Play-Doh Ajak Orangtua Cari Mainan yang Tepat untuk Asah Imajinasi Anak

Hendaru Tri HanggoroHendaru Tri Hanggoro - Minggu, 03 Desember 2023
Play-Doh Ajak Orangtua Cari Mainan yang Tepat untuk Asah Imajinasi Anak

Play-doh ajak anak untuk kembangkan kreativitasnya. (Foto: Merahputih.com/Aqil Baihaqi)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MASA kanak-kanak adalah masa berimajinasi seluas-luasnya. Imajinasi termasuk tahap awal yang menentukan untuk tumbuh kembang anak. Cara paling mudah untuk mengasah imajinasi anak-anak adalah dengan bermain.

Menurut dokter Reisa Broto Asmoro, bermain adalah tahapan bagi anak untuk belajar dan mengasah imajinasi mereka.

"Penting sekali untuk mengasah imajinasi anak, karena dari situlah mulainya kreatfitas. Kalau sudah berkembang, semua aspek perkembangan itu bisa dimulai," ujarnya dalam sesi Press Conference Play-Doh Imagination Factory di Gandaria City, Jakarta, Sabtu (2/12).

Salah satu jurnal penelitian dari Harvard University menyatakan bahwa imajinasi anak harus dikembangkan karena berpengaruh untuk masa depan anak-anak.

"Jadi, sayang kalau si anak imajinasinya tidak dikembangkan sedini mungkin. Kita tidak tahu nanti ke depannya bagaimana. Salah satu pengembangan imajinasi anak adalah dengan mengajaknya bermain," jelasnya.

Baca juga:

Pengmas UI: Permainan Tradisional Tingkatkan Kecerdasan Emosional

Bermain melatih imajinasi anak. (Foto: Merahputih.com/Aqil Baihaqi)
Bermain melatih imajinasi anak. (Foto: Merahputih.com/Aqil Baihaqi)

Mary Grace, GM Marketing Children Division, MAP Active mengatakan bahwa Play-Doh Imagination Factory adalah inisiatif Play-Doh memberikan tempat bagi setiap anggota keluarga untuk menyalurkan kreativitas anak-anak. "Menjadikan Play-Doh sebagai komponen penting untuk mengasah imajinasi," ungkapnya.

Kreativitas yang sudah diasah sejak dini ternyata memberi dampak yang baik bagi anak. Tidak hanya untuk pengembangan diri saja, sang anak juga nantinya mampu mengolah emosi kepada orang lain, cara berpikir, dan menyelesaikan masalah.

"Kalau dia kreatif, ketika dia dihadapkan pada suatu masalah, dia punya banyak cara untuk menyelesaikan masalah tersebut. Dia juga akan memiliki pemikiran yang lebih luas atau biasanya out of the box," tambah Reisa.

Pada zaman ini, anak-anak lebih suka bermain gawai daripada mainan sungguhan. Reisa memberi saran kepada pada orang tua agar membimbing anak dalam bermain.

Baca juga:

Saatnya Tinggalkan Gawai, Ini Tren Mainan Anak di 2022

Body2_anak ansk dapat belajar problem solving

Lewat mainan yang tepat, anak-anak dapat belajar problem solving. (Foto: Merahputih.com/Aqil Baihaqi)

"Anak anak sekarang itu, kenapa lebih suka main gadget? karena di situ ada tutorialnya. Kalau orangtua ngasih mainan terus sudah saja ditinggal, si anak enggak mengerti ini mainya bagaimana. Diharapkan orang tua membimbing anaknya dalam bermain dan sekaligus memahami karakter anak" imbuhnya.

Devina Hermawan, chef sekaligus penulis serta cooking instructor, mengatakan bahwa ia sering mengajak anaknya bermain masak-masakan sebagai wadah untuk bonding dengan anak.

"Saya biasanya suka ngajak anak main masak-masakan buat bonding sama anak. Memasak itu juga perlu imajinasi, kreativitas, dan juga berproses. Saya juga sekalian mengajarkan anak saya kalau semua itu butuh proses," jelasnya.

Menurut Devina, memasak merupakan salah satu tools untuk mengajari motorik anak. "Anak juga tahu warna, tekstur, dan kreativitas memasak," sebutnya. (aqb)

Baca juga:

5 Aspek Penting dalam Memilih Permainan Anak

#Mainan Anak-Anak #Anak #Anak-anak
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Hendaru Tri Hanggoro

Berkarier sebagai jurnalis sejak 2010 dan bertungkus-lumus dengan tema budaya populer, sejarah Indonesia, serta gaya hidup. Menekuni jurnalisme naratif, in-depth, dan feature. Menjadi narasumber di beberapa seminar kesejarahan dan pelatihan jurnalistik yang diselenggarakan lembaga pemerintah dan swasta.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Age Assurance Senjata Baru PP Tunas Tutup Celah Anak Manipulasi Umur Daftar Medsos
Pentingnya teknologi Age Assurance bagi PSE sesuai PP Tunas. Teknologi ini menutup celah verifikasi usia manual dan didukung program literasi digital untuk orang tua.
Wisnu Cipto - Jumat, 22 Mei 2026
Age Assurance Senjata Baru PP Tunas Tutup Celah Anak Manipulasi Umur Daftar Medsos
Indonesia
Cek Kesehatan Gratis di Sekolah Temukan Ribuan Siswa Alami Masalah Gigi dan Anemia
Program Cek Kesehatan Gratis di sekolah menemukan berbagai masalah kesehatan siswa, mulai dari gangguan kebugaran, gigi berlubang, anemia hingga tekanan darah meningkat.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 07 Mei 2026
Cek Kesehatan Gratis di Sekolah Temukan Ribuan Siswa Alami Masalah Gigi dan Anemia
Indonesia
Kasus Kekerasan di Daycare Little Aresha Yogyakarta, Dosen dan Hakim Aktif Diminta Segera Dinonaktifkan
Beberapa anak terlaporkan mengidap penyakit seperti pneumonia, bronkitis, infeksi saluran kemih (ISK), hingga mengalami stunting akibat kekurangan gizi dan dehidrasi
Angga Yudha Pratama - Minggu, 03 Mei 2026
Kasus Kekerasan di Daycare Little Aresha Yogyakarta, Dosen dan Hakim Aktif Diminta Segera Dinonaktifkan
Indonesia
Skandal Little Aresha Yogyakarta Picu Amarah, DPR RI Desak Reformasi Izin Daycare
Pemerintah daerah kini memikul tanggung jawab besar untuk menyisir kembali legalitas setiap satuan pendidikan anak usia dini (PAUD) dan taman penitipan anak
Angga Yudha Pratama - Selasa, 28 April 2026
Skandal Little Aresha Yogyakarta Picu Amarah, DPR RI Desak Reformasi Izin Daycare
Indonesia
Jika Daycare Lakukan Kekerasan ke Anak, Ini Yang Harus Dilakukan Orang Tua
Pengelola tempat penitipan anak yang baik seharusnya terbuka dan kooperatif dalam menanggapi kekhawatiran yang disampaikan oleh orang tua.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 27 April 2026
Jika Daycare Lakukan Kekerasan ke Anak, Ini Yang Harus Dilakukan Orang Tua
Indonesia
Ingat Ortu, Popok Itu Jangan Bikin Kulit Bayi Irotasi
Popok tidak hanya berfungsi sebagai perlindungan dasar, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pencegahan untuk menjaga kenyamanan dan mendukung tumbuh kembang si Kecil dalam penggunaan sehari-hari.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 25 April 2026
Ingat Ortu, Popok Itu Jangan Bikin Kulit Bayi Irotasi
Indonesia
Akhirnya, YouTube Patuhi Aturan Batasan Usia Pengguna 16 Tahun di Indonesia
Kini halaman Bantuan YouTube di Indonesia, tertulis pernyataan resmi: “Jika Anda berusia di bawah 16 tahun di Indonesia, akses ke akun Anda di YouTube mungkin akan dinonaktifkan.”
Wisnu Cipto - Rabu, 22 April 2026
Akhirnya, YouTube Patuhi Aturan Batasan Usia Pengguna 16 Tahun di Indonesia
Olahraga
DPR Dukung Larangan Anak di Bawah 16 Tahun Punya Akun Media Sosial
Komisi I DPR mendukung kebijakan Komdigi, yang melarang anak di bawah 16 tahun memiliki akun media sosial.
Soffi Amira - Rabu, 11 Maret 2026
DPR Dukung Larangan Anak di Bawah 16 Tahun Punya Akun Media Sosial
Indonesia
Pramono Anung Dukung Pembatasan Media Sosial Anak di Bawah 16 Tahun Mulai 28 Maret 2026
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mendukung kebijakan pembatasan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun yang mulai berlaku 28 Maret 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 09 Maret 2026
Pramono Anung Dukung Pembatasan Media Sosial Anak di Bawah 16 Tahun Mulai 28 Maret 2026
Indonesia
Aturan Batas Usia Medsos di RI, Komisi I DPR Tekankan Platform Wajib Patuh!
Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono menekankan keberhasilan kebijakan aturan batasan usia medsos bergantung pada implementasi di lapangan
Wisnu Cipto - Senin, 09 Maret 2026
Aturan Batas Usia Medsos di RI, Komisi I DPR Tekankan Platform Wajib Patuh!
Bagikan