MerahPutih.com - Presiden RI Prabowo Subianto memberikan pidato kebangsaan pada peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Jakarta, Kamis (24/7) malam.
Ia menyinggung PDIP dan meyakini Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) pada akhirnya akan bersama pemerintah dan kekuatan politik lainnya dalam menjaga bangsa dan negara.
"Saya yakin semua partai dalam koalisi, kita sudah berada di arah ini dan berada bersama saya," kata Prabowo dalam pidato kebangsaan pada peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Jakarta, Kamis (24/7) malam.
Prabowo menyampaikan keyakinan tersebut saat menjelaskan pentingnya persatuan nasional dalam mengelola kekayaan alam Indonesia agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dan tidak mengalir ke luar negeri.
Baca juga:
Presiden Prabowo Hadiri Puncak Peringatan Harlah ke-28 PKB di Jakarta
PDIP juga hatinya sebetulnya sama dengan kita, Undang-Undang Dasar 1945 yang bikin Bung Karno, Bung Hatta, pendiri bangsa kita,
kata Prabowo.
Menurut dia, seluruh partai politik dan elemen bangsa pada dasarnya memiliki cita-cita yang sama untuk mewujudkan kesejahteraan bagi rakyat Indonesia.
Ia mengatakan, perbedaan pandangan dan kritik dalam dinamika politik merupakan hal yang wajar dan dapat dimaknai sebagai upaya untuk saling mengingatkan demi kepentingan bersama.
Prabowo optimistis seluruh kekuatan politik besar di Indonesia pada akhirnya dapat bersatu untuk membela kedaulatan negara.
Dan di ujungnya, saya percaya PDIP pun akan bersama kita membela negara dan bangsa, itu insting saya,
ujar Presiden.
Ia pun menyinggung tentang upaya menekan kebocoran kekayaan bangsa untuk memastikan anggaran tersebut dapat digunakan salah satunya untuk memastikan pembangunan infrastruktur yang digunakan masyarakat.
Apa arti tidak efisien? Artinya banyak kekayaan bocor. Mereka yang kasih nilai itu. Mereka hitung bahwa angka kita, ekonomi kita, ICOR kita 6,5,
kata Presiden Prabowo.
Kepala Negara merujuk kepada Incremental Capital Output Ratio (ICOR) sebuah indikator efisiensi dari investasi. Rasio itu memperlihatkan seberapa banyak investasi yang dibutuhkan untuk menghasilkan setiap unit tambahan hasil atau pertumbuhan ekonomi. Indonesia memiliki skor ICOR 6,24 pada 2025 dan 6,50 pada 2024.
Presiden menjelaskan, dengan skor tersebut berarti untuk mendapatkan pertumbuhan 1 dolar maka perlu dikeluarkan sebanyak sekitar 6,24 dolar. Jumlah itu sendiri memperlihatkan selisih sekitar 2 dolar dari beberapa negara tetangga Indonesia.
Dua per enam, sepertiga. Ini artinya 30 persen kekayaan kita bocor. Anggaran negara adalah 270 miliar dolar, Rp 3.700 triliun kurang lebih. Jadi, kalau 30 persen bocor, artinya ya lebih Rp1.000 triliun bocor. Ini sedang saya hentikan. Saya mau tutup ini,
kata Prabowo.

