Polemik Impor Senjata, Moeldoko: Bukan Diributkan tapi Diluruskan
Panglima TNI Jenderal (Purn) Moeldoko saat mengisi kuliah umum di kantor Para Syndicate, Jalan Wijaya Timur, Jakarta, Rabu (4/10). (MP/Fadhli)
MerahPutih.com - Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Moeldoko ikut mengomentari polemik terkait senjata impor milik satuan Brimob Polri yang masih tertahan di Bandara Soekarno-Hatta.
Menurutnya, polemik impor senjata tidak perlu diributkan melainkan diluruskan. Sebab, kata Moeldoko, bisa saja Polri memiliki otoritas untuk membeli senjata.
"Sebab, bisa juga dari kepolisian yang punya otoritas. Berangkat dari doktrin akan memunculkan tugas pokok, dari tugas pokok akan memunculkan aset atau sarana prasarana yang harus dimiliki kementerian, angkatan, atau organisasi itu," kata Moeldoko usai mengisi kuliah umum di Kantor Para Syndicate, Jakarta, Rabu (4/10).
Sebelumnya, diketahui Polri telah tiga kali melakukan impor senjata. Berdasarkan pantauan terhitung sejak tahun 2015, 2016, dan 2017 dengan spesifikasi yang sama. Namun, belakangan kegiatan tersebut dipermasalahkan.
"Jadi, sepanjang tugas pokoknya dalam jangkauan atas alut utama yang dimiliki, maka tidak perlu diributkan. Tetapi begitu dia keluar dari tugas pokoknya perlu diluruskan, bukan diributkan," katanya.
Karena itu, sejak reformasi, kata Moeldoko, terjadi pemisahan antara TNI dan Polri. "Mungkin, ya, dulu Brimob pernah melakukan operasi bersama TNI di Timor-Timor. Jangan-jangan masih ada doktrin yang menyatakan tugas Brimob seperti itu," katanya.
Karena itu, perlu ada diskusi dan dialog antarinstansi untuk menjelaskan perkara tersebut. "Jadi, gak perlu buru-buru ribut dulu, perlu ditanyakan dulu ke Brimob," tandasnya. (Fdi)
Baca berita terkait polemik impor senjata lainnya di: Moeldoko Ungkap Pemicu Polemik Impor Senjata
Bagikan
Berita Terkait
Penindakan ke Penjual Baju Thrifting Tidak Bakal Efektif, Harusnya Cegah di Pintu Masuk Impor
Menkeu Purbaya Didesak Lindungi Produsen Food Tray Lokal dari Gempuran Produk Impor
Rencana Pembebasan Tarif Bea Masuk Produk AS: Berpotensi Timbulkan Efek Mengerikan
Alasan Pemerintah Daya Saing Indonesia Bisa Anjlok ke Posisi 40 Dari 69 Negara Dunia
Kemendag Sita Produk Ilegal Senilai Rp 15 Miliar Sejak Januari 2025
Harga iPhone dan Samsung Bakal Lebih Mahal di AS, Imbas Tarif Impor Global
200 Ribu Ton Gula Impor Segera Masuk Indonesia Diklaim Buat Stabilisasi Harga
Atasi Ancaman PHK Massal di Sejumlah Industri, Pemerintah Diminta Perketat Produk Impor
Produk Ilegal Kuasi 35 Persen Pasar Dalam Negeri
AOC Luncurkan Produk 'Professional Displays' di Indonesia