MerahPutih.com - Presiden Joko Widodo diminta mendesak Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian untuk segera menangkap dalang dibalik penyerangan penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.
Hal itu, untuk membuktikan pernyataannya ingin memperkuat lembaga antirasuah.
"Presiden mengatakan, menolak segala upaya memperlemah KPK. Mestinya hal ini ditempuh dengan memastikan Kapolri menangkap pelaku dan dalang dari penyeranhan Novel Baswedan," kata Direktur Amesty International Indonesia Usman Hamid di kantornya, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (11/9).
Usman menyayangkan, kasus penyerangan air keras terhadap Novel sudah lima bulan berlalu. Namun, pihak kepolisian tak juga mampu mengungkap pelaku dan dalang dibalik teror tersebut.
Padahal, kata Usman, sumber daya kepolisian mumpuni untuk dapat menuntaskan kasus penyiraman air keras terhadap Kasatgas perkara korupsi e-KTP itu.
"Kepolisian juga bisa meminta bantuan Badan Intelijen Negara (BIN) yang dipimpin Jenderal Polisi Budi Gunawan," katanya.
Sebelumnya, Jokowi menegaskan, sebagai lembaga yang diberi amanat undang-undang untuk memberantas korupsi, peran KPK harus terus diperkuat.
"Perlu saya tegaskan bahwa saya tidak akan membiarkan KPK diperlemah. Oleh sebab itu, kita harus sama-sama menjaga KPK," kata Jokowi seperti dikutip dari siaran pers resmi Istana Negara, Senin (11/9).
Apalagi, lanjut Jokowi, dalam menjalankan tugas dan wewenangnya, KPK bersifat independen dan bebas dari kekuasaan mana pun.
Adapun pernyataan ini disampaikan Jokowi menanggapi pernyataan Anggota Pansus Angket KPK dari Fraksi PDI-P Henry Yosodiningrat, yang mengusulkan pembubaran KPK. (Pon)
Baca berita terkait KPK lainnya di: Adhie Massardi Sebut KPK Ciut Di Bawah Perusahaan Asing