Sains

Pernah Ada Buaya Vegetarian

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Senin, 14 September 2020
Pernah Ada Buaya Vegetarian

Gigi-gigi tajam itu siap menerkam mangsa. (unsplash/r_j_)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

HEWAN buas bergigi tajam. Begitu pasti bayangan kamu tentang buaya. Hewan ini siap menerkam hewan lain, bahkan manusia untuk dimakan.

Namun, siapa sangka. Ternyata dulu pernah ada buaya vegetarian. Studi menemukan bahwa beberapa jenis buaya pada zaman dinosaurus dulu itu vegetarian.

Baca juga:

Ini 3 Penangkaran Buaya yang Ada di Indonesia

Melansir laman New York Post, penemuan yang dipublikasikan di laman Current Biology ini didasarkan pada fosil yang bertahan lama setelah banyak spesies buaya purba punah.

VICE menuliskan dua peneliti bernama Keegan Melstrom dan Randall Irmis, memeriksa 146 gigi dari 16 jenis crocodyliforms yang sudah punah. Studi para peneliti Natural History Museum of Utah itu mengacu pada keluarga reptil yang mencakup buaya modern, aligator, dan gharial.

Sama seperti saat meneliti manusia, banyak hal yang bisa ditemukan dari sebuah gigi. Dengan penelitian ini, fosil gigi buaya-buaya tersebut bisa menunjukkan apa diet yang dimiliki masing-masing jenis keluarga reptil.

Gambaran jenis-jenis gigi buaya yang sudah punah, gigi-gigi ini bisa menunjukkan apa diet yang dimiliki para buaya. (twitter/@gulosuchus)

Para peneliti menggunakan teknik untuk menyimpulkan apa yang dimakan mamalia yang punah. Melstrom dan Irmis menganalisis dimensi dan struktur gigi yang memfosil dan membandingkannya dengan buaya yang masih hidup.

Baca juga:

Strategi Jitu Lolos dari Serangan Buaya

Pada mamalia, struktur gigi yang lebih kompleks menunjukkan pola makan omnivora atau herbivora. Sementara karnivora memiliki gigi yang relatif sederhana yang disesuaikan dengan daging robek.

Peneliti tidak dapat mengetahui apa jenis tanaman Mesozoikum yang dimakan oleh para buaya vegetarian karena isi perutnya tidak diawetkan. "Lebih memungkinkan untuk mempelajari lebih lanjut tentang makanan mereka dengan mencari isotop dalam fosil gigi," ucap Melstrom dalam penelitian.

Selain itu, penelitian ini juga menemukan bahwa para crocodyliform vegetarian ini setidaknya telah berevolusi sebanyak tiga atau paling banyak enam kali.

Studi ini menunjukkan crocodyliforms herbivora sebenarnya lebih umum daripada yang diperkirakan sebelumnya. Menurut Science Alert, spesies ini terdapat di seluruh Mesozoikum dan di sebagian besar benua.

Melstrom berharap penelitian ini dapat menginspirasi penelitian baru lainnya, yang mencari tahu kenapa buaya karnivora berhasil melewati peristiwa kepunahan yang memusnahkan buaya vegetarian. "karena lebih fleksibel, sepertinya fleksibilitas ini yang membuat buaya karnivor berhasil bertahan," ucap Melstrom kepada VICE.

Para peneliti saat ini sedang berusaha untuk merekonstruksi pola makan para crocodyliforms ini. Mereka mencoba menyelidiki mengapa makhluk ini menjadi begitu beragam pada zaman dinosaurus. (lev)

Baca juga:

Hati-Hati! Buaya Suka Berkeliaran Setelah Banjir Surut

#Buaya #Sains
Bagikan
Ditulis Oleh

Ikhsan Aryo Digdo

Learner.

Berita Terkait

Indonesia
Temui Profesor Oxford hingga Imperial College, Prabowo Ingin Bangun 10 Kampus Baru di Indonesia
Presiden Prabowo Subianto bertemu profesor dari 24 universitas top Inggris yang tergabung dalam Russell Group. Kerja sama pendidikan hingga rencana bangun 10 kampus baru di Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 22 Januari 2026
Temui Profesor Oxford hingga Imperial College, Prabowo Ingin Bangun 10 Kampus Baru di Indonesia
Fun
Water Turbine Project: Inisiatif Pendidikan Seni Museum MACAN untuk Isu Air dan Lingkungan
Museum MACAN meluncurkan Water Turbine Project, program pendidikan seni kolaborasi dengan Grundfos Indonesia. Angkat isu air, lingkungan, dan keberlanjutan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 18 Desember 2025
Water Turbine Project: Inisiatif Pendidikan Seni Museum MACAN untuk Isu Air dan Lingkungan
Lifestyle
Ribuan Jejak Kaki Dinosaurus Ditemukan di Pegunungan Italia, Polanya Rapi bahkan Membentuk Pertahanan
Jejak-jejak yang sebagian berdiameter hingga 40 sentimeter itu tersusun sejajar dalam barisan paralel.
Dwi Astarini - Rabu, 17 Desember 2025
Ribuan Jejak Kaki Dinosaurus Ditemukan di Pegunungan Italia, Polanya Rapi bahkan Membentuk Pertahanan
Indonesia
Bocah 10 Tahun Hilang di Sungai Inggoi, Pawang Buaya Ternate Ikut Turun Tangan
Korban hilang bernama Affan (10), warga Desa Amasing Bacan, dilaporkan pergi berenang di Sungai Inggoi sejak Selasa (16/12) sore.
Wisnu Cipto - Rabu, 17 Desember 2025
Bocah 10 Tahun Hilang di Sungai Inggoi, Pawang Buaya Ternate Ikut Turun Tangan
Indonesia
Temui Jokowi di Solo, Dato Tahir Bocorkan Tanggal Peresmian Museum Sains dan Teknologi
Founder dan Chairman Mayapada Group, Dato Sri Tahir, menemui Jokowi di Solo. Ia mengatakan, Museum Sains dan Teknologi diresmikan Maret 2026.
Soffi Amira - Jumat, 12 Desember 2025
Temui Jokowi di Solo, Dato Tahir Bocorkan Tanggal Peresmian Museum Sains dan Teknologi
ShowBiz
Studi Terbaru Ungkap Popularitas Berpotensi Turunkan Harapan Hidup Musisi, Gaya Hidup dan Kesibukan Tur Jadi Faktornya
Studi yang dipublikasikan di Journal of Epidemiology & Community Health ini menyebut popularitas mempersingkat usia hingga 4,6 tahun.
Dwi Astarini - Jumat, 28 November 2025
 Studi Terbaru Ungkap Popularitas Berpotensi Turunkan Harapan Hidup Musisi, Gaya Hidup dan Kesibukan Tur Jadi Faktornya
Indonesia
Sepakat Kerja Sama di Bidang Ekonomi dan Sains, Presiden Brasil Harap Bisa Untungkan 2 Negara
Brasil dan Indonesia sepakat bekerja sama di bidang ekonomi dan sains. Presiden Brasil, Luiz Inacio Lula da Silva, berharap kerja sama ini bisa menguntungkan dua negara.
Soffi Amira - Kamis, 23 Oktober 2025
Sepakat Kerja Sama di Bidang Ekonomi dan Sains, Presiden Brasil Harap Bisa Untungkan 2 Negara
Dunia
Ilmuwan Peneliti Material Baru Terima Hadiah Nobel Kimia, Temuannya Dapat Bantu Selamatkan Planet
Penemuan mereka berpotensi mengatasi beberapa masalah terbesar di planet ini, termasuk menangkap karbon dioksida untuk membantu mengatasi perubahan iklim dan mengurangi polusi plastik melalui pendekatan kimia.
Dwi Astarini - Jumat, 10 Oktober 2025
 Ilmuwan Peneliti Material Baru Terima Hadiah Nobel Kimia, Temuannya Dapat Bantu Selamatkan Planet
Dunia
Tiga Ilmuwan Raih Hadiah Nobel Fisika, Berjasa dalam Komputasi Kuantum
Membuka jalan bagi lahirnya generasi baru komputer superkuat.
Dwi Astarini - Rabu, 08 Oktober 2025
Tiga Ilmuwan Raih Hadiah Nobel Fisika, Berjasa dalam Komputasi Kuantum
Lifestyle
Kayak Manusia, Kucing Juga Bisa Kena Demensia
Temuan ini akan membantu ilmuwan mencari pengobatan baru bagi manusia.
Dwi Astarini - Jumat, 15 Agustus 2025
Kayak Manusia, Kucing Juga Bisa Kena Demensia
Bagikan