Kedekatan Indonesia dan Prancis Dinilai Cerminkan Kemandirian Geopolitik

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Jumat, 29 Mei 2026
Kedekatan Indonesia dan Prancis Dinilai Cerminkan Kemandirian Geopolitik

Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron. (Foto: Setpres)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Hubungan yang semakin erat antara Indonesia dan Prancis bukan sekadar kisah dua negara yang memperkuat kerja sama bilateral.

Di tengah dunia yang semakin terbelah oleh rivalitas kekuatan besar, kemitraan ini dinilai membawa makna yang lebih dalam.

Komisaris Utama Pertamina Hulu Energi, Denny JA, menilai intensitas hubungan Indonesia dan Prancis berpotensi menjadi model baru bagi negara-negara menengah yang ingin tetap berdaulat tanpa harus menjadi satelit kekuatan mana pun.

Denny JA Soroti Arah Baru Politik Global

"Dunia sedang memasuki era baru. Banyak negara tidak ingin memilih menjadi perpanjangan tangan Washington ataupun Beijing. Mereka ingin berdiri dengan kaki sendiri, menjalin kerja sama dengan siapa pun yang menguntungkan rakyatnya. Indonesia dan Prancis sedang menunjukkan jalan itu," ujar Denny JA, Jumat (29/5).

Denny JA mengingat sektor energi menjadi salah satu pilar utama kerja sama kedua negara.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga berkesempatan bersalaman secara resmi dan melakukan small talks dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron.

Bagi Denny JA, hubungan Indonesia-Prancis saat ini lebih dari sekadar kontrak ekonomi atau diplomasi biasa.

Ia menyebut hubungan tersebut sebagai simbol lahirnya jaringan baru negara-negara menengah yang percaya pada multilateralisme, kemandirian, dan kemampuan menentukan nasib sendiri.

Baca juga:

Beri Taklimat di Seskoad, Prabowo Minta Perwira TNI Adaptif Hadapi Geopolitik Global

Menurut Denny JA, sejarah dunia selama ini memang banyak ditulis oleh negara-negara adidaya.

Namun, abad ke-21 disebutnya berpotensi menjadi era ketika negara-negara menengah mulai menemukan keberanian untuk membentuk sejarahnya sendiri tanpa harus tunduk pada siapa pun.

Ia juga menilai Indonesia menunjukkan kualitas kepemimpinan geopolitik yang semakin menonjol di bawah Presiden Prabowo Subianto.

Belum genap dua tahun memimpin Indonesia, Prabowo disebut telah membangun komunikasi intens dengan berbagai pusat kekuatan utama dunia.

Ia aktif menjalin hubungan dengan Amerika Serikat, Tiongkok, Rusia, Inggris, dan Prancis.

Kelima negara tersebut diketahui memiliki pengaruh besar dalam arsitektur politik global serta memiliki hak veto di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Baca juga:

Raker Menhan dan Panglima TNI Bahas Perkembangan Dinamika Geopolitik Global

Yang menarik, hubungan tersebut dinilai tidak dibangun dalam semangat keberpihakan pada satu blok tertentu.

Prabowo disebut menunjukkan kemampuan menjaga keseimbangan yang semakin langka di tengah rivalitas geopolitik global saat ini.

Ia berbicara dengan Washington tanpa memusuhi Beijing, menjalin hubungan erat dengan Beijing tanpa memutus hubungan dengan Barat. Ia juga membuka komunikasi dengan Moskow tanpa kehilangan kepercayaan negara-negara Eropa.

“Dalam dunia yang semakin terpolarisasi, kemampuan seperti itu adalah aset strategis yang sangat berharga,” tulis Denny JA.

Media Prancis, Opinion Internationale edisi 28 Mei 2026, bahkan mulai menggambarkan Indonesia sebagai “Naga Asia terakhir yang bangkit” di bawah kepemimpinan Prabowo.

Julukan itu disebut lahir dari kombinasi ukuran ekonomi Indonesia, bonus demografi, posisi geopolitik strategis, serta ambisi pembangunan nasional yang semakin besar.

Baca juga:

LSI Denny JA Sebut Pidato Prabowo Jadi Deklarasi Arah Ekonomi Baru Indonesia

Di luar dunia Barat, publik internasional selama ini mengenal tokoh-tokoh seperti Xi Jinping, Vladimir Putin, dan Narendra Modi sebagai pemimpin yang memberi warna kuat bagi zamannya.

Kini, Indonesia mulai dipandang memiliki figur yang mampu memainkan peran serupa bagi Asia Tenggara.

Prabowo memahami bahwa abad ke-21 bukan lagi era negara yang kuat karena kekayaan alam semata. Negara akan kuat jika mampu membangun jaringan, teknologi, investasi, ketahanan pangan, energi, dan pertahanan secara bersamaan,

Komisaris Utama Pertamina Hulu Energi, Denny JA.

Karena itu, menurutnya, diplomasi Prabowo bukanlah diplomasi seremonial.

“Ia adalah diplomasi pembangunan,” katanya.

Meski demikian, Denny JA menilai kedua pemimpin tetap memiliki tantangan masing-masing.

Macron menghadapi krisis legitimasi domestik pasca pembubaran parlemen, sementara Prabowo masih harus membuktikan diri di tengah tantangan fiskal program-program unggulannya.

Di akhir pernyataannya, Denny JA menegaskan bahwa pertemuan Macron dan Prabowo memperlihatkan pesan besar mengenai arah sejarah dunia saat ini.

"Kita sedang memasuki zaman ketika negara-negara menengah tidak lagi sekadar menjadi penonton pertarungan para raksasa. Mereka mulai tampil sebagai pemain yang menentukan arah permainan," tuturnya. (Asp)

#Denny JA #Prancis #Presiden Prabowo Subianto #Emmanuel Macron #Geopolitik
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Prabowo Kenang Dukungan Mesir untuk Kemerdekaan RI, Perkuat Kerja Sama Bilateral
Prabowo Subianto mengenang dukungan Mesir terhadap kemerdekaan Indonesia saat menjamu Presiden Abdel Fattah El-Sisi di Istana Negara. Salin meta description
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 12 Oktober 2026
Prabowo Kenang Dukungan Mesir untuk Kemerdekaan RI, Perkuat Kerja Sama Bilateral
Indonesia
Kabut Asap Ganggu Malaysia, PKS Desak Prabowo Ambil Langkah Besar di ASEAN
PKS mendesak Presiden Prabowo Subianto memimpin upaya ASEAN mengatasi kabut asap lintas batas akibat karhutla dan memperkuat kerja sama dengan Malaysia.
Frengky Aruan - Sabtu, 10 Oktober 2026
Kabut Asap Ganggu Malaysia, PKS Desak Prabowo Ambil Langkah Besar di ASEAN
Dunia
Unjuk Rasa Pelajar Prancis Tuntut Sekolah Layak, Pemerintah Berjanji Bertindak
Gerakan protes yang telah memasuki minggu ketiga ini akhirnya mendapat respons.
Dwi Astarini - Jumat, 09 Oktober 2026
Unjuk Rasa Pelajar Prancis Tuntut Sekolah Layak, Pemerintah Berjanji Bertindak
Dunia
Unjuk Rasa Pelajar Prancis, Korban Berjatuhan dengan Cacat Permanen Jadi Bukti Tindakan Brutal Kepolisian
Beberapa remaja lainnya juga mengalami cedera yang mengubah hidup mereka.
Dwi Astarini - Jumat, 09 Oktober 2026
 Unjuk Rasa Pelajar Prancis, Korban Berjatuhan dengan Cacat Permanen Jadi Bukti Tindakan Brutal Kepolisian
Dunia
Pencurian Museum Renoir, 5 Orang Ditangkap dan Diduga Bagian Jaringan Kejahatan Terorganisasi
Dua terduga pelaku pembobolan dikatakan berada di antara mereka yang ditangkap.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Oktober 2026
Pencurian Museum Renoir, 5 Orang Ditangkap dan Diduga Bagian Jaringan Kejahatan Terorganisasi
Indonesia
Respons Prabowo soal Putusan MK Pendidikan Gibran Belum Terungkap, Ini Kata Wamensesneg
Wamensesneg Bambang Eko Suhariyanto mengaku belum mengetahui respons Prabowo terkait putusan MK soal syarat pendidikan Gibran.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 08 Oktober 2026
Respons Prabowo soal Putusan MK Pendidikan Gibran Belum Terungkap, Ini Kata Wamensesneg
Indonesia
Presiden Prabowo Kasih Bocoran Bonus untuk Timnas Indonesia Usai Emil Audeo Dkk Juara FIFA ASEAN Cup 2026
Penasaran kapan bonus Timnas Indonesia cair setelah dramatis menjuarai ASEAN Cup 2026? Cek langsung bocoran dari Presiden Prabowo dan serunya selebrasi di GBK!
Angga Yudha Pratama - Selasa, 06 Oktober 2026
Presiden Prabowo Kasih Bocoran Bonus untuk Timnas Indonesia Usai Emil Audeo Dkk Juara FIFA ASEAN Cup 2026
Indonesia
Prabowo Dapat Undangan VIP Final ASEAN Cup 2026 dari FIFA, Akankah Hadir Nonton Langsung ke SUGBK?
Presiden Prabowo mendapat undangan khusus dari FIFA untuk menonton Final ASEAN Cup 2026 Timnas Indonesia vs Thailand di GBK. Akankah hadir? Cek juga prediksi skor dari Erick Thohir di sini!
Angga Yudha Pratama - Senin, 05 Oktober 2026
Prabowo Dapat Undangan VIP Final ASEAN Cup 2026 dari FIFA, Akankah Hadir Nonton Langsung ke SUGBK?
Berita Foto
Presiden Prabowo Subianto Hadiri Peringatan HUT ke-81 TNI di Mabes TNI Cilangkap
Presiden Prabowo Subianto melakukan pemeriksaan pasukan saat peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Didik Setiawan - Senin, 05 Oktober 2026
Presiden Prabowo Subianto Hadiri Peringatan HUT ke-81 TNI di Mabes TNI Cilangkap
Olahraga
Bos FIFA Langsung Undang Prabowo Nonton Final ASEAN Cup 2026 Indonesia vs Thailand di GBK
Jelang laga Final ASEAN Cup 2026 antara Indonesia vs Thailand di GBK, Presiden FIFA Gianni Infantino langsung mengundang Presiden Prabowo. Cek prediksi skornya di sini!
Angga Yudha Pratama - Senin, 05 Oktober 2026
Bos FIFA Langsung Undang Prabowo Nonton Final ASEAN Cup 2026 Indonesia vs Thailand di GBK
Bagikan