Polri Sebut Rencana Pemulangan Ratusan Eks Kombatan ISIS Belum Pasti

Zulfikar SyZulfikar Sy - Senin, 10 Februari 2020
Polri Sebut Rencana Pemulangan Ratusan Eks Kombatan ISIS Belum Pasti

Peserta aksi yang tergabung dalam Barisan Relawan Bhinneka Jaya (Barabaja) berunjuk rasa di depan Istana Merdeka Jakarta, Senin (10/2). ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/aww.

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Karopenmas Polri Brigjen Argo Yuwono menyebut belum ada kepastian terkait pemulangan warga negara Indonesia (WNI) eks kombatan ISIS. Menurut Argo, hal itu adalah kewenangan pemerintah.

"Pihak kepolisian hanya membantu. Belum ada kepastian juga. Nanti kalau ada kepastian baru deh kami rencanakan apa yang harus dilakukan," katanya kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (10/2).

Baca Juga:

Muhammadiyah Minta Ratusan WNI Eks ISIS Dikarantina Politik

Pihaknya tetap berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan pemerintah terkait hal tersebut.

"Ya semua ini nunggu kepastian kan di sini semua terlibat seperti BNPT ya. Intinya nunggu kepastian saja ya," kata dia.

Sementara, Detasemen Khusus (Densus) 88 menembak mati satu orang terduga teroris berinisial WF di Pelalawan, Riau. Diduga WF terafiliasi dengan jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

Dokumentasi aktivis pada Forum Selamatkan NKRI - DIY melakukan aksi damai di kawasan Malioboro, Yogyakarta, Jumat (7/2/2020). ANTARA FOTO/Andreas Atmoko
Dokumentasi aktivis pada Forum Selamatkan NKRI - DIY melakukan aksi damai di kawasan Malioboro, Yogyakarta, Jumat (7/2/2020). ANTARA FOTO/Andreas Atmoko

Argo Yuwono menjelaskan, peristiwa itu terjadi pada Kamis (6/2). Terduga WF, saat itu, sedang menumpang perahu di sekitar Pelalawan.

"Dari anggota juga melakukan imbauan dan komunikasi dengan nakhoda bahwa ada seorang laki-laki yang diduga pelaku teroris di kapal tersebut," kata Argo.

Argo menjelaskan, usai petugas bernegosiasi dengan awak kapal dan melakukan penangkapan, WF memberikan perlawanan dengan melemparkan bom pipa kepada seorang petugas.

Hal itu membuat petugas kesulitan melakukan penangkapan sehingga terpaksa melakukan tindakan secara tegas dengan menembak terduga teroris itu.

"Kami lakukan tindakan tegas dan terukur sebelum menangkap, karena dia melempar bom pipa," ujar dia. "Ada anggota satu yang terluka saat kejar-mengejar tersebut."

Baca Juga:

Wali Kota Solo Ragukan WNI Kombatan ISIS Bisa Terima Ideologi Pancasila

Menurut Argo, WF merupakan salah satu anggota JAD. Meski tak merinci, Argo mengatakan bahwa WF sudah berencana untuk hijrah ke Suriah.

"Dia adalah jaringan JAD," kata Argo.

Selama penyelidikan, WF merupakan sosok yang menjadi admin grup WhatsApp dan merekrut teroris. Salah satunya, kata Argo, merupakan polwan berinisial NOS.

"Termasuk anggota Polwan yang dari Maluku Utara," ujar dia.

NOS bertugas di Kepolisian Daerah Maluku Utara ditangkap Densus 88 Antiteror pada Oktober 2019. NOS diamankan atas dugaan keterkaitannya dengan jaringan terorisme

Kepolisian menduga NOS telah terpapar paham radikal ISIS. Dari hasil pemeriksaan, paparan paham ISIS itu didapat NOS dari media sosial. (Knu)

Baca Juga:

Pulangkan Kombatan ISIS dari Suriah Bangkitkan Kelompok Teroris di Indonesia

#ISIS #Polri
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Identifikasi Korban KM Virgo Transport 8 masih Berjalan, Polri Cocokkan DNA 9 Korban dan Keluarga
Proses identifikasi dilakukan dengan mencocokkan informasi yang diperoleh dari keluarga korban dengan hasil pemeriksaan terhadap jenazah.
Dwi Astarini - Rabu, 23 September 2026
Identifikasi Korban KM Virgo Transport 8 masih Berjalan, Polri Cocokkan DNA 9 Korban dan Keluarga
Olahraga
Tak Hanya di Lapangan, Polisi Juga Lakukan Patroli Siber selama FIFA ASEAN CUP 2026
Pola pengamanan disiapkan untuk menghadapi tingginya mobilitas selama turnamen, termasuk pergerakan suporter.
Dwi Astarini - Senin, 21 September 2026
Tak Hanya di Lapangan, Polisi Juga Lakukan Patroli Siber selama FIFA ASEAN CUP 2026
Indonesia
Amankan FIFA ASEAN Cup 2026 di Jakarta dan Bandung, Polri Kerahkan 5.641 Personel
Polri mengerahkan 5.641 personel untuk mengamankan rangkaian FIFA ASEAN Cup 2026.
Yusuf Abdillah - Senin, 21 September 2026
Amankan FIFA ASEAN Cup 2026 di Jakarta dan Bandung, Polri Kerahkan 5.641 Personel
Indonesia
Polri: RUU Perampasan Aset Bisa Jadi Senjata Baru Lawan Koruptor
Kortastipidkor Polri mendukung rencana DPR mengesahkan RUU Perampasan Aset pada Desember 2026 untuk memperkuat pemberantasan korupsi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 10 September 2026
Polri: RUU Perampasan Aset Bisa Jadi Senjata Baru Lawan Koruptor
Indonesia
Bareskrim Ungkap Sindikat Pornografi Modus Live Streaming di TikTok, Berujung ke Aplikasi Tevi
Para pelaku memanfaatkan fitur siaran langsung untuk membangun jumlah penonton dan interaksi.
Dwi Astarini - Rabu, 09 September 2026
Bareskrim Ungkap Sindikat Pornografi Modus Live Streaming di TikTok, Berujung ke Aplikasi Tevi
Indonesia
Polri Siapkan 299 Personel dan 10 K9 Antisipasi Kondisi Darurat Gunung Anak Krakatau
Polri menyiapkan 299 personel, 10 unit K9, tim SAR hingga logistik untuk mengantisipasi kemungkinan kondisi darurat akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 08 September 2026
Polri Siapkan 299 Personel dan 10 K9 Antisipasi Kondisi Darurat Gunung Anak Krakatau
Indonesia
Prabowo Minta Korporasi Pelaku Karhutla Diusut: Kalau Perlu Semua Izinnya Dicabut
Presiden Prabowo Subianto meminta Polri menindak tegas pelaku karhutla hingga korporasi. Polri telah menangani 200 LP dengan 138 tersangka dan 8 korporasi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 07 September 2026
Prabowo Minta Korporasi Pelaku Karhutla Diusut: Kalau Perlu Semua Izinnya Dicabut
Indonesia
Polri Perkuat Edukasi dan Kehadiran Negara Cegah Karhutla, Terjunkan 322 Personel
Mereka akan melaksanakan tugas selama 10 hari, atau menyesuaikan kebutuhan dan perkembangan situasi di wilayah.
Dwi Astarini - Senin, 07 September 2026
Polri Perkuat Edukasi dan Kehadiran Negara Cegah Karhutla, Terjunkan 322 Personel
Indonesia
Polri Tetapkan 113 Tersangka Karhutla, Tak Ada Satupun Korporasi Terjerat
Polri telah menetapkan 113 orang tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia.
Wisnu Cipto - Sabtu, 05 September 2026
Polri Tetapkan 113 Tersangka Karhutla, Tak Ada Satupun Korporasi Terjerat
Indonesia
Polisi Temukan Simbol Bintang Kejora saat Penangkapan Anggota KKB Papua
Ditangkap terkait dengan perkara dugaan percobaan pembunuhan terhadap Antonius Padang di Distrik Ilaga pada 2023.
Dwi Astarini - Jumat, 04 September 2026
 Polisi Temukan Simbol Bintang Kejora saat Penangkapan Anggota KKB Papua
Bagikan