MerahPutih.com - Ledakan bom peninggalan Perang Dunia II mengguncang kawasan Biak, Papua, Minggu (31/5) kemarin. Peristiwa ini menelan korban jiwa lima orang warga, sementara tiga lainnya masih dalam pencarian.
Aparat kepolisian, TNI, dan Basarnas langsung turun ke lokasi untuk mensterilkan area dan menyelidiki sumber ledakan.
Baca juga:
Aktivitas ledakan cukup masif, sempat terekam kamera CCTV yang terpasang di dekat kawasan pinggir pantai kawasan Pelabuhan Perikanan, Distrik Biak Kota. Berikut ini beberapa fakta soal kejadian ledakan Bom PD II di Biak:
Fakta-Fakta Seputar Sejarah Perang Dunia II di Biak
1. Posisi Strategis Biak di Perang Dunia II
Biak bukan sekadar pulau di pesisir Papua, melainkan pernah menjadi pusat pertempuran sengit antara Amerika Serikat dan Jepang pada 1944. Jenderal Douglas MacArthur memimpin serangan AS untuk merebut Biak dari Jepang, demi membangun lapangan terbang strategis menuju Filipina.
2. Gua Jepang dan Saksi Bisu Tewasnya Ribuan Prajurit
Pertempuran berlangsung brutal. Pasukan Jepang memanfaatkan gua dan tebing alami sebagai pertahanan. Amerika akhirnya menggunakan serangan udara dengan menumpahkan bahan bakar ke gua persembunyian Jepang lalu menembakinya dari atas. Ribuan tentara Jepang tewas, termasuk Letnan Kolonel Kuzume Naoyuki. Hingga kini, Gua Jepang di Biak menjadi saksi bisu pertempuran tersebut.
Baca juga:
Presiden Prabowo: Kalau Terjadi Perang Dunia III, Indonesia Termasuk Negara Aman
Fakta Seputar Ledakan Bom Sisa Perang Dunia II di Biak
1. Bom Meledak di Bawah Rumah Warga
Belum jelas bagaimana bom peninggalan PD II itu bisa berada di bawah rumah warga, namun ledakan menimbulkan kerusakan parah.
2. Korban Jiwa dan Luka-Luka
Polisi mengonfirmasi lima orang meninggal dunia, belasan luka-luka, dan tiga orang masih hilang.
3. Diduga Masih Ada Bom Sisa Perang Dunia II lainnnya
Tim Gegana Polda Papua melakukan sterilisasi lokasi karena kemungkinan masih ada bom tersisa.
4. Potongan Tubuh Korban Ditemukan
Selama proses sterilisasi, pihak keamanan menelusuri kawasan ledakan. Di sana mereka menemukan beberapa potongan tubuh korban ledakan.
5. Sterilisasi Jadi Prioritas, Baru Pencarian 3 Orang Hilang
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Cahyo Sukarnito, menegaskan sterilisasi lokasi harus dilakukan sebelum pencarian korban hilang dilanjutkan.
(Tka)

