Prodi Peperangan Asimetris FSP Unhan dan NTU Bedah Ancaman Perang Asimetris, dari Terorisme hingga Cognitive Warfare

Soffi AmiraSoffi Amira - 1 jam, 28 menit lalu
Prodi Peperangan Asimetris FSP Unhan dan NTU Bedah Ancaman Perang Asimetris, dari Terorisme hingga Cognitive Warfare

Prodi Peperangan Asimetris, Fakultas Strategi Pertahanan (FSP) Unhan RI gelar Sharing Knowledge. Foto: Dok. Unhan RI

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI) melalui Program Studi Peperangan Asimetris, Fakultas Strategi Pertahanan (FSP), menggelar kegiatan Sharing Knowledge bersama S. Rajaratnam School of International Studies (RSIS), Nanyang Technological University (NTU), Singapura, Rabu (4/11/2026), di Kampus Unhan RI, Salemba, Jakarta.

Mengusung tema “Indonesia’s Defense Strategy: Current Global Dynamics”, kegiatan ini membahas dinamika geopolitik global serta transformasi ancaman keamanan yang berdampak terhadap pertahanan Indonesia dan kawasan Asia Tenggara.

Forum akademik tersebut menghadirkan delegasi RSIS-NTU, di antaranya Senior Fellow RSIS, Dr. Leonard C. Sebastian, dan Senior Associate Fellow RSIS, Dr. Adhi Priamarizki. Kegiatan ini juga dihadiri jajaran pimpinan Unhan RI dan FSP, para kepala program studi, dosen, serta mahasiswa Program Studi Peperangan Asimetris.

Baca juga:

Intelhan Kemhan-Unhan RI: Strategi Pertahanan Indonesia Harus Adaptif Hadapi Ancaman Lintas Domain di Era Digital

Ancaman Keamanan Meluas ke Ruang Siber dan Kognitif

Prodi Peperangan Asimetris FSP Unhan dan NTU soroti transformasi ancaman keamanan
Prodi Peperangan Asimetris FSP Unhan dan NTU soroti transformasi ancaman keamanan. Foto: Dok. Unhan

Melalui sambutan pembukaan, Dekan FSP Unhan RI, Mayor Jenderal TNI Dr. Oktaheroe Ramsi, menegaskan bahwa ancaman keamanan kontemporer tidak lagi terbatas pada konfrontasi militer konvensional.

Perkembangan asymmetric warfare, grey-zone operations, dan cognitive warfare telah memperluas spektrum ancaman. Berbagai bentuk ancaman tersebut kini menyasar kohesi sosial dan ketahanan nasional suatu negara.

Ia juga menyoroti transformasi jaringan terorisme, kejahatan siber, serta ekstremisme berbasis kekerasan di Asia Tenggara.

Menurutnya, pembubaran Jemaah Islamiyah (JI) pada 2024 tidak serta-merta menghilangkan ekosistem ideologi dan jaringan sosial yang selama ini menopang organisasi tersebut.

Ancaman justru dapat bermetamorfosis dari konfrontasi fisik menuju infiltrasi di ruang siber.

kata Oktaheroe

Dekan FSP Unhan RI itu turut mengingatkan, bahwa media sosial dan permainan daring dapat dimanfaatkan sebagai sarana propaganda, indoktrinasi, hingga rekrutmen ekstremisme.

Karena itu, strategi pertahanan Indonesia perlu beradaptasi melalui penguatan Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata), ketahanan ideologi, literasi digital, partisipasi masyarakat, serta diplomasi pertahanan.

Ia juga menggarisbawahi tiga sasaran utama kegiatan tersebut. Pertama, memperkaya analisis ancaman asimetris pascapembubaran JI.

Kedua, membedah ancaman siber-ideologis melalui perspektif regulator, akademisi, dan militer. Ketiga, menggali studi kasus pola rekrutmen digital serta strategi mitigasi untuk melindungi generasi muda.

Baca juga:

AI Mengubah Medan Perang, Prodi Magister Peperangan Asimetris FSP Unhan RI Bongkar Ancaman Siber Baru

Dorong Perspektif Akademik dan Kemampuan Berpikir Kritis

Prodi Peperangan Asimetris FSP Unhan dan NTU soroti transformasi ancaman keamanan
Prodi Peperangan Asimetris FSP Unhan dan NTU soroti transformasi ancaman keamanan. Foto: Dok. Unhan

Sementara itu, Kaprodi Peperangan Asimetris FSP Unhan RI, Kolonel Arh Dr. Bambang Utomo, menekankan pentingnya memperkuat perspektif akademik dan kemampuan berpikir kritis mahasiswa dalam memahami kompleksitas ancaman keamanan kontemporer.

Forum ini menjadi kesempatan strategis untuk mempertemukan perspektif akademik Indonesia dan Singapura sekaligus menguji pemahaman teoritis melalui pengalaman empiris dan perkembangan studi keamanan internasional.

kata Bambang

Ia juga mendorong mahasiswa memanfaatkan forum tersebut untuk berdialog secara aktif, membangun jejaring akademik internasional, serta memperkaya analisis melalui pertukaran gagasan dengan para peneliti RSIS-NTU.

Menurutnya, kemampuan memahami karakter ancaman yang multidimensional menjadi bekal penting dalam merumuskan strategi pertahanan negara.

"Kemampuan memahami karakter ancaman yang multidimensional, menurut substansi sambutannya, menjadi bekal penting dalam merumuskan strategi pertahanan negara," tegasnya.

Bedah Pengalaman Indonesia Menghadapi Terorisme

Prodi Peperangan Asimetris FSP Unhan dan NTU soroti transformasi ancaman keamanan
Prodi Peperangan Asimetris FSP Unhan dan NTU soroti transformasi ancaman keamanan. Foto: Dok. Unhan

Pada sesi pertukaran pengetahuan, delegasi RSIS-NTU membawa perspektif kajian strategis mengenai perkembangan keamanan Indonesia dan Asia Tenggara.

RSIS merupakan institusi kajian strategis di bawah NTU yang berfokus pada hubungan internasional, pertahanan, keamanan regional, dan dinamika politik kawasan.

Salah satu materi yang dipresentasikan membahas pengalaman Indonesia dalam menghadapi terorisme. Materi tersebut disampaikan oleh mahasiswa Program Magister Peperangan Asimetris Unhan RI, Ardianda Aryo Prakoso.

Paparan itu mengangkat tiga kasus penting, yakni Bom Bali 2002, serangan teror Surabaya 2018, dan pembubaran JI pada 2024.

Ketiganya digunakan untuk menjelaskan perubahan pola jaringan terorisme serta perkembangan respons negara.

Kasus Bom Bali 2002 memperlihatkan pentingnya kerja sama investigasi lintas negara melalui Operation Alliance, termasuk dalam aspek forensik, identifikasi korban, dan penanganan perkara.

Baca juga:

FSP Unhan RI Sambangi AKMIL Magelang, Bahas Kepemimpinan dan Strategi Pertahanan

Sementara itu, serangan Surabaya 2018 menunjukkan kompleksitas radikalisasi yang melibatkan ikatan keluarga dan jaringan pro-ISIS lokal.

Adapun, pembubaran JI pada 2024 menjadi momentum untuk mengkaji perbedaan antara deklarasi pembubaran organisasi, tindak lanjut nyata, serta perubahan jangka panjang pada jaringan dan ideologi yang masih berpotensi bertahan.

Paparan tersebut juga menyoroti pentingnya memahami perubahan ancaman dengan melampaui struktur formal organisasi.

Sedangkan dari aspek kebijakan, materi itu mengulas perkembangan kerangka hukum antiterorisme Indonesia melalui UU Nomor 5 Tahun 2018, pencegahan ekstremisme berbasis kekerasan, pemutusan pendanaan terorisme, serta koordinasi antarlembaga.

Penanganan ancaman dinilai tidak cukup hanya mengandalkan penegakan hukum. Upaya tersebut juga membutuhkan pencegahan dini, penguatan ketahanan masyarakat, reintegrasi, dan literasi digital.

Perkuat Kolaborasi Strategis Indonesia dan Singapura
Prodi Peperangan Asimetris FSP Unhan dan NTU soroti transformasi ancaman keamanan
Prodi Peperangan Asimetris FSP Unhan dan NTU soroti transformasi ancaman keamanan. Foto: Dok. Unhan

Melalui forum ini, Unhan RI dan RSIS-NTU memperkuat pertukaran perspektif strategis antara Indonesia dan Singapura dalam memahami perubahan karakter ancaman keamanan kawasan.

Kolaborasi akademik tersebut diharapkan dapat memperluas wawasan mahasiswa sekaligus mendorong lahirnya analisis dan rekomendasi pertahanan yang relevan dengan kepentingan nasional.

Kegiatan Sharing Knowledge ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas sumber daya manusia pertahanan agar adaptif, kritis, dan mampu memahami dinamika peperangan modern.

Di tengah perubahan geopolitik global, kemampuan membaca ancaman multidimensi menjadi salah satu fondasi penting dalam menjaga ketahanan dan keamanan nasional. (*)

#Universitas Pertahanan #Program Studi #Geopolitik
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Soffi Amira

Content editor, jurnalis digital, content writer yang terbiasa menulis artikel Search Engine Optimization (SEO). Ilmu Komunikasi (Jurnalistik) Universitas Multimedia Nusantara (UMN) 2012-2017. Aktif menulis, mengedit, dan mengembangkan berbagai jenis konten, mulai dari sepak bola, teknologi, hingga isu-isu yang sedang tren.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Prodi Peperangan Asimetris FSP Unhan dan NTU Bedah Ancaman Perang Asimetris, dari Terorisme hingga Cognitive Warfare
Prodi Peperangan Asimetris FSP Unhan bedah ancaman perang asimetris lewat kegiatan Sharing Knowledge.
Soffi Amira - 1 jam, 28 menit lalu
Prodi Peperangan Asimetris FSP Unhan dan NTU Bedah Ancaman Perang Asimetris, dari Terorisme hingga Cognitive Warfare
Indonesia
Intelhan Kemhan-Unhan RI: Strategi Pertahanan Indonesia Harus Adaptif Hadapi Ancaman Lintas Domain di Era Digital
Universitas Pertahanan menggelar diskusi Transformasi Peperangan Asimetris di Era Kecerdasan Artifisial (AI): Penguatan Strategi Pertahanan dan Literasi Digital di Ruang Siber.
Soffi Amira - Kamis, 20 Agustus 2026
Intelhan Kemhan-Unhan RI: Strategi Pertahanan Indonesia Harus Adaptif Hadapi Ancaman Lintas Domain di Era Digital
Indonesia
AI Mengubah Medan Perang, Prodi Magister Peperangan Asimetris FSP Unhan RI Bongkar Ancaman Siber Baru
Unhan RI menggelar diskusi Transformasi Peperangan Asimetris di Era Kecerdasan Artifisial (AI): Penguatan Strategi Pertahanan dan Literasi Digital di Ruang Siber.
Soffi Amira - Rabu, 19 Agustus 2026
AI Mengubah Medan Perang, Prodi Magister Peperangan Asimetris FSP Unhan RI Bongkar Ancaman Siber Baru
Indonesia
FSP Unhan RI Sambangi AKMIL Magelang, Bahas Kepemimpinan dan Strategi Pertahanan
Unhan RI melakukan study visit ke AKMIL Magelang. Program ini berlangsung sejak 27-31 Juli 2026.
Soffi Amira - Kamis, 30 Juli 2026
FSP Unhan RI Sambangi AKMIL Magelang, Bahas Kepemimpinan dan Strategi Pertahanan
Indonesia
Unhan RI Sambangi UGM, Bahas Masa Depan Pertahanan Indonesia di Tengah Ancaman Global
Unhan RI menyambangi UGM untuk membahas masa depan pertahanan Indonesia. Hal itu melihat ancaman global.
Soffi Amira - Selasa, 28 Juli 2026
Unhan RI Sambangi UGM, Bahas Masa Depan Pertahanan Indonesia di Tengah Ancaman Global
Indonesia
Menlu Sugiono: Indonesia Hadapi Dunia yang Terfragmentasi dengan Percaya Diri
Di tengah meningkatnya fragmentasi global, Menlu Sugiono menegaskan Indonesia tidak akan menghadapi perubahan dunia dengan rasa takut.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 09 Juli 2026
Menlu Sugiono: Indonesia Hadapi Dunia yang Terfragmentasi dengan Percaya Diri
Indonesia
DPR Bongkar Penyebab Puluhan Prodi di Perguruan Tinggi Ditutup, Peminat Sepi hingga tak Jamin Kehidupan di Masa Depan
Penutupan prodi yang didominasi jurusan keguruan dan kedokteran tersebut itu bukanlah keputusan sepihak kementerian.
Dwi Astarini - Senin, 22 Juni 2026
DPR Bongkar Penyebab Puluhan Prodi di Perguruan Tinggi Ditutup, Peminat Sepi hingga tak Jamin Kehidupan di Masa Depan
Indonesia
Komisi XI DPR: Rupiah Sempat Tembus Rp 18.100, Risiko Ekonomi Masih Mengintai
Komisi XI DPR menyebutkan, perekonomian Indonesia tengah menghadapi tekanan eksternal yang cukup berat.
Soffi Amira - Kamis, 18 Juni 2026
Komisi XI DPR: Rupiah Sempat Tembus Rp 18.100, Risiko Ekonomi Masih Mengintai
Fashion
Dolar AS Menguat, Investasi Emas Dinilai Jadi Pilihan Aman untuk Lindungi Aset
Emas kini dinilai sebagai pilihan aman untuk melindungi aset. Milenial dan Gen Z mulai menjadikan emas sebagai instrumen investasi.
Soffi Amira - Rabu, 10 Juni 2026
Dolar AS Menguat, Investasi Emas Dinilai Jadi Pilihan Aman untuk Lindungi Aset
Indonesia
Kedekatan Indonesia dan Prancis Dinilai Cerminkan Kemandirian Geopolitik
Denny JA menilai kedekatan Indonesia dan Prancis mencerminkan lahirnya kekuatan baru negara-negara menengah yang ingin tetap berdaulat
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 29 Mei 2026
Kedekatan Indonesia dan Prancis Dinilai Cerminkan Kemandirian Geopolitik
Bagikan