MerahPutih.com - Di tengah gejolak ekonomi global yang dipengaruhi ketidakpastian geopolitik, kenaikan harga minyak, hingga fluktuasi nilai tukar dolar AS, emas kembali menjadi pilihan investasi yang dinilai aman untuk menjaga nilai aset.
Saat kurs dolar menguat dan tekanan terhadap mata uang lokal meningkat, banyak investor mulai melirik emas sebagai instrumen lindung nilai yang secara historis mampu mempertahankan daya beli dalam jangka panjang.
Pandangan tersebut sejalan dengan hasil survei Populix edisi Januari 2026 yang menunjukkan bahwa emas menjadi aset paling dipercaya oleh masyarakat Indonesia di tengah situasi penuh ketidakpastian.
Sebanyak 80 persen responden memilih emas sebagai aset safe haven. Meski demikian, pemahaman masyarakat mengenai fungsi emas sebagai pelindung nilai kekayaan masih dinilai perlu terus ditingkatkan.
Baca juga:
Emas Dipercaya sebagai Instrumen Investasi
Meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perencanaan keuangan jangka panjang turut mendorong popularitas emas sebagai instrumen investasi.
Selain dianggap relatif tahan terhadap inflasi, emas juga kerap dipilih untuk menghadapi risiko depresiasi mata uang yang dapat terjadi saat nilai dolar AS menguat. Kondisi ini membuat emas semakin relevan sebagai bagian dari strategi diversifikasi dan perlindungan aset.
Sejak hadir di Indonesia pada 2016, Public Gold Indonesia berupaya memperluas pemahaman masyarakat mengenai investasi emas melalui berbagai program edukasi.
Menurut Founder dan Executive Chairman Public Gold Group, Dato’ Seri Louis Ng, perusahaan tidak hanya menyediakan layanan logam mulia bagi individu maupun korporasi, tetapi juga mendorong masyarakat untuk melihat emas sebagai aset jangka panjang, bukan sekadar perhiasan.
Baca juga:
Tren Investasi Emas di Kalangan Gen Z Makin Naik, Aman dan Mudah Diakses
Milenial dan Gen Z Mulai Rajin Investasi Emas
Selama satu dekade beroperasi di Indonesia, Public Gold mencatat pertumbuhan yang signifikan dengan jumlah pelanggan yang kini mencapai 50.000 orang.
Edukasi mengenai investasi emas juga terus disebarluaskan melalui ribuan Public Gold Business Owner (PGBO) yang aktif menggelar berbagai kegiatan di sembilan cabang maupun lokasi lainnya.
Public Gold Indonesia menargetkan pencapaian 10 juta pelanggan pada tahun 2030 sebagai bagian dari visi jangka panjang perusahaan dalam membangun ekosistem edukasi emas lebih luas dan berkelanjutan.
kata Head of Operations Public Gold Indonesia, Febrina Amalia.
Febrina menjelaskan bahwa target tersebut didorong oleh perubahan cara pandang masyarakat terhadap emas. Jika sebelumnya investasi emas kerap dianggap kuno oleh kalangan Generasi Z dan Milenial, kini emas semakin dipandang sebagai instrumen investasi yang aman untuk menghadapi ketidakpastian ekonomi global, termasuk ketika terjadi penguatan dolar AS dan gejolak pasar keuangan.
Minat terhadap investasi emas pun terus bertambah, terutama dari kalangan muda yang melihat emas sebagai aset pelindung untuk menjaga stabilitas nilai kekayaan mereka.
Baca juga:
Strategi Investasi Kripto Saat Bear Market Agar Tetap Cuan Maksimal
Meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap investasi emas juga didukung oleh aspek kualitas dan keamanan produk. Hal ini tercermin dari diraihnya sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI) oleh Public Gold Indonesia sebagai bentuk pengakuan terhadap standar dan mutu produk yang ditawarkan kepada konsumen.
Dengan kombinasi edukasi, akses yang semakin mudah, serta peran emas sebagai instrumen lindung nilai, investasi emas dinilai tetap menjadi salah satu pilihan yang relevan di tengah ketidakpastian ekonomi dan penguatan nilai dolar saat ini. (far)