MERAHPUTIH.COM - BUPATI Sragen Sigit Pamungkas memulai pekan kerja dengan bersepeda dari rumah dinasnya ke kantor, Senin (6/4). Ia melakukan hal itu demi mengikuti arahan Presiden Prabowo Subianto untuk hemat energi akibat konflik Timur Tengah. Sigit menegaskan ini bentuk dukungan terhadap program penghematan energi. Langkah itu sekaligus menjadi contoh langsung bagi kalangan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sragen.
“Ini naik sepeda merupakan bentuk mobilitas ramah lingkungan perlu dibiasakan selama kondisi memungkinkan,” kata Sigit, Senin (6/4).
Ia mengatakan program bersepeda ke kantor atau bike to work tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan pemerintah pusat terkait dengan efisiensi energi. Pemerintah daerah mendorong penggunaan sepeda dalam aktivitas kerja harian, khususnya untuk jarak tempuh yang relatif dekat. “Kebijakan ini tetap mempertimbangkan kondisi tertentu seperti kesehatan, jarak, dan kebutuhan mobilitas tinggi,” kata dia.
Dia mengatakan sepanjang bisa ditempuh dengan sepeda, mobilitas itu bisa difasilitasi sepeda, pihaknya bisa menyukseskan program hemat energi ini. “Anjuran ini tidak hanya berlaku bagi saya, tetapi juga untuk seluruh ASN di Sragen,” ucap dia
Menurut dia, partisipasi ASN menjadi kunci keberhasilan program tersebut karena menyangkut perubahan kebiasaan dalam bekerja. Pemerintah daerah pun berharap kesadaran kolektif dapat terbentuk melalui kebijakan ini. “Untuk para ASN, kami anjurkan semuanya untuk mendukung menyukseskan program dari pemerintah hemat energi,” paparnya.
Baca juga:
Terkait dengan implementasi di lapangan, Pemerintah Kabupaten Sragen akan menindaklanjuti petunjuk dari Kementerian Dalam Negeri. Salah satu bentuknya yakni penerbitan surat edaran sebagai pedoman pelaksanaan di seluruh organisasi perangkat daerah. Meski demikian, kebijakan ini tidak bersifat wajib, tapi imbauan yang diharapkan dijalankan bersama.
“Petunjuk dari Kementerian Dalam Negeri sudah keluar, nanti kami tindak lanjuti dalam bentuk surat edaran,” kata dia.
Sigit menambahkan program tersebut tidak hanya berlaku di tingkat kabupaten, tetapi juga hingga pemerintah desa. Ia menyebut isu penghematan energi merupakan persoalan global yang memerlukan dukungan semua pihak. Oleh karena itu, seluruh jenjang pemerintahan didorong untuk ikut berpartisipasi.
“Ini masalah global yang harus kita sukseskan dari semua jenjang pemerintahan,” tegasnya.(Ismail/Jawa Tengah)
Baca juga:
Patuhi Prabowo Hemat Energi, Pemprov Jateng Minta ASN Naik Sepeda

