MerahPutih.com - Kepolisian Daerah Polda Jawa Tengah memprediksi sebanyak 17,3 juta pemudik akan memasuki wilayah Jawa Tengah selama periode mudik Lebaran tahun ini.
Untuk memastikan kelancaran serta keamanan arus mudik dan balik, aparat kepolisian menyiagakan puluhan ribu personel gabungan dari berbagai instansi.
Kapolda Jawa Tengah, Ribut Hari Wibowo, mengatakan total 28.980 personel akan dikerahkan dalam operasi pengamanan Lebaran.
“Kami menyiagakan total 28.980 personel untuk mengamankan arus mudik-balik. Operasi kami nanti fokus pada safety and hospitality. Personel ini tersebar di sejumlah objek vital, termasuk menyiapkan 153 pospam dan 78 posyan,” ujar Ribut, Selasa (10/3).
Baca juga:
Skema WFA Geser Pola Mudik 2026, Daerah Terancam Kena Getahnya
Menurutnya, penyebaran personel dilakukan di berbagai titik strategis di seluruh wilayah Jawa Tengah. Dari jumlah tersebut, sekitar 22.000 personel Polri akan bersinergi dengan TNI serta instansi terkait guna menjaga keamanan selama periode mudik.
Pengamanan difokuskan pada sejumlah lokasi penting seperti pusat perbelanjaan, terminal, hingga pelabuhan.
Data kepolisian mencatat pengamanan dilakukan di 134 pusat perbelanjaan, 45 terminal, serta 23 pelabuhan yang diperkirakan akan mengalami lonjakan aktivitas masyarakat.
Selain itu, petugas juga memberikan perhatian khusus terhadap pengamanan tempat ibadah dan destinasi wisata yang biasanya ramai dikunjungi saat libur Lebaran.
Tercatat ada sekitar 16.300 masjid dan 224 objek wisata di seluruh Jawa Tengah yang masuk dalam pengawasan aparat selama masa pengamanan.
Baca juga:
Polisi yang Bertugas Jaga Jalur Mudik Lebaran 2026 Dituntut Bermental Baja, Humanis, dan Simpatik
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, juga memperkirakan jumlah pemudik yang masuk ke wilayahnya tahun ini akan mencapai sekitar 17,3 juta orang.
"Diprediksi tahun ini ada sekitar 17.300.000 pemudik akan masuk tumplek blek ke wilayah Jawa Tengah," kata Luthfi.
Mengantisipasi lonjakan tersebut, pemerintah daerah bersama aparat kepolisian terus melakukan berbagai persiapan, mulai dari percepatan perbaikan jalan hingga pemasangan rambu lalu lintas di jalur-jalur utama.
Selain itu, Luthfi juga meminta Satgas Pangan meningkatkan pengawasan di pasar-pasar guna mencegah penimbunan bahan pokok yang berpotensi memicu kenaikan harga selama periode Lebaran. (Ismail/Jawa Tengah)