Polda Jateng Telusuri Sumber Aliran Dana Rp1,4 Miliar Milik Pendiri Keraton Agung Sejagat

Zulfikar SyZulfikar Sy - Sabtu, 25 Januari 2020
Polda Jateng Telusuri Sumber Aliran Dana Rp1,4 Miliar Milik Pendiri Keraton Agung Sejagat

Polres Klaten, Jawa Tengah memeriksa pengikut Keraton Agung Sejagat di Polsek Prambanan. (Foto: MP/Ismail)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Polda Jawa Tengah sedang menelusuri sumber aliran dana senilai Rp1,4 miliar yang ditemukan dari rekening pribadi milik pendiri Keraton Agung Sejagat (KAS) Toto Santoso.

Sementara ini, baru ada dua orang tersangka yang ditetapkan Polda Jawa Tengah sebagai tersangka, yakni Totok dan Fanni Aminadia yang mengklaim sebagai raja dan ratu Keraton Agung Sejagat.

Baca Juga:

Usai Keraton Agung Sejagat, Kini Kerajaan Jipang Menggeliat

"Jumlah tersangka kasus Keraton Agung Sejagat belum bertambah, masih dua orang (Totok dan Fanni)," ujar Direktur Reskrimum Polda Jawa Tengah Kombes (Pol) Budi Haryanto saat ditemui di Mapolresta Surakarta, Jumat (24/1).

Direktur Reskrimum Polda Jawa Tengah Kombes (Pol) Budi Haryanto (tengah) saat gelar perkara kasus Kerajaan Keraton Agung Sejagat, Jumat (25). (MP/Ismail)

Direktur Reskrimum Polda Jawa Tengah Kombes (Pol) Budi Haryanto (tengah) saat gelar perkara kasus Kerajaan Keraton Agung Sejagat, Jumat (25). (MP/Ismail)

Budi menegaskan, kemunginan masih ada pelaku lainnya yang terlibat dalam kasus ini. Namun, semua itu tergantung pada hasil penyelidikan. Polda Jawa Tengah tidak mudah dalam menetapkan tersangka baru.

"Kini polisi masih mencari bukti yang kuat untuk menjerat tersangka baru. Kalau bukti kuat pasti dengan mudah menetapkan tersangka," kata dia.

Baca Juga:

Imbauan Kemendagri Terkait Fenomena Keraton Agung Sejagat

Ia mengatakan, aliran dana dalam rekening Toto juga akan menjadi bahan pemeriksaan lanjutan Polda Jawa Tengah. Temuan saat ini ada uang senilai Rp1,4 miliar rekening pribadi Totok.

"Kami masih dalami aliran dana itu. Hasil pengecekan ada beberapa aliran dana yang masuk ke rekening pelaku (Totok)," papar dia.

Polda Jawa Tengah, kata dia, masih meneliti rekening itu untuk mendalami adanya bukti baru. Sementara dari bukti yang sudah ada sekarang sudah cukup bukti untuk menjerat mereka berdua.

"Jumlah korban ada sembilan orang yang melapor ke polisi. Saat ini semua korban masih dilakulan periksaan," kata dia. (Ism)

Baca Juga:

Raja Keraton Agung Sejagat Cari Korban dari Kalangan Petani dan Ibu Rumah Tangga

Caption: Caption:

#Polda Jawa Tengah
Bagikan
Ditulis Oleh

Zulfikar Sy

Tukang sihir

Berita Terkait

Indonesia
Polda Jateng Bongkar Pabrik Mie Basah Berformalin di Boyolali, Bisa Produksi 1,5 Ton per Hari
Polda Jateng membongkar pabrik mie basah berformalin di Boyolali. Pabrik tersebut bisa memproduksi hingga 1,5 ton per harinya.
Soffi Amira - Kamis, 12 Maret 2026
Polda Jateng Bongkar Pabrik Mie Basah Berformalin di Boyolali, Bisa Produksi 1,5 Ton per Hari
Indonesia
17,3 Juta Pemudik Diprediksi Masuk Jateng saat Lebaran, Polda Siagakan 28.980 Personel
Polda Jawa Tengah menyiagakan 28.980 personel untuk mengamankan arus mudik Lebaran 2026. Diperkirakan 17,3 juta pemudik akan masuk ke wilayah Jawa Tengah.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 10 Maret 2026
17,3 Juta Pemudik Diprediksi Masuk Jateng saat Lebaran, Polda Siagakan 28.980 Personel
Indonesia
Polda Jateng Bongkar Tambang Ilegal di Boyolali dan Kendal, 2 Tersangka Sudah Diamankan
Polda Jateng membongkar kasus tambang ilegal di Boyolali dan Kendal. Dua orang tersangka berhasil diamankan.
Soffi Amira - Rabu, 25 Februari 2026
Polda Jateng Bongkar Tambang Ilegal di Boyolali dan Kendal, 2 Tersangka Sudah Diamankan
Indonesia
Polda Jateng Ambil Sampel DNA dan Data Antemortem Keluarga Korban Pesawat ATR 42-500
Polda Jateng mengambil sampel DNA dan data antemortem keluarga korban pesawat ATR 42-500.
Soffi Amira - Senin, 19 Januari 2026
Polda Jateng Ambil Sampel DNA dan Data Antemortem Keluarga Korban Pesawat ATR 42-500
Indonesia
Polri Kini Sudah Punya 672 SPPG, Paling Banyak Ada di Jawa Tengah
Polri kini sudah memiliki 672 SPPG. Namun, SPPG Polri yang paling banyak berada di Jawa Tengah.
Soffi Amira - Jumat, 17 Oktober 2025
Polri Kini Sudah Punya 672 SPPG, Paling Banyak Ada di Jawa Tengah
Indonesia
Diduga Merusuh, Polda Jateng Tangkap 1.747 Orang dalam 4 Hari, 46 Ditetapkan sebagai Tersangka
Penangkapan dilakukan pada 29 Agustus hingga 1 September 2025 seperti dilaporkan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Tengah Kombes Pol. Dwi Subagio di Semarang, Selasa (2/9).
Frengky Aruan - Selasa, 02 September 2025
Diduga Merusuh, Polda Jateng Tangkap 1.747 Orang dalam 4 Hari, 46 Ditetapkan sebagai Tersangka
Indonesia
Groundbreaking 24 SPPG Polres di Solo, Kapolri Pastikan Sasar 90.717 Penerima Manfaat Makan Bergizi
Kapolri mengatakan setelah SPPG ini selesai kemungkinan akan dilaksanakan evaluasi.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 25 Juni 2025
Groundbreaking 24 SPPG Polres di Solo, Kapolri Pastikan Sasar 90.717 Penerima Manfaat Makan Bergizi
Indonesia
Polda Jateng Jaring 134 Pelaku Aksi Tawuran dan Anak Punk
Operasi pemberantasan aksi premanisme itu digelar serentak di 35 jajaran Polres dan Polda Jateng, Sabtu (10/5).
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 12 Mei 2025
Polda Jateng Jaring 134 Pelaku Aksi Tawuran dan Anak Punk
Indonesia
Polda Jateng Ungkap Takaran Minyakita Disunat di Karanganyar, 8 Orang Diperiksa
Pabrik yang berada di Kabupaten Karanganyar itu dapat menghasilkan 150 ribu botol Minyakiita tutup kuning setiap harinya dan 700 ribu botol Minyakita warna hijau setiap harinya.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 14 Maret 2025
Polda Jateng Ungkap Takaran Minyakita Disunat di Karanganyar, 8 Orang Diperiksa
Indonesia
DPR Kritik Cara Polisi Tangani Band Sukatani yang Populerkan Lagu ‘Bayar Bayar Bayar’
Anggota Komisi III Rudianto Lallo menduga bahwa Polda Jawa Tengah melakukan cara represif dan intimidatif terhadap band Sukatani.
Frengky Aruan - Selasa, 25 Februari 2025
DPR Kritik Cara Polisi Tangani Band Sukatani yang Populerkan Lagu ‘Bayar Bayar Bayar’
Bagikan