PKS dan Puluhan Ormas Salurkan Rp 1,2 Miliar Bantu Warga Rohingya

Eddy FloEddy Flo - Senin, 25 September 2017
PKS dan Puluhan Ormas Salurkan Rp 1,2 Miliar Bantu Warga Rohingya

PKS salurkan bantuan untuk Rohingya (Foto: MP/Ponco Sulaksono)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) bersama lebih dari 30 Organisasi Masyarakat menyalurkan uang sebesar Rp 1,2 miliar kepada korban kekerasan etnis Rohingya di Myanmar. Uang tersebut didapat dari Aksi Bela Rohingya 169 yang diinisiasi PKS pada Sabtu (16/9) lalu.

‎Sekretaris Jenderal DPP PKS Mustafa Kamal menjelaskan, uang tersebut nantinya akan disalurkan melalui tiga lembaga donor yang tergabung dalam Aliansi Kemanusiaan lndonesia untuk Myanmar (AKIM). Ketiganya, yakni Dompet Dhuafa, PKPU dan Laziz Dewan Dakwah.

"Kita titipkan kepada lembaga donor yang tergabung dengan AKIM karena sudah melakukan aktivitas kemanusiaan di Rakhine State cukup lama," ujar Mustafa di DPP PKS, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Senin (25/9).

Sementara itu, Direktur Crisis Center for Rohingya (CC4R) Sukamta mengatakan, bantuan yang diberikan kepada masyarakat Rohingya adalah upaya bantuan dari masyarakat Indonesia secara komprehensif.‎

Dia berharap, adanya bantuan ini bisa memberikan tekanan kepada Pemerintah Myanmar dan dunia internasional agar segera menghentikan tindakan pengusiran dan kekerasan di wilayah tersebut.

"Di sisi lain kita juga terus salurkan bantuan kepada masyarakat Rohingya yang terpaksa harus hidup di pengungsian," tandas Anggota Komisi I DPR ini.

Sukamta menjelaskan, bahwa CC4R PKS di seluruh Indonesia sudah bergerak dengan melakukan aksi dan mengumpulkan bantuan kemanusiaan senilai Rp 3,8 miliar kepada warga Rohingya.

"CC4R PKS di daerah bekerjasama dengan lembaga donor di daerahnya masing-masing untuk menitipkan amanah bantuan ke masyarakat Rohingya," ungkapnya.

Diketahui, beberapa elemen yang turun dalam Aksi Bela Rohingya 169 diantaranya PKS, PUI, FPI, Mathlaul Anwar, lkadi, AQL Peduli, Jamiat Kheir, DDII, Al lttihadiyah, Pemudi PUI, Forsitma, Salimah, Wanita Islam, JPRMl, Gema MA, Gerakan Ibu Negeri, Al Irsyad Al Isyamiyyah, BKsPPl, Persatuan Tarbiyah Islamiyah, FBR, PMI, Wanita Sl, Pll, Pemuda Persis, Hidayatullah.

Kemudian, ada juga Presidium Alumni 212, Adara, Aku Cinta Islam, Bang lapar, Nahdlatul Wathan, GM, FUI, KAMMI, GPMI, Pandu Cahaya Islam, Pemuda Muhammadiyah, HBMI, Muslkmat MA, FBR, Aliansi Cinta Keluarga dan beberapa ormas lain.(Pon)

#PKS #Pengungsi Rohingya #Krisis Rohingya #Myanmar
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Presiden PKS Instruksikan Pejabat Partai Sisihkan Gaji untuk Bantu Korban Karhutla
Almuzzammil Yusuf menginstruksikan pejabat partai menyisihkan gaji untuk korban karhutla, menyiapkan layanan kesehatan darurat, dan mendesak penegakan hukum.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 20 Oktober 2026
Presiden PKS Instruksikan Pejabat Partai Sisihkan Gaji untuk Bantu Korban Karhutla
Berita
Perkembangan Kasus Ijazah Gibran Terkini: Dari Hak Angket hingga Laporan Bareskrim
Perkembangan kasus ijazah Gibran terkini mencakup putusan MK, wacana pansus dan hak angket DPR, respons Jokowi, hingga pengaduan ke Bareskrim.
ImanK - Minggu, 11 Oktober 2026
Perkembangan Kasus Ijazah Gibran Terkini: Dari Hak Angket hingga Laporan Bareskrim
Indonesia
Kabut Asap Ganggu Malaysia, PKS Desak Prabowo Ambil Langkah Besar di ASEAN
PKS mendesak Presiden Prabowo Subianto memimpin upaya ASEAN mengatasi kabut asap lintas batas akibat karhutla dan memperkuat kerja sama dengan Malaysia.
Frengky Aruan - Sabtu, 10 Oktober 2026
Kabut Asap Ganggu Malaysia, PKS Desak Prabowo Ambil Langkah Besar di ASEAN
Indonesia
PKS Tidak Ingin Buru-Buru Bahas RUU Perampasan Aset, Banyak Persoalan Harus Diperjelas
salah satu persoalan yang perlu diperjelas adalah siapa yang bertanggung jawab terhadap aset setelah dilakukan penyitaan maupun perampasan.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
PKS Tidak Ingin Buru-Buru Bahas RUU Perampasan Aset, Banyak Persoalan Harus Diperjelas
Indonesia
Gubernur Baru BI Diminta Kembalikan Fokus Bank Sentral pada Stabilitas Rupiah
Mandat utama BI yakni menjaga kestabilan nilai rupiah dan mengendalikan inflasi.
Dwi Astarini - Selasa, 28 Juli 2026
Gubernur Baru BI Diminta Kembalikan Fokus Bank Sentral pada Stabilitas Rupiah
Indonesia
DPR Minta Pemerintah Maksimalkan Diplomasi Selamatkan 2 WNI yang Disandera di Myanmar
Kementerian Luar Negeri mengungkap dua WNI berinisial AE dan S diduga disandera di Myanmar dengan tuntutan tebusan Rp 200 juta.
Frengky Aruan - Minggu, 19 Juli 2026
DPR Minta Pemerintah Maksimalkan Diplomasi Selamatkan 2 WNI yang Disandera di Myanmar
Dunia
Nasib Tragis Pengungsi Rohingya, 500 Orang Diduga Tewas Tenggelam di Perairan Myanmar
Dua kapal pengungsi Rohingya tenggelam di Myanmar. UNHCR dan IOM menduga lebih dari 500 orang tewas. Mayoritas berasal dari Cox’s Bazar, Bangladesh.
Wisnu Cipto - Kamis, 16 Juli 2026
Nasib Tragis Pengungsi Rohingya, 500 Orang Diduga Tewas Tenggelam di Perairan Myanmar
Indonesia
Komedian Narji Gabung ke Partainya Jokowi, PKS Ikhlas
Melalui pernyataan resmi, jajaran petinggi PKS menyampaikan terima kasih atas dedikasi dan kontribusi Narji selama bergabung.
Dwi Astarini - Kamis, 09 Juli 2026
Komedian Narji Gabung ke Partainya Jokowi, PKS Ikhlas
Indonesia
Prabowo Masukkan Penyebaran LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter, PKS Beri Dukungan
PKS mendukung langkah Presiden Prabowo Subianto yang memasukkan penyebaran LGBTQ sebagai ancaman nonmiliter.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 07 Juli 2026
Prabowo Masukkan Penyebaran LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter, PKS Beri Dukungan
Indonesia
PKS Sebut Jokowi Masuk Akal Minta Prabowo-Gibran Dua Periode
Mardani menegaskan kelanjutan kepemimpinan Prabowo pada periode berikutnya sepenuhnya berada di tangan Prabowo sendiri
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 20 Juni 2026
PKS Sebut Jokowi Masuk Akal Minta Prabowo-Gibran Dua Periode
Bagikan