MerahPutih.com - Tragedi pendakian kembali terjadi di Gunung Sumbing. Dude Kurniawan Pasha (17), pelajar asal Colomadu, Karanganyar, ditemukan meninggal dunia setelah terpisah dari rekannya saat mendaki melalui jalur Banaran.
Jenazah korban telah diserahkan kepada keluarga dan dimakamkan di Desa Gawanan, Colomadu. Lokasi pemakaman berada tepat di depan atau tidak jauh dari rumah duka.
Baca juga:
Viral Video Pendaki Nekat Masuki Kawah Beracun Gunung Ciremai Bikin Bos TNGC Murka
Kronologi Pendakian Siswa SMK Berujung Duka
Kepada media, Selasa (25/8), Kepala Pelaksana BPBD Karanganyar, Sugiharjo, menjelaskan Dude bersama dua rekannya, Fatahilah (17) dan Rangga Dwi Arianto (17), memulai pendakian dari Basecamp Banaran pada Jumat (21/8) malam.
Korban merupakan pelajar SMK di wilayah Colomadu. Dude diketahui melakukan pendakian bersama dua rekannya, yakni Fatahilah (17), dan Rangga Dwi Arianto (17). Ketiganya merupakan pelajar dan berdomisili di wilayah Colomadu, Karanganyar,
Kepala Pelaksana BPBD Karanganyar, Sugiharjo
Setelah beristirahat, lanjut Sugiharjo, mereka melanjutkan pendakian tektok menuju Puncak Sejati. Sabtu (22/8), Rangga memutuskan turun lebih awal dari sabana.
Dude dan Fatahilah lalu melanjutkan perjalanan hingga puncak. Saat turun, Dude memilih jalur berbeda melalui tebing sisi utara dan akhirnya terpisah dari rekannya.
Baca juga:
Jenazah Korban Ditemukan di Kawasan Puncak Sejati Gung Sumbing
Setelah Dude tidak kembali ke basecamp, laporan disampaikan ke posko. Tim pencarian dikerahkan dan pada Minggu (23/8) pagi, korban ditemukan di sekitar kawasan Puncak Sejati dalam kondisi meninggal dunia.
Sebanyak 10 personel diturunkan untuk evakuasi. Jenazah dibawa ke Pos 4 jalur Banaran, kemudian menggunakan ambulans menuju RSUD Kabupaten Temanggung sebelum diserahkan kepada keluarga. (Ismail/Jawa Tengah)