Polemik Impor Senjata, Moeldoko: Bukan Diributkan tapi Diluruskan

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Rabu, 04 Oktober 2017
Polemik Impor Senjata, Moeldoko: Bukan Diributkan tapi Diluruskan

Panglima TNI Jenderal (Purn) Moeldoko saat mengisi kuliah umum di kantor Para Syndicate, Jalan Wijaya Timur, Jakarta, Rabu (4/10). (MP/Fadhli)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Moeldoko ikut mengomentari polemik terkait senjata impor milik satuan Brimob Polri yang masih tertahan di Bandara Soekarno-Hatta.

Menurutnya, polemik impor senjata tidak perlu diributkan melainkan diluruskan. Sebab, kata Moeldoko, bisa saja Polri memiliki otoritas untuk membeli senjata.

"Sebab, bisa juga dari kepolisian yang punya otoritas. Berangkat dari doktrin akan memunculkan tugas pokok, dari tugas pokok akan memunculkan aset atau sarana prasarana yang harus dimiliki kementerian, angkatan, atau organisasi itu," kata Moeldoko usai mengisi kuliah umum di Kantor Para Syndicate, Jakarta, Rabu (4/10).

Sebelumnya, diketahui Polri telah tiga kali melakukan impor senjata. Berdasarkan pantauan terhitung sejak tahun 2015, 2016, dan 2017 dengan spesifikasi yang sama. Namun, belakangan kegiatan tersebut dipermasalahkan.

"Jadi, sepanjang tugas pokoknya dalam jangkauan atas alut utama yang dimiliki, maka tidak perlu diributkan. Tetapi begitu dia keluar dari tugas pokoknya perlu diluruskan, bukan diributkan," katanya.

Karena itu, sejak reformasi, kata Moeldoko, terjadi pemisahan antara TNI dan Polri. "Mungkin, ya, dulu Brimob pernah melakukan operasi bersama TNI di Timor-Timor. Jangan-jangan masih ada doktrin yang menyatakan tugas Brimob seperti itu," katanya.

Karena itu, perlu ada diskusi dan dialog antarinstansi untuk menjelaskan perkara tersebut. "Jadi, gak perlu buru-buru ribut dulu, perlu ditanyakan dulu ke Brimob," tandasnya. (Fdi)

Baca berita terkait polemik impor senjata lainnya di: Moeldoko Ungkap Pemicu Polemik Impor Senjata

#Jenderal TNI Moeldoko #Produk Impor
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Fadhli

Berkibarlah bendera negerku, tunjukanlah pada dunia.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Berita
Didukung Pusat Riset Terbesar di Asia, Coway Fokus Hadirkan Inovasi Air dan Udara yang Relevan
Coway mengandalkan pusat riset terbesar di Asia untuk mengembangkan solusi air dan udara berbasis teknologi. Perkenalkan air purifier terbaru.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 30 Mei 2026
Didukung Pusat Riset Terbesar di Asia, Coway Fokus Hadirkan Inovasi Air dan Udara yang Relevan
Indonesia
Hasil Perjanjian Dagang Dengan AS, Sertifikat Halal Pakai Logo Dari Negara Produsen
“Produk dari Amerika tetap wajib halal. Sertifikasi bisa dilakukan di negara asal, lalu diregistrasi di Indonesia,”
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 24 Februari 2026
Hasil Perjanjian Dagang Dengan AS, Sertifikat Halal Pakai Logo Dari Negara Produsen
Indonesia
Produk AS Masuk RI Wajib 2 Label Halal, Ini Penjelasan BPJPH
BPJPH pastikan produk AS tetap wajib dua label halal meski ada kesepakatan dagang RI-AS. Skema MRA jamin standar halal tetap aman.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 24 Februari 2026
Produk AS Masuk RI Wajib 2 Label Halal, Ini Penjelasan BPJPH
Berita
Jawab Tantangan Kualitas Udara, Coway Hadirkan Sales Office Baru di Bandung
Coway mendirikan sales office di Bandung, Jawa Barat. Hal itu menjadi komitmen jangka panjang bagi warga perkotaan.
Soffi Amira - Jumat, 13 Februari 2026
Jawab Tantangan Kualitas Udara, Coway Hadirkan Sales Office Baru di Bandung
Indonesia
Penindakan ke Penjual Baju Thrifting Tidak Bakal Efektif, Harusnya Cegah di Pintu Masuk Impor
Baju thrifting yang telah masuk ke dalam pasar secara masif merupakan bukti besarnya minat masyarakat untuk bergaya menggunakan merek-merek ternama, meski harus membeli pakaian bekas.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 22 November 2025
Penindakan ke Penjual Baju Thrifting Tidak Bakal Efektif, Harusnya Cegah di Pintu Masuk Impor
Indonesia
Menkeu Purbaya Didesak Lindungi Produsen Food Tray Lokal dari Gempuran Produk Impor
Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, didesak untuk melindungi food tray lokal dari gempuran produk impor.
Soffi Amira - Rabu, 12 November 2025
Menkeu Purbaya Didesak Lindungi Produsen Food Tray Lokal dari Gempuran Produk Impor
Indonesia
Rencana Pembebasan Tarif Bea Masuk Produk AS: Berpotensi Timbulkan Efek Mengerikan
Rencana soal pembebasan tarif bea masuk produk AS ke Indonesia, berpotensi menimbulkan efek mengerikan. Salah satunya adalah ancaman PHK di dalam negeri.
Soffi Amira - Sabtu, 19 Juli 2025
Rencana Pembebasan Tarif Bea Masuk Produk AS: Berpotensi Timbulkan Efek Mengerikan
Indonesia
Alasan Pemerintah Daya Saing Indonesia Bisa Anjlok ke Posisi 40 Dari 69 Negara Dunia
Indonesia perlu melakukan integrasi strategi dari hulu ke hilir. Sebab, kebijakan pemerintah menjadi pendukung daya saing jangka panjang.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 26 Juni 2025
Alasan Pemerintah Daya Saing Indonesia Bisa Anjlok ke Posisi 40 Dari 69 Negara Dunia
Indonesia
Kemendag Sita Produk Ilegal Senilai Rp 15 Miliar Sejak Januari 2025
Kemendag menjamin keamanan konsumen yang memakai produk dan jasa sesuai ketentuan pemerintah.
Dwi Astarini - Kamis, 17 April 2025
Kemendag Sita Produk Ilegal Senilai Rp 15 Miliar Sejak Januari 2025
Lifestyle
Harga iPhone dan Samsung Bakal Lebih Mahal di AS, Imbas Tarif Impor Global
Harga iPhone dan Samsung bakal lebih mahal di AS. Hal itu imbas dari tarif impor global yang diumumkan Presiden AS, Donald Trump.
Soffi Amira - Senin, 07 April 2025
Harga iPhone dan Samsung Bakal Lebih Mahal di AS, Imbas Tarif Impor Global
Bagikan