Indonesia Ekspor Perdana Produk Kerajinan Serat Alam Enceng Gondok ke Amerika

Dwi AstariniDwi Astarini - Rabu, 17 September 2025
Indonesia Ekspor Perdana Produk Kerajinan Serat Alam Enceng Gondok ke Amerika

PT AgrominaFiber Java Indonesia, mengirim enam kontainer berisi 9.000 produk senilai USD 57.200 atau setara Rp 937 juta. (foto: dok

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - PELAKU usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari Kebumen, Jawa Tengah, berhasil mengekspor perdana produk kerajinan serat alam ramah lingkungan berbahan pelepah pisang dan enceng gondok ke Amerika Serikat (AS).

UMKM tersebut, yaitu PT AgrominaFiber Java Indonesia, mengirim enam kontainer berisi 9.000 produk senilai USD 57.200 atau setara Rp 937 juta.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdagangan Fajarini Puntodewi mengatakan keberhasilan PT AgrominaFiber membuktikan kemampuan UMKM Indonesia dalam menghasilkan produk kerajinan keranjang unik, kokoh, dan bernilai estetika tinggi yang berdaya saing global.

"Capaian ini menunjukkan, dari Kebumen, kita bisa menghadirkan karya lokal yang kompetitif, berkelanjutan, dan diminati pasar dunia," ucap Puntodewi, Rabu (17/9).

Baca juga:

Produk Mi Indonesia Jadi Temuan di Taiwan, BPOM Sebut Bukan Produk Ekspor Resmi Indonesia


Puntodewi menjelaskan ekspor perdana ini berawal dari partisipasi PT AgrominaFiber pada Trade Expo Indonesia (TEI) 2024 yang kemudian berlanjut menjadi transaksi nyata. Keberhasilan ekspor perdana ini juga hasil dukungan Yayasan Pertamina sebagai pembina UMKM bagi PT AgrominaFiber serta berbagai pihak lainnya.

"Pemerintah akan terus mendampingi langkah UMKM agar menjadi bagian penting rantai pasok global," ucap Puntodewi.

Direktur Pengembangan Ekspor Produk Manufaktur Deden Muhammad Fajar Shiddiq turut mengapresiasi capaian ekspor perdana ini. Ia juga menegaskan pentingnya kolaborasi berbagai pihak. "Ekspor perdana ini bukti kerja bersama pemerintah pusat, daerah, dan pelaku usaha. Kami siap mendampingi UMKM lainnya dalam menjaga kualitas dan memperluas pasar, khususnya di AS yang potensial," imbuhnya.

Sebelum AS, PT AgrominaFiber Java Indonesia juga telah berhasil menembus pasar ekspor ke Dubai, Belgia, Nigeria, dan Cile. Selanjutnya, UMKM ini menargetkan perluasan pasar ke negara lain dan pengembangan produk baru agar semakin kompetitif di pasar global.

Direktur PT AgrominaFiber Java Indonesia Rudi Hermawan mengungkapkan keunikan produk kerajinan Kebumen terletak pada tekstur dan warna alaminya yang diminati pasar global. Ia menyebut partisipasi perusahaan dalam pameran internasional seperti TEI menjadi pintu masuk penting hingga akhirnya mampu menembus pasar AS.

"Dengan dukungan TEI, ekspor perdana kami ke AS dapat terwujud. Di masa depan, kami menargetkan adanya pesanan ulang (repeat order), perluasan pasar baru, sekaligus pegembangan produk inovatif seperti keranjang dengan desain terbaru dan topi anyaman," jelas Rudi.

Permintaan dunia terhadap produk kerajinan Indonesia menunjukkan kinerja positif. Jika dibandingkan dengan periode Januari-Juni 2024, ekspor produk kerajinan nasional pada Januari-Juni 2025 tumbuh 7,39 persen dengan capaian sebesar USD 253,72 juta.

Tren ini menjadi sinyal kuat bagi para pelaku UMKM agar semakin agresif memperluas pangsa pasar di mancanegara. Di sisi lain, pasar global untuk produk dekorasi rumah berbahan serat alam juga terus berkembang.

Pada 2024, nilai perdagangan dunia untuk produk serat alam di sektor ini tercatat lebih dari USD 6 miliar dengan pertumbuhan rata-rata hampir 3 persen per tahun. Pertumbuhan ini bahkan lebih tinggi di beberapa negara tujuan utama, seperti AS dan Uni Eropa, seiring meningkatnya kesadaran konsumen terhadap produk ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Dalam proses produksinya, PT AgrominaFiber mengedepankan prinsip ramah lingkungan. Bahan baku yang digunakan berasal dari limbah organik seperti pelepah pisang dan enceng gondok yang dilengkapi pewarna alami serta sistem pengolahan limbah cair yang terukur.

Langkah ini tidak hanya mendukung kelestarian lingkungan, tetapi juga memenuhi standar keberlanjutan yang kini menjadi syarat utama bagi banyak pembeli internasional.(Asp)


Baca juga:

UMKM di Jawa Tengah Dilatih Manfaatkan Pasar Ekspor, Bukan Hanya Jago Kandang

#Ekspor #UMKM #Kerajinan Tangan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Mulai 28 Oktober 2026, Penjual Online Dapat Diskon Biaya Marketplace 50 Persen
Usaha mikro memiliki modal usaha paling banyak Rp 1 miliar atau hasil penjualan tahunan paling banyak Rp 2 miliar.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 23 Oktober 2026
Mulai 28 Oktober 2026, Penjual Online Dapat Diskon Biaya Marketplace 50 Persen
Indonesia
Bunga Kredit Nasabah PNM Mekaar Dari 18–25 Ditargetkan Turun Jadi 8 Persen
Kementerian berfokus menyempurnakan aturan teknis dan menuntaskan perjanjian kerja sama penyaluran dengan PNM.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 23 Oktober 2026
Bunga Kredit Nasabah PNM Mekaar Dari  18–25 Ditargetkan Turun Jadi 8 Persen
Indonesia
Karhutla Ancam Usaha Lokal, Pakar Minta Pemerintah Intervensi Penundaan Bayar Bunga Pinjaman
Mendesak otoritas keuangan dan perbankan untuk memberikan penundaan pembayaran atau penyesuaian bunga pinjaman bagi UMKM terdampak karhutla.
Dwi Astarini - Jumat, 16 Oktober 2026
Karhutla Ancam Usaha Lokal, Pakar Minta Pemerintah Intervensi Penundaan Bayar Bunga Pinjaman
Berita
Dampak Ekonomi Global terhadap Indonesia pada 2026, Ini Tantangannya
Dampak ekonomi global terhadap Indonesia pada 2026 mencakup suku bunga AS, inflasi, ekspor komoditas, investasi, dan tantangan APBN.
ImanK - Kamis, 15 Oktober 2026
Dampak Ekonomi Global terhadap Indonesia pada 2026, Ini Tantangannya
Indonesia
JPPI Minta Petani, Peternak, dan UMKM Lokal Jadi Pemasok Utama Program MBG
JPPI meminta pemerintah memprioritaskan petani, peternak, dan UMKM lokal dalam rantai pasok MBG agar program berdampak pada ekonomi masyarakat.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 12 Oktober 2026
JPPI Minta Petani, Peternak, dan UMKM Lokal Jadi Pemasok Utama Program MBG
Indonesia
Hasil Survei Kadin Sebut Birokrasi dan Kebijakan Pengaruhi Perkembangan UMKM
Sebanyak 16,4 persen responden pelaku bisnis mengatakan, permasalahan pengembangan bisnis masih ada pada birokrasi,
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 06 Oktober 2026
Hasil Survei Kadin Sebut Birokrasi dan Kebijakan Pengaruhi Perkembangan UMKM
Indonesia
Industri Padat Karya Hadapi Tantangan Biaya Produksi, Ekspor Tetap Tumbuh
Kadin melihat ekspor masih memiliki prospek positif hingga akhir tahun, terutama didukung industri pengolahan
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 01 Oktober 2026
Industri Padat Karya Hadapi Tantangan Biaya Produksi, Ekspor Tetap Tumbuh
Indonesia
India Bakal Jadi Pembeli Asing Tertinggi di Trade Expo Indonesia 2026
Mengusung tema “The Ultimate Hub for Global Sourcing”, TEI 2026 menempati area pameran seluas 16.656 meter persegi dengan target potensi transaksi 17,5 miliar dolar AS
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 01 Oktober 2026
India Bakal Jadi Pembeli Asing Tertinggi di Trade Expo Indonesia 2026
Indonesia
Harga Minyak Naik, Ekspor Diharapkan Meningkat Buat Tutup Defisit Neraca Perdagangan
Salah satu upaya perluasan pasar ekspor adalah melalui Trade Expo Indonesia 2026 yang akan digelar pada 14-18 Oktober.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 22 September 2026
Harga Minyak Naik, Ekspor Diharapkan Meningkat Buat Tutup Defisit Neraca Perdagangan
Berita Foto
Perkuat Ekspor, Pemindai Peti Kemas ke-10 Beroperasi di Tanjung Priok
Suasana aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Jakarta International Container Terminal (JICT), Tanjung Priok, Jakarta, Senin (21/9/2026).
Didik Setiawan - Senin, 21 September 2026
Perkuat Ekspor, Pemindai Peti Kemas ke-10 Beroperasi di Tanjung Priok
Bagikan