MerahPutih.com - Angka penyebaran kasus COVID-19 di Jawa Timur mulai melandai. Hal ini terlihat dari kondisi beberapa rumah sakit rujukan COVID-19 yang mulai nol pasien.
Ketua Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) Jatim, dr Dodo Anando MPh menyampaikan, hampir dari semua RS rujukan COVID-19 di Jawa Timur sudah berstatus zero pasien.
Baca Juga
Jawa Timur Keluar dari Zona Merah COVID-19, Khofifah: Alhamdulillah!
"Di Jatim ini ada 297 rumah sakit. Dari 297 tersebut, 165 merupakan RS rujukan COVID-19. Dan hampir semua rujukan itu sudah nggak ada pasien lagi alias nol pasien. Tapi saya belum bisa memastikannya. Lebih dari 70 persen dari 165 itu sudah 0 atau zero pasien COVID-19," terang Dodo di Surabaya, Selasa (5/10).
Seperti terlihat di RSI A Yani Surabaya, hanya ada satu orang pasien COVID-19 di RS tersebut dari total 101 TT (keterisian tempat tidur). Pada pekan lalu sempat nol pasien COVID-19. Begitu pula di Rumah Sakit Lapangan (RSL) Kogabwilhan II di Jl. Indrapura Surabaya.
Tren penurunan pasien COVID-19 ini cukup baik. Tapi bagaimanapun juga kita tetap harus hati-hati. Maksudnya, tetap harus ditracing, pasien asalnya dari mana. Terus kasus baru di Surabaya kecil begitupun kasus baru di Jatim juga," tegasnya.
Ia menghimbau kepada masyarakat tak menganggap pandemi ini berakhir. Sebab, COVID-19 masih belum hilang. Masyarakat harus menjalankan prokes dengan tertib tanpa kendor.
"Sayangnya, ya saat ini saya mulai sering lihat orang di jalan pakai motor maskernya diplorot mulutnya tertutup tapi hidungnya terlihat. Untuk itu, masyarakat ya jangan sembrono lah, nganggap Covid belum habis, supaya penularan segera berhenti," tambah Dodo.
Selain itu, tracing harus berjalan meski kasus melandai dan vaksinasi juga harus dipercepat, sebab sebelum 100 persen masyarakat harus sudah tervaksin.
"Ini harus betul-betul diperkuat. Jika ada orang yg tanya apakah mungkin ada gelombang 3? Ya kita lihat saja nanti, tergantung dari masyarakat ini yang prokesnya mau dijalankan atau nggak," sindirnya.
Untuk itu, PERSI Jatim tetap meminta dirut RS Rujukan COVID-19 tak langsung mengkonversi TT ke non virus Corona.
"Harus tetap siaga, sebab segala kemungkinan bisa terjadi. Harus ada persiapan. SDM, obat-obatannya, sudah saya ingatkan pada setiap pertemuan agar diterapkan," pungkas Dodo. (Andika Eldon/Jawa Timur)
Baca Juga