Politikus PDIP Bentak Prof Emil Salim, Sujiwo Tejo Sarankan Megawati Minta Maaf

Andika PratamaAndika Pratama - Kamis, 10 Oktober 2019
Politikus PDIP Bentak Prof Emil Salim, Sujiwo Tejo Sarankan Megawati Minta Maaf

Anggota Komisi III, Arteria Dahlan. (Foto/Instagram @arteriadahlan)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Perilaku politikus PDIP Arteria Dahlan yang membentak Profesor Emil Salim dalam program Mata Najwa bertajuk “Ragu-Ragu Perppu”, Rabu (9/10) malam menuai kecaman.

Pada acara tersebut, Arteria terlihat membentak Emil Salim ketika sedang memberikan penjelasan terkait Perppu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Baca Juga

Reaksi Arteria Dahlan Usai Dilaporkan ke MKD

Awalnya, mantan Menteri Lingkungan Hidup itu menjabarkan dengan santai persoalan korupsi di Indonesia. Namun, Arteria langsung memotong ucapan Emil Salim.

"Yang jadi persoalan itu, cara memilih itu, apa bebas dari korupsi,” ujar Emil.

“Ya iyalah,” cerocos Arteria.

Mendapatkan serangan, Emil mencoba menguraikan maksud dari pernyataannya tersebut.

“Ada buku bung. Ada laporan demokrasi korupsi,” kata Emil yang kembali disanggah Arteria.

Baca Juga

Politisi PDIP Harap Calon Menteri Jokowi-Ma'ruf Lebih Berwarna

“Eh jangan. Prof (tadi) nanya saya terpilih bebas korupsi apa nggak, saya yakin,” ujar mantan anggota Komisi III DPR itu kesal

“Anda jadi menteri karena proses politik di DPR pak, jangan anda singgung-singgung DPR seperti itu. Kasih contoh pak ke yang generasi muda kita dengan baik,” imbuh kader PDIP itu lagi.

Menanggapi aksi Arteria Dahlan, budayawan Sudjiwo Tejo mendesak Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri untuk segera meminta maaf atas tindakan kadernya tersebut.

Baca Juga

Koalisi Prabowo-Sandi Masuk Kabinet, PDIP: Pak Jokowi Orangnya Pintar

Selain itu, ia juga mengusulkan kepada Mega agar Arteria diberikan gelar “BAPAK BUDI PEKERTI INDONESIA”

BAPAK BUDI PEKERTI INDONESIA

Baiklah, bila Mbak Mega tidak berkenan mohon maaf kepada Bapak Emil Salim atas perlakuan kasar anak buah Mbak kepada beliau, saya usul Mbak:Gmn kalau yg bersangkutan kita anugerahi gelar ? Upacara penganugerahannya di depan #anakSTM se-Indonesia? — Jack Separo Gendeng (@sudjiwotedjo) October 10, 2019
#Emil Salim #PDIP
Bagikan
Ditulis Oleh

Andika Pratama

Berita Terkait

Indonesia
Rayakan Bulan Bung Karno, PDIP Dorong Apresiasi Film Indonesia Lewat 'Ghost in the Cell'
Kulturanesia menggelar pemutaran film Ghost in the Cell dalam rangka merayakan bulan Bung Karno.
Soffi Amira - Minggu, 07 Juni 2026
Rayakan Bulan Bung Karno, PDIP Dorong Apresiasi Film Indonesia Lewat 'Ghost in the Cell'
Indonesia
Hari Lahir Pancasila, PDIP Sentil Gejala Militerisme dan Pembungkaman Suara Kritis
"PDI Perjuangan sangat mengkhawatirkan terhadap menguatnya militerisme. Kita juga menolak berbagai bentuk pembungkaman terhadap komponen masyarakat yang kritis," kata Hasto
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 01 Juni 2026
Hari Lahir Pancasila, PDIP Sentil Gejala Militerisme dan Pembungkaman Suara Kritis
Indonesia
Politikus PDIP: Ibadah Kurban Bersifat Personal
Sementara itu, Juru Bicara Partai Gerindra Bahtra Banong menegaskan program bantuan sapi kurban Presiden memiliki dasar hukum dan mekanisme resmi dalam sistem keuangan negara.
Frengky Aruan - Kamis, 28 Mei 2026
Politikus PDIP: Ibadah Kurban Bersifat Personal
Indonesia
Presiden Prabowo Sebut PDIP dalam Pidato, Tegaskan Pemenang Tender tidak Boleh Dinilai dari Latar Belakang Politik
Prabowo menegaskan pemerintah tidak boleh membedakan pemenang tender berdasarkan latar belakang politik.
Dwi Astarini - Rabu, 20 Mei 2026
Presiden Prabowo Sebut PDIP dalam Pidato, Tegaskan Pemenang Tender tidak Boleh Dinilai dari Latar Belakang Politik
Indonesia
Soroti Perpres Terbaru Prabowo, Kang TB: Kritik Masyarakat Jangan Dicap Ekstremisme!
TB Hasanuddin menilai Perpres 8/2026 berpotensi multitafsir dan bisa menimbulkan labelisasi ekstremisme terhadap masyarakat.
Wisnu Cipto - Kamis, 07 Mei 2026
Soroti Perpres Terbaru Prabowo, Kang TB: Kritik Masyarakat Jangan Dicap Ekstremisme!
Indonesia
PDIP Usul Ambang Batas Parlemen Nasional 5,5-6%, 1 Partai Minimal 38 Kursi
Ambang batas parlemen ideal 38 kursi dengan PT nasional 5,5–6 persen
Wisnu Cipto - Senin, 04 Mei 2026
PDIP Usul Ambang Batas Parlemen Nasional 5,5-6%, 1 Partai Minimal 38 Kursi
Indonesia
PDIP Respons Usulan Ambang Batas 13 Kursi DPR, Hasto: Perlu Kajian Mendalam
PDIP merespons usulan ambang batas parpol 13 kursi di DPR. PDIP mengatakan, bahwa harus ada kajian mendalam.
Soffi Amira - Senin, 04 Mei 2026
PDIP Respons Usulan Ambang Batas 13 Kursi DPR, Hasto: Perlu Kajian Mendalam
Indonesia
Sekjen PDIP Ajak Buruh Perkuat Solidaritas dan Gotong Royong
Kebersamaan dan gotong royong menjadi kekuatan utama untuk mendorong perubahan yang berpihak kepada rakyat kecil.
Dwi Astarini - Senin, 04 Mei 2026
Sekjen PDIP Ajak Buruh Perkuat Solidaritas dan Gotong Royong
Indonesia
Rano Karno Pertegas Pemprov DKI Pro ke Buruh, Tuntut Ruang Dialog Konstruktif demi Keadilan Pekerja Ibu Kota
Rano Karno memandang kaum pekerja sebagai elemen vital yang menentukan arah ekonomi daerah
Angga Yudha Pratama - Minggu, 03 Mei 2026
Rano Karno Pertegas Pemprov DKI Pro ke Buruh, Tuntut Ruang Dialog Konstruktif demi Keadilan Pekerja Ibu Kota
Indonesia
PDIP Suarakan Perlawanan Terhadap Eksploitasi Buruh, Masih Banyak Terjepit Upah Tak Layak
Di Indonesia sendiri, sejarah perjuangan buruh juga memiliki perjalanan panjang sejak masa kolonial ketika buruh mengalami berbagai bentuk penindasan, termasuk kerja paksa dan upah yang tidak manusiawi
Angga Yudha Pratama - Minggu, 03 Mei 2026
PDIP Suarakan Perlawanan Terhadap Eksploitasi Buruh, Masih Banyak Terjepit Upah Tak Layak
Bagikan