Pj DKI 1 Sebut Anak Buahnya Tidak Tidur Tangani Gangguan Ginjal Akut

Zulfikar SyZulfikar Sy - Kamis, 20 Oktober 2022
Pj DKI 1 Sebut Anak Buahnya Tidak Tidur Tangani Gangguan Ginjal Akut

Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono diwawancarai wartawan ketika meninjau antisipasi banjir di Kampung Pulo, Jatipadang, Jakarta Selatan, Rabu (19/10/2022). ANTARA/Dewa Ketut Sudiarta Wigu

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pemerintah DKI Jakarta terus melakukan upaya penanganan gangguan ginjal akut misterius yang saat ini menyerang anak-anak.

"Insyaallah siap (dalam penanganan). Mudah-mudahan tidak lebih banyak pasiennya ataupun gejala itu ya. Kan gejalanya macam-macam, belum tentu ke arah itu kan (gangguan ginjal)," kata Penjabat (Pj) Gubernur DKI Heru Budi Hartono di Jakarta, Kamis (20/10).

Menurut Pj DKI 1 ini, kasus ginjal akut perlu ditangani secepatnya oleh pemerintah, bila tidak anak-anak Jakarta akan terus berjatuhan. Terlebih sejauh ini, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah memberikan arahan untuk penanganan penyakit tersebut.

Baca Juga:

Pemerintah Didesak Umumkan Nama Obat Sirop Pemicu Gangguan Ginjal Akut

"Kita sudah ada arahan dari Kementerian Kesehatan, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) juga sudah ada (arahan)," papar dia.

Mantan Wali Kota Jakarta Utara ini mengungkapkan bahwa jajaran di bawahnya sudah bekerja dalam penanganan gangguan ginjal akut ini.

"Alternatif-alternatif Bu Kadis (Widyastuti) dari 4 hari yang lalu sudah gak tidur koordinasi terus dengan Dirjen (Pelayanan Kesehatan Kemenkes)," papar Heru.

Sebelumnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI mencatat sudah ada 71 kasus ginjal akut misterius di Jakarta hingga Rabu (19/10) kemarin.

Adapun pada tanggal 13 Oktober 2022, Dinkes DKI melaporkan ada 42 gangguan ginjal akut misterius.

"Tercatat 71 kasus gagal ginjal akut. Itu mulai dari Januari hingga 19 Oktober," ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta Widyastuti, Kamis (20/10).

Baca Juga:

Legilastor Soroti Simpang-siur Informasi Gangguan Ginjal Akut Anak

Makin masifnya penyebaran ginjal akut ini, lanjut Widyastuti, pihaknya terus berupaya meningkatkan kewaspadaan kesehatan pada sejumlah anak di ibu kota.

"Kesiapan kita adalah mengumpulkan seluruh RS (rumah sakit) di DKI untuk melakukan sosialisasi edukasi terkait PSE (penyelenggara sistem elektronik) yang sudah dikeluarkan Kemenkes. Sehingga ada sensitivitas dan identifikasi lebih dini apakah memang di RS ada kasus yang belum dilaporkan," ujar Dwi.

Menurut dia, bila rumah sakit di Jakarta ada temuan kasus tersebut, langsung diberikan tindakan sesuai dengan arahan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.

"Jadi kami menyisir semua RS di DKI apakah memang ada kasus di sana dan dilaporkan ke kita," papar dia.

Dia menerangkan, untuk saat ini, Dinkes DKI terus melakukan koordinasi dengan rumah sakit vertikal dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk melakukan pembekalan terhadap perawat dan dokter anak.

"Sehingga nanti akan ada lebih banyak tim SDM (sumber daya manusia) nakes (tenaga kesehatan) yang bisa menangani kasus ini (ginjal akut)" ucap Dwi. (Asp)

Baca Juga:

Temuan Gangguan Ginjal Akut di DKI Bertambah Jadi 71 Kasus

#Ginjal #Gagal Ginjal
Bagikan
Ditulis Oleh

Asropih

Berita Terkait

Indonesia
KPCDI Kritik Pemerintah, Pasien Gagal Ginjal Minim Informasi Alternatif selain Hemodialisis
Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia (KPCDI) menilai, pemerintah gagal memberikan informasi mengenai pilihan terapi pengganti ginjal.
Soffi Amira - Kamis, 12 Maret 2026
KPCDI Kritik Pemerintah, Pasien Gagal Ginjal Minim Informasi Alternatif selain Hemodialisis
Lifestyle
[HOAKS atau FAKTA]: Minum Air Putih Sambil Berdiri Bisa Picu Penyakit Batu Ginjal
Beredar informasi yang menyebut minum sambil berdiri dapat memicu penyakit batu ginjal. Cek faktanya dari ahli.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 08 Februari 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Minum Air Putih Sambil Berdiri Bisa Picu Penyakit Batu Ginjal
Indonesia
Nyawa Taruhannya, Komunitas Pasien Cuci Darah: Penonaktifan BPJS PBI Langgar HAM
Banyak pasien gagal ginjal kini kehilangan akses pengobatan cuci darah secara mendadak setelah kepesertaan BPJS Kesehatan PBI dinonaktifkan tanpa pemberitahuan.
Wisnu Cipto - Kamis, 05 Februari 2026
Nyawa Taruhannya, Komunitas Pasien Cuci Darah: Penonaktifan BPJS PBI Langgar HAM
Indonesia
Gaya Hidup Picu Gagal Ginjal di Kalangan Remaja, DPR Desak Solusi Tunggakan BPJS
Memang perlu ada koordinasi yang lebih baik antara rumah sakit dan BPJS
Angga Yudha Pratama - Jumat, 18 April 2025
Gaya Hidup Picu Gagal Ginjal di Kalangan Remaja, DPR Desak Solusi Tunggakan BPJS
Indonesia
Cegah Gagal Ginjal Anak, Disdik DKI Inspeksi Rutin Penjualan Makanan di Sekolah
Dinas Pendidikan DKI Jakarta berperan penting dalam upaya pencegahan dan penanganan kasus gagal ginjal pada anak.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 05 September 2024
Cegah Gagal Ginjal Anak, Disdik DKI Inspeksi Rutin Penjualan Makanan di Sekolah
Indonesia
DPR Soroti Kasus Diabetes dan Gagal Ginjal Anak yang Makin Meningkat
DPR menyoroti kasus diabetes dan gagal ginjal anak yang kini semakin meningkat. Pemerintah diminta untuk melindungi anak-anak dari penyakit tersebut.
Soffi Amira - Senin, 29 Juli 2024
DPR Soroti Kasus Diabetes dan Gagal Ginjal Anak yang Makin Meningkat
Lifestyle
Kebiasaan Mengonsumsi Garam Beresiko Terkena Gagal Ginjal
Kualitas maupun bentuk ginjal akan terdampak dan penderitanya bisa saja memerlukan alat bantu seperti mesin cuci darah. Tekanan darah dalam tubuh juga ikut meningkat secara keseluruhan.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 20 Juli 2024
Kebiasaan Mengonsumsi Garam Beresiko Terkena Gagal Ginjal
Lifestyle
Nam Yoon-su Melakukan Donor Ginjal, Bagaimana Pemulihan hingga Pantangannya?
Aktor Nam Yoon Su melakukan tindakan operasi pada ginjalnya untuk didonorkan pada ayahnya yang sakit.
Frengky Aruan - Rabu, 17 Juli 2024
Nam Yoon-su Melakukan Donor Ginjal, Bagaimana Pemulihan hingga Pantangannya?
Lifestyle
Pasien Penyakit Ginjal Kronis Butuh Terapi Obat Anemia
Dwi Astarini - Selasa, 30 April 2024
Pasien Penyakit Ginjal Kronis Butuh Terapi Obat Anemia
Lifestyle
Di Indonesia Mayoritas Pasien Gagal Ginjal Berusia Muda
"Gejalanya bervariasi, dari yang ringan sampai yang berat. Namun, sebagian besar pasien tidak bergejala,” kata Hafiz.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 27 Maret 2024
Di Indonesia Mayoritas Pasien Gagal Ginjal Berusia Muda
Bagikan