Petinggi FPI Lolos Seleksi Calon Komisioner Komnas HAM?
Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai (kiri) dan Hafid Abbas (kanan) berjalan seusai melakukan pertemuan dengan Menko polhukam Wiranto di Jakarta, Jumat (9/6). (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Koalisi Selamatkan Komnas HAM menemukan ada sejumlah nama calon yang terkait dalam organisasi radikal lolos tahap seleksi calon komisioner Komnas HAM.
Diantara nama-nama itu, tersebut satu diantaranya, yaitu Zainal Abidin yang merupakan Ketua Badan Hukum FPI Jawa Tengah.
Menanggapi hal itu, Aktivis Lembaga Study dan Advokasi Masyarakat (ELSAM) Andi Muttaqien menyatakan tidak mempermasalahkan pencalonan siapapun untuk menduduki komisioner Komnas HAM.
Namun yang menjadi catatan, kedepannya kredibilitas Komnas HAM akan dipertaruhkan.
"Komnas HAM sebagai lembaga negara independen diberikan mandat untuk melakukan pengawasan dan penghapusan diskriminasi RAS dan Etnis, perlindungan dan penegakan HAM," kata Andi saat konferensi pers di Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (2/7).
Menurutnya, sangat sulit untuk memperbaiki kinerja Komnas HAM, jika komisioner periode berikutnya diisi oleh anggota yang nyata-nyata tidak sejalan dengan mandat utama Komnas HAM.
"Ya, kalau ada anggota FPI lolos, kita tinggal lihat independensinya dan kinerja terhadap pemenuhan HAM," ucapnya.
Atas dasar itu, sebelumnya Koalisi Selamatkan KOMNAS HAM sudah melakukan penelusuran dan penilaian terhadap 60 calon komisioner Komnas HAM.
"Kalau ternyata dia anti terhadap keberagaman, dia sering bubarkan diskusi yang justru itu adalah forum akademik misalnya, atau dia bahkan melakukan atau terlibat dalam kekerasan yang berbasis atas nama agama sebaiknya dia tidak diteruskan," imbaunya. (Fdi)
Bagikan
Berita Terkait
DPR Desak LPSK dan Komnas HAM Kawal Kasus Penganiayaan Lansia di Pasaman
Diusulkan Jadi Presiden Dewan HAM PBB, DPR: Kepercayaan Dunia terhadap Indonesia akan Meningkat
DPR Warning Kementerian HAM: Peta Jalan Penyelesaian Pelanggaran HAM Jangan Cuma Jadi Pajangan, Implementasi Harus Se-Progresif Dialognya
METHOSA Rilis Single 'Adu Domba', Angkat tentang Aksi Kamisan dan Rentetan Tragedi HAM
DPR Sambut Peta Jalan Penyelesaian HAM Berat, Negara Diminta Tak Lagi Menunda
Komnas HAM Kecewa Soeharto Diberi Gelar Pahlawan Nasional, Minta Kasus Dugaan Pelanggaran di Masa Lalu Tetap Harus Diusut
Ruang Pelayanan HAM di Kantor KemenHAM Dinamakan Marsinah, Natalius Pigai Bocorkan Makna di Baliknya
Mantan Kapolres Ngada Dipenjara 19 Tahun karena Cabuli Bocah, Bukti Jabatan dan Pangkat tak Bisa jadi Tameng dalam Pelanggar HAM
Komnas HAM Sebut Restorative Justice tak Boleh Dipakai untuk Kasus HAM Berat dan TPKS
Kemenkumham Soroti 10 Isu Krusial HAM dalam Pembahasan RUU KUHAP