PKS dan Nasdem Sepakat Kebijakan Pemerintah Jangan Dilakukan Serampangan

Eddy FloEddy Flo - Rabu, 29 Januari 2020
 PKS dan Nasdem Sepakat Kebijakan Pemerintah Jangan Dilakukan Serampangan

Presiden PKS Sohibul Iman (kiri) bersama Ketua Umum Nasdem Surya Paloh di Kantor DPP Nasdem Jakarta Pusat (Foto: Twitter @PKSejahtera)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Pimpinan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mendatangi Kantor Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Nasional Demokrat (Nasdem) di Gondangdia, Jakarta Pusat, Rabu (29/1) sore.

Presiden PKS Sohibul Iman mengatakan ada tiga hal yang dibahas kedua partai. Pertama, kedua partai saling melaporkan perkembangan terkini sejak pertemuan mereka akhir tahun lalu.

Baca Juga:

Pertemuan NasDem dan PKS Simbol Perlawanan Paloh kepada Megawati

Menurutnya, pertemuan tersebut memiliki dampak positif bagi hubungan kader-kader antara kedua partai di daerah.

"Kami masing-masing melaporkan bahwa dari pertemuan yang disebut pelukan kebangsaan oleh wartawan pada waktu itu, ternyata memberikan dampak lumayan baik bagi hubungan PKS dan Nasdem di tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota," ujar Sohibul.

Ketua Umum Nasdem Surya Paloh bersama Presiden PKS Sohibul Iman dalam pertemuan di Kantor DPP Nasdem
Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh bersama Presiden PKS Sohibul Iman dalam pertemuan di Kantor DPP Nasdem, Jakarta Pusat, Rabu (29/1) (Foto: Twitter @PKSejahtera)

Hal kedua yang dibahas adalah mengenai perkembangan teknologi di Indonesia. Menurutnya, dia sangat tertarik dengan materi tersebut karena latar belakang pendidikannya di bidang teknologi.

"Saya sebagai orang yang dulu kuliah S1 dan S2 di bidang teknologi tertarik. Karena itu kami juga berbincang-bincang, bagaimana ke depannya kita bisa sama-sama meneguhkan platform bangsa ini di dalam kemajuan teknologi," ucapnya.

Mantan Wakil Ketua DPR ini menyebut kedua partai juga membahas omnibus law. PKS memandang omnibus law merupakan sesuatu yang sangat penting untuk diperhatikan. Oleh karenanya, PKS melalui Nasdem menitipkan pesan supaya pemerintah merumuskan omnibus law secara baik dan tidak boleh serampangan.

"Ini sesuatu yang baru yang dikenalkan oleh Pak Joko Widodo dan tentu akan menimbulkan banyak perubahan. Bayangkan saja 79 undang-undang kemudian disatukan menjadi omnibus law, pastinya akan menimbulkan sesuatu yang luar biasa," ucapnya.

"Jadi PKS datang kesini untuk minta penjelasan dari orang pertama (Nasdem sebagai partai koalisi pemerintah). Kami memandang omnibus law ini sesuatu yang sangat penting dan akan menjadi sangat sensitif kalau tidak dikelola secara baik," kata dia.

Sohibul mengatakan, PKS sekaligus meminta klarifikasi soal beredarnya draf omnibus law RUU Cipta Lapangan Kerja.

PKS dan Nasdem berharap pemerintah tidak serampangan dalam mengeluarkan peraturan
Pertemuan PKS dan Nasdem di Kantor DPP Nasdem (Foto: MP/Kanu)

"PKS sebagai partai politik yang memang tidak mau terjebak pada sesuatu yang sifatnya hoaks, yang beredar tidak jelas sumbernya, maka kedatangan kami ke sini adalah salah satunya kami bertanya langsung kepada Bang Surya," tutur dia.

Menurut dia, pembahasan soal omnibus law RUU Cipta Lapangan Kerja akan menjadi isu yang sensitif.

Sohibul berharap, pemerintah dapat mengelola pembahasan omnibus law tersebut dengan hati-hati. Apalagi, lanjut Sohibul, omnibus law merupakan barang baru.

"Selain karena ini adalah sesuatu yang baru yang kita introduce di pemerintahan Pak Jokowi, juga tentu akan menimbulkan banyak perubahan-perubahan. Bayangkan 79 undang-undang kemudian disatukan menjadi omnibus law. Tentu ini akan menimbulkan sesuatu yang luar biasa," ujar Sohibul.

Selain membahas soal omnibus law RUU Cipta Lapangan Kerja, Sohibul mengatakan, dalam pertemuan itu dibahas soal progres di internal partai setelah pertemuan antara PKS dan NasDem pada Oktober 2019.

Sohibul menyatakan, pertemuan dirinya dan Surya kala itu membawa dampak positif bagi hubungan kedua partai di tingkat provinsi dan kabupaten/kota.

Baca Juga:

Matangkan Rencana Koalisi, Nasdem Bakal Gelar Pertemuan Lanjutan dengan PKS

"Kami masing-masing melaporkan bahwa dari pertemuan yang rekan-rekan wartawan sebut sebagai pelukan kebangsaan pada waktu itu, ternyata memberikan dampak yang lumayan baik bagi hubungan antarpartai politik secara khusus PKS dengan Nasdem di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota," tutur dia.

Selain itu, Sohibul mengatakan dirinya dan Surya membicarakan visi dan misi untuk menyejahterakan Indonesia.

"Kami juga tadi berbincang-bincang bagaimana ke depan kita bisa sama-sama meneguhkan platform bangsa ini di dalam penguatan kemampuan teknologi," pungkas Sohibul Iman.(Knu)

Baca Juga:

Komentar Gerindra Terkait Manuver Nasdem Temui PKS

#Partai Nasdem #Partai Keadilan Sejahtera (PKS) #Sohibul Iman #Surya Paloh #Omnibus Law
Bagikan
Ditulis Oleh

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian

Berita Terkait

Indonesia
Gerindra Bantah Isu Fusi dengan NasDem, Dasco: Tidak Pernah Dibahas
Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, membantah soal isu merger dengan NasDem. Ia menegaskan, tidak ada pembicaraan resmi.
Soffi Amira - Rabu, 22 April 2026
Gerindra Bantah Isu Fusi dengan NasDem, Dasco: Tidak Pernah Dibahas
Indonesia
DPW NasDem Jatim Sampaikan Sikap Resmi Terkait Isu Merger
DPW Partai Nasdem Jawa Timur menegaskan tetap menghormati kebebasan pers sebagai salah satu pilar demokrasi.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 15 April 2026
DPW NasDem Jatim Sampaikan Sikap Resmi Terkait Isu Merger
Indonesia
Sebut Kader Pindah ke PSI Bisa Dihitung Jari, Saan Mustopa: NasDem Tetap Solid
Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Saan Mustopa menegaskan kondisi internal partainya tetap solid meskipun sejumlah kader diketahui berpindah ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Frengky Aruan - Senin, 13 April 2026
Sebut Kader Pindah ke PSI Bisa Dihitung Jari, Saan Mustopa: NasDem Tetap Solid
Indonesia
Fusi Partai NasDem dan Gerindra Bukan Perkara Mudah, Saan Mustopa: Belum Menjadi Pembicaraan Internal
Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Saan Mustopa menanggapi munculnya isu mengenai kemungkinan fusi atau penggabungan antara Partai NasDem dengan Partai Gerindra.
Frengky Aruan - Senin, 13 April 2026
Fusi Partai NasDem dan Gerindra Bukan Perkara Mudah, Saan Mustopa: Belum Menjadi Pembicaraan Internal
Indonesia
Sampai 20 Politisi Bakal Gabung PSI karena Jokowi, Termasuk dari Partai NasDem
Hal ini disampaikan Ketua Bidang Politik DPP PSI, Bestari Barus, yang juga menjelaskan ada politisi yang rela meninggalkan jabatan strategis di parlemen demi bergabung.
Frengky Aruan - Senin, 13 April 2026
Sampai 20 Politisi Bakal Gabung PSI karena Jokowi, Termasuk dari Partai NasDem
Indonesia
Kelakar saat RDP Komisi XIII DPR RI di Tengah Isu Merger NasDem-Gerindra: dari Gondangdia ke Kertanegara
Candaan disampaikan Ketua Komisi XIII DPR Willy Aditya melihat anggota DPR Fraksi NasDem Muslim Ayub duduk bersebelahan dengan anggota DPR Fraksi Gerindra Anwar Sadad dalam ruang rapat.
Frengky Aruan - Senin, 13 April 2026
Kelakar saat RDP Komisi XIII DPR RI di Tengah Isu Merger NasDem-Gerindra: dari Gondangdia ke Kertanegara
Indonesia
Willy Aditya Kelakar Soal Merger Gerindra-NasDem di Rapat DPR
Willy Aditya berkelakar soal merger Gerindra dan NasDem dalam rapat DPR. Candaan ini muncul di tengah isu politik yang tengah berkembang.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 13 April 2026
Willy Aditya Kelakar Soal Merger Gerindra-NasDem di Rapat DPR
Indonesia
Kabar Jokowi 'Caplok' Partai NasDem, Jubir PSI Bestari: Tidak Benar, Coba Bentuk Opini Publik Negatif
Jubir PSI yang merupakan mantan kader NasDem heran Jokowi selalu disebut-sebut.
Frengky Aruan - Senin, 13 April 2026
Kabar Jokowi 'Caplok' Partai NasDem, Jubir PSI Bestari: Tidak Benar, Coba Bentuk Opini Publik Negatif
Indonesia
Isu Gibran Akuisisi NasDem, Wibi Andrino: Hebat Banget
Ketua DPW NasDem DKI Wibi Andrino merespons isu Gibran ingin mengakuisisi NasDem. Ia menyebut hal itu berani, namun membuka peluang jika ingin bergabung.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 13 April 2026
Isu Gibran Akuisisi NasDem, Wibi Andrino: Hebat Banget
Indonesia
Bantah Isu Ambil Alih NasDem, Jokowi: Jangan Menuduh yang Tidak Benar
Jokowi membantah isu ingin mengambil alih Partai NasDem dan NasDem Tower. Ia menegaskan tudingan tersebut tidak benar dan tidak masuk akal.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 13 April 2026
Bantah Isu Ambil Alih NasDem, Jokowi: Jangan Menuduh yang Tidak Benar
Bagikan