Headline

Pilkada Surabaya 2020, PDI Perjuangan Disarankan Perhatikan Jaringan Risma

Eddy FloEddy Flo - Sabtu, 11 Mei 2019
 Pilkada Surabaya 2020, PDI Perjuangan Disarankan Perhatikan Jaringan Risma

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. (MP/Budi Lentera)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memiliki pengaruh dan jaringan yang lumayan bagus dalam Pilkada Surabaya 2020 nanti.

Menurut pengamat politik Universitas Trunojowo Madura Surokin Abdussalam, Risma mempunyai 'jurus laba-laba' untuk mengatrol calon yang diusung PDI Perjuangan.

"Terkait kontes internal di PDI Perjuangan Surabaya, keberadaan Risma sebagai kader partai dari birokrat bisa jadi belum mengakar di kalangan 'grassroot' (akar rumput) PDI Perjuangan Surabaya. Namun, prestasi kerja yang memuaskan di atas 68 persen membuat tingkat kepuasan masyarakat Surabaya tinggi kepada Risma," kata Surokim di Surabaya, Sabtu (11/5).

Tak heran, lanjut dia, jika pengaruh Wali Kota Risma dalam pilkada berdasarkan hasil survei yang dilakukan Surabaya Survey Center (SSC) per Februari 2019 bisa mencapai 9 persen. Artinya siapa saja calon yang mendapat dukungan Risma otomatis mendapat tambahan angka elektabilitas sebesar 9 persen.

Ketum PDIP Megawati bersama Risma
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati bersama Risma (MP/Rizki Fitrianto)

Menurut dia, faktor keberhasilan ini biasanya memiliki daya "sounding" yang cukup signifikan ke DPP PDI Perjuangan dan pemegang otoritas PDI Perjuangan khususnya ketua umum.

"Itu yang membuat Risma selalu diperhitungkan dalam dinamika PDIP Kota Surabaya," katanya.

Apalagi Risma masih memiliki kedekatan dengan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati.

"Kendati samar-samar terdengar hubungan bu Risma dan bu Megawati tidak semesra sebelum Pilkada Jatim, tetapi DPP PDI Perjuangan selama ini juga menghitung hasil survei dan elektabilitas atas pilihan masyarakat tidak semata menghitung kader organik PDI Perjuangan," ujarnya.

Dua hal itu, menurut peneliti SSC ini, yang membuat pengaruh Risma dalam kontes Pilkada Surabaya mendatang tetap harus dihitung cermat dalam internal PDI Perjuangan Kota Surabaya. Jika kemudian Risma kalah dalam perebutan pengaruh calon di internal PDI Perjuangan Kota Surabaya, sebagai wali kota dua periode, Risma masih tetap menjadi "magnitude" tokoh yang memiliki relasi ke banyak pihak.

"Beliau masih bisa memainkan jurus jaring laba laba untuk masuk ke lintas partai," kata Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya (FISIB) Universitas Trunojoyo ini.

Berbekal keberhasilan pembangunan lingkungan kota yang diakui banyak pihak, kata dia, "legacy" itu akan menjadi narasi ampuh yang butuh dilanjutkan oleh calon yang punya koneksi khusus ke beliau demi "sustainability".

Hal ini, menurut Surokin Abdussalam sebagaimana dilansir Antara, yang membuat beberapa partai bisa tergiur membangun koalisi dengan Risma. Apalagi relasi itu potensial cair dan dinamis serta punya potensi kesetaraan koalisi membuat koalisi risma bisa kian mengiurkan.

Kendati harus diakui di internal PDI Perjuangan, faksi Risma tergolong hanya bisa berpengaruh ke DPP dan massa nonkader, tetapi jika menggunakan pertimbangan hasil survei calon yang diusung Risma potensial jadi kuda hitam.(*)

#Tri Rismaharini #Wali Kota Surabaya #PDI Perjuangan #Pengamat Politik
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
DPR Soroti Fenomena 'Inflasi Pengamat', Kritik Dinilai Bisa Jadi Propaganda
DPR menilai fenomena 'inflasi pengamat' relevan. Habiburokhman menyebut sebagian kritik bersifat provokatif hingga berpotensi jadi propaganda politik.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 13 April 2026
DPR Soroti Fenomena 'Inflasi Pengamat', Kritik Dinilai Bisa Jadi Propaganda
Indonesia
Perang AS-Israel vs Iran, Pengamat Minta Indonesia Tetap Netral dan Dorong Perdamaian
Perang AS-Israel vs Iran kini makin memanas. Pengamat pun meminta Indonesia agar tetap netral dan mendorong perdamaian.
Soffi Amira - Jumat, 06 Maret 2026
Perang AS-Israel vs Iran, Pengamat Minta Indonesia Tetap Netral dan Dorong Perdamaian
Indonesia
Pengamat Sebut Konflik AS-Israel vs Iran Berpotensi Jadi Krisis Global, jika Rusia dan China Terlibat
Perang antara AS-Israel vs Iran bisa menjadi krisis global, jika Rusia dan China ikut terlibat.
Soffi Amira - Kamis, 05 Maret 2026
Pengamat Sebut Konflik AS-Israel vs Iran Berpotensi Jadi Krisis Global, jika Rusia dan China Terlibat
Indonesia
Pejabat OJK Mundur Massal, PDIP: Bentuk Tanggung Jawab Moral dan Keteladanan Baru
Hasto Kristiyanto mengapresiasi langkah sejumlah pejabat teras Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) mengundurkan diri
Frengky Aruan - Sabtu, 31 Januari 2026
Pejabat OJK Mundur Massal, PDIP: Bentuk Tanggung Jawab Moral dan Keteladanan Baru
Indonesia
Pengamat Nilai Polri di Bawah Kementerian Bisa Buka Ruang Politisasi Hukum
Wacana penempatan Polri di bawah Kementerian menjadi perdebatan. Pengamat menilai, hal itu bisa menimbulkan ruang politisasi hukum.
Soffi Amira - Rabu, 28 Januari 2026
Pengamat Nilai Polri di Bawah Kementerian Bisa Buka Ruang Politisasi Hukum
Indonesia
Soroti Putusan PTUN, Pakar Hukum Tata Negara Sebut Kepemimpinan Ketua MK Suhartoyo Ilegal
Pakar Hukum Tata Negara, Muhammad Rullyandi menyebutkan, bahwa kepimpinan Ketua Mahkamah Konstitusi, Suhartoyo, dianggap ilegal.
Soffi Amira - Kamis, 08 Januari 2026
Soroti Putusan PTUN, Pakar Hukum Tata Negara Sebut Kepemimpinan Ketua MK Suhartoyo Ilegal
Indonesia
Pengamat Nilai Candaan Prabowo soal PKB Bukan Guyonan, Ada Pesan untuk Cak Imin
Presiden RI, Prabowo Subianto, sempat bercanda soal mengawasi gerak-gerik PKB. Menurut pengamat, hal itu bukanlah guyonan semata.
Soffi Amira - Rabu, 07 Januari 2026
Pengamat Nilai Candaan Prabowo soal PKB Bukan Guyonan, Ada Pesan untuk Cak Imin
Indonesia
Nicolas Maduro Ditangkap AS, Jerry Massie Ungkap 2 Alasan Utama di Baliknya
Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, ditangkap oleh otoritas AS. Pengamat politik, Jerry Massie mengatakan, bahwa ini menjadi bukti dominasi politik dan militer AS.
Soffi Amira - Senin, 05 Januari 2026
Nicolas Maduro Ditangkap AS, Jerry Massie Ungkap 2 Alasan Utama di Baliknya
Indonesia
Publik Figur Dinilai Hiasi Bencana Sumatra dengan Narasi Menyesatkan, Pengamat: Hanya Memperpanjang Penderitaan Korban
Publik figur kini diminta untuk tidak menyebarkan narasi menyesatkan soal bencana Sumatra. Pengamat menilai, hal itu hanya memperpanjang penderitaan.
Soffi Amira - Senin, 08 Desember 2025
Publik Figur Dinilai Hiasi Bencana Sumatra dengan Narasi Menyesatkan, Pengamat: Hanya Memperpanjang Penderitaan Korban
Indonesia
Pemerintah Harus Bayar Utang Whoosh Rp 1,2 Triliun per Tahun, Pengamat Sebut Bisa Jadi Bom Waktu
Pemerintah harus membayar utang Whoosh senilai Rp 1,2 triliun per tahun. Pengamat pun mengatakan, bahwa ini bisa menjadi bom waktu.
Soffi Amira - Rabu, 05 November 2025
Pemerintah Harus Bayar Utang Whoosh Rp 1,2 Triliun per Tahun, Pengamat Sebut Bisa Jadi Bom Waktu
Bagikan