MerahPutih.com - Ledakan besar terjadi di sebuah bangunan yang dilaporkan sebagai tempat penyimpanan bahan peledak pertambangan di kota Namhkam, negara bagian Shan, Myanmar, Minggu (31/5).
Dilansir dari Anadolu, Senin (1/6), Otoritas Myanmar menyebutkan tragedi itu hingga kini tercatat menewaskan lebih dari 45 orang dan melukai sekitar 70 lainnya. Kantor berita Shwe Phee Myay melaporkan, dari korban tewas yang teridentifikasi, 25 adalah perempuan dan 30 laki-laki.
Baca juga:
7 Fakta Ledakan Bom Perang Dunia di Biak, 3 Korban Raib Hingga Sejarah Pertempuran AS-Jepang
TKP Dekat Perbatasan China Dikuasai Tentara TNLA
Lokasi ledakan berada sekitar 3 kilometer di selatan perbatasan China yang dikuasai Tentara Pembebasan Nasional Ta’ang (TNLA), kelompok bersenjata etnis yang memperjuangkan otonomi di Myanmar.
Dalam pernyataan di akun Telegram, TNLA mengakui menyimpan gelignit (bahan peledak) untuk digunakan di lokasi pertambangan dan penggalian.
Penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti ledakan telah dimulai,
Tentara Pembebasan Nasional Ta’ang (TNLA).
Proses Evakuasi Korban Masih Berlangsung
Stasiun televisi pemerintah China, CCTV, melaporkan banyak rumah penduduk rusak akibat ledakan tersebut. Foto dan video yang beredar menunjukkan kepulan asap besar membumbung dari lokasi kejadian. Bangunan rusak parah, dengan puing-puing berserakan di kawasan sekitar.
Baca juga:
Aung San Suu Kyi Dipindah ke Tahanan Rumah, Lokasi Dirahasiakan Junta Myanmar
Tim penyelamat masih melakukan pencarian korban di lokasi. Puluhan korban terluka lainnya dilaporkan juga masih terjebak di lokasi. Dilansir Antara, tim petugas bencana Myanmar telah menyerukan masyarakat untuk mendonorkan darah di Rumah Sakit Umum Namhkam. (*)

