, terutama menjelang pagi.

Berdasarkan data BMKG selama 10 tahun terakhir, penurunan suhu mulai terasa pada Juli dan mencapai puncaknya pada periode Juli hingga Agustus.

Sebagai contoh, Kabupaten Malang dapat mengalami penurunan suhu hingga di bawah 19,5 derajat Celcius, jauh lebih dingin dibandingkan Jakarta yang relatif stabil hangat.

Faktor Ketinggian Perkuat Udara Dingin

Selain faktor musim kemarau, kondisi geografis juga turut memperkuat penurunan suhu.

BMKG menyebut topografi dan elevasi wilayah dataran tinggi berperan dalam mengunci udara dingin sehingga suhu dapat turun lebih rendah dibandingkan wilayah dataran rendah.

Temuan tersebut diperkuat oleh data Land Surface Temperature malam hari dari sensor MODIS satelit cuaca yang menunjukkan terbentuknya zona-zona dingin di sepanjang deretan pegunungan di Pulau Jawa.

Baca juga:

Malang Raya Dilanda Fenomena Bediding, Bahaya Ternak Bisa Stres Sampai Mati!

Embun Upas, Saat Embun Membeku Menjadi Kristal Es

BMKG mengungkapkan, dampak fenomena bediding dapat terlihat jelas di wilayah dataran tinggi seperti Gunung Bromo.

Saking dinginnya fenomena bediding ini, di daerah dataran tinggi seperti Gunung Bromo, air embun yang menempel di daun bisa membeku jadi kristal es, mirip hamparan salju,

BMKG.

Fenomena tersebut dikenal masyarakat sebagai embun upas, yakni embun yang membeku akibat suhu udara yang sangat rendah.

"Data AWS BMKG mencatat, suhu di Bromo menyentuh angka 3,9 derajat Celcius pada tanggal 11 Juni kemarin. Dieng juaranya, suhunya hampir menyentuh titik beku di angka 0,7 derajat Celcius," ucapnya.

Fenomena bediding diperkirakan masih akan terjadi selama puncak musim kemarau, khususnya pada malam hingga dini hari ketika pelepasan panas permukaan bumi berlangsung maksimal. (Asp)

#BMKG #Bediding #Fenomena Alam #Suhu Udara #Cuaca Ekstrem
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Fenomena Bediding Kembali Melanda Jawa, BMKG Ungkap Penyebab Suhu Malam Makin Dingin
Fenomena bediding kembali melanda sejumlah wilayah Jawa saat puncak musim kemarau. BMKG mengungkap musim Australia menjadi penyebab suhu malam turun drastis.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 19 Juli 2026
Fenomena Bediding Kembali Melanda Jawa, BMKG Ungkap Penyebab Suhu Malam Makin Dingin
Indonesia
BMKG Sebut Angin Kencang Berpotensi Terjadi hingga 23 Juli 2026, Warga Diminta Waspada
BMKG memperingatkan angin kencang hingga 23 Juli 2026. Warga pun diminta untuk waspada.
Soffi Amira - Sabtu, 18 Juli 2026
BMKG Sebut Angin Kencang Berpotensi Terjadi hingga 23 Juli 2026, Warga Diminta Waspada
Dunia
Italia Tetapkan Status Bahaya Tertinggi Gelombang Panas
Status peringatan merah (tingkat tiga) itu menandakan darurat gelombang panas dengan panas berkepanjangan dan risiko tinggi terhadap kesehatan, bahkan bagi warga berusia muda yang sehat.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 17 Juli 2026
Italia Tetapkan Status Bahaya Tertinggi Gelombang Panas
Indonesia
Prakiraan Cuaca BMKG: Jakarta Selatan dan Jakarta Timur Diguyur Hujan Jumat Malam
Jakarta Selatan dan Jakarta Timur akan diguyur hujan pada Jumat, 17 Juli 2026 malam hari.
Frengky Aruan - Jumat, 17 Juli 2026
Prakiraan Cuaca BMKG: Jakarta Selatan dan Jakarta Timur Diguyur Hujan Jumat Malam
Indonesia
DPR Dorong Penguatan Mitigasi Hadapi Ancaman El Nino
Sistem peringatan dini pertanian (SIPERDITAN) harus diperkuat agar tidak mengganggu target produksi pangan nasional. 

Dwi Astarini - Kamis, 16 Juli 2026
DPR Dorong Penguatan Mitigasi Hadapi Ancaman El Nino
Indonesia
Prakiraan Cuaca BMKG: Jakarta Diprediksi Bebas Hujan Hari Ini, Cuaca Cerah hingga Cerah Berawan
Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), cuaca di seluruh wilayah ibu kota didominasi kondisi cerah hingga cerah berawan dari pagi hingga malam hari.
Frengky Aruan - Kamis, 16 Juli 2026
Prakiraan Cuaca BMKG: Jakarta Diprediksi Bebas Hujan Hari Ini, Cuaca Cerah hingga Cerah Berawan
Indonesia
Prakiraan Cuaca BMKG: Mayoritas Kota Besar di Indonesia Cerah hingga Berawan Tebal Kamis, 16 Juli 2026
Mayoritas kota besar di Indonesia akan berada dalam cuaca cerah hingga berawan tebal pada Kamis, 16 Juli 2026.
Frengky Aruan - Kamis, 16 Juli 2026
Prakiraan Cuaca BMKG: Mayoritas Kota Besar di Indonesia Cerah hingga Berawan Tebal Kamis, 16 Juli 2026
Indonesia
Prakiraan Cuaca BMKG: Mayoritas Kota Besar di Indonesia dalam Kondisi Cerah dan Berawan, Rabu, 15 Juli 2026
Sedangkan hujan dengan intensitas ringan akan turun di Kota Bengkulu, Pontianak, Serang, dan Tanjung Pinang.
Frengky Aruan - Rabu, 15 Juli 2026
Prakiraan Cuaca BMKG: Mayoritas Kota Besar di Indonesia dalam Kondisi Cerah dan Berawan, Rabu, 15 Juli 2026
Dunia
Kematian Warga di Eropa Akibat Gelombang Panas Kian Mengganas
Data kematian awal dan estimasi peneliti menunjukkan sedikitnya 14.000 orang meninggal di enam negara Eropa
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 15 Juli 2026
Kematian Warga di Eropa Akibat Gelombang Panas Kian Mengganas
Dunia
Gelombang Panas di Jerman Bikin Kematian karena Tenggelam Meningkat Tajam Sejak 2003
Sebanyak 99 orang dilaporkan tenggelam di Jerman sepanjang bulan lalu.
Dwi Astarini - Selasa, 14 Juli 2026
Gelombang Panas di Jerman Bikin Kematian karena Tenggelam Meningkat Tajam Sejak 2003
Bagikan