Permintaan Komoditas Tambang Bikin Ekspor Indonesia Melonjak

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Kamis, 20 Mei 2021
Permintaan Komoditas Tambang Bikin Ekspor Indonesia Melonjak

Tambang Freeport. (Foto: PT Freeport).

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Nilai ekspor Indonesia pada April 2021, mencapai USD18,48 miliar atau naik dibandingkan April 2019 yang meningkat tajam yakni 51,94 persen, meskipun hanya naik 0,69 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

"Performa ekspor pada April 2021 ini sangat bagus sekali, impresif karena adanya peningkatan permintaan dan kenaikan harga komoditas," kata Kepala Badan Pusat Stastistik Suhariyanto di Jakarta, Kamis (20/5).

Baca Juga:

Pemerintah Optimistis Cetak 500 Ribu Eksportir di 2030

Adapun beberapa komoditas nonminyak dan gas andalan Indonesia yang mengalami peningkatan harga antara lain minyak kelapa sawit yang naik 4,24 persen secara month on month (mom) dan meningkat 76,5 persen secara year on year (yoy).

Selain itu, komoditas tembaga meningkat 3,74 persen (mom) dan secara tahunan naik 84,4 persen (yoy). Harga komoditas emas juga ikut meningkat 2,43 persen (mom) dan naik 4,6 persen (yoy). Tak hanya itu, komoditas timah dan aluminium juga mengalami peningkatan harga.

Tetapi, beberapa harga komoditas nonmigas mengalami penurunan, antara lain karet yang turun 9,10 persen (mom) meski secara tahunan masih naik 61,41 persen (yoy), kemudian komoditas minyak mentah Indonesia atau Indonesian crude price (ICP) juga menurun 2,43 persen (mom) menjadi 61,96 dolar AS per barel, meski secara tahunan harga ICP masih meroket 200 persen.

Sektor industri pengolahan masih menjadi kontributor utama pendongkrak ekspor yakni sebesar 80,73 persen, diikuti tambang yang berkontribusi 12,27 persen, migas 5,17 persen, dan pertanian 1,83 persen.

Ekspor migas pada April 2021 mencapai USD0,96 miliar, mengalami kenaikan 5,34 persen dibandingkan bulan sebelumnya (mom) dan melesat 69,60 persen ketimbang periode yang sama di tahun lalu (yoy).

Sedangkan ekspor pada sektor pertanian yang angkanya USD0,34 miliar mengalami penurunan sebesar 14,55 persen (mom), namun tetap meningkat 18,98 persen jika dibandingkan tahun sebelumnya.

Pelabuhan. (Foto: Antara)
Pelabuhan. (Foto: Antara)

Adapun ekspor industri pengolahan yang mencapai USD14,92 miliar, mengalami kenaikan baik dibandingkan bulan sebelumnya maupun dibandingkan tahun sebelumnya, di mana keduanya naik 0,56 persen dan 52,65 persen.

Sementara itu, pada sektor pertambangan, ekspor mengalami peningkatan sebesar 2,27 persen (mom) dan 47,02 persen (yoy).

Dengan kondisi tersebut, nilai total ekspor RI pada Januari-April 2021 mencapai USD67,38 miliar atau meningkat 24,96 persen dari nilai total ekspor periode yang sama 2020 sebesar 53,92 miliar dolar AS.

Sedangkan, nilai total ekspor nonmigas sebesar pada periode tersebut mencpai 63,78 miliar dolar AS atau meningkat 24,84 persen dibandingkan Januari-April 2020 yang angkanya USD51,09 miliar. (*)

Baca Juga:

Alasan UKM Indonesia Sulit Tembus Pasar Ekspor Versi Menkeu Sri

#Tambang #Tambang Emas #Badan Pusat Statistik (BPS)
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Lifestyle
6 Jurusan Kuliah dengan Lulusan Paling Banyak Menganggur, Manajemen Teratas
BPS mencatat 1,03 juta pengangguran terdidik per Mei 2026. Simak 6 jurusan kuliah dengan lulusan paling banyak menganggur dan penyebabnya.
ImanK - Senin, 17 Agustus 2026
6 Jurusan Kuliah dengan Lulusan Paling Banyak Menganggur, Manajemen Teratas
Indonesia
Soroti Pengerukan Tambang, Megawati Tekankan Pentingnya Pola Pembangunan Semesta Berencana
Megawati menegaskan kekayaan mineral dan hutan di darat maupun laut semestinya dikelola untuk kemakmuran rakyat banyak
Angga Yudha Pratama - Senin, 17 Agustus 2026
Soroti Pengerukan Tambang, Megawati Tekankan Pentingnya Pola Pembangunan Semesta Berencana
Indonesia
DPR Desak Perintah Prabowo ke Kapolri dan TNI Sikat Beking Tambang Diusut Sampai Aliran Dana
Praktik pertambangan ilegal selama ini tidak hanya menyebabkan potensi kerugian negara akibat hilangnya penerimaan negara, tetapi juga menimbulkan kerusakan lingkungan
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 16 Agustus 2026
DPR Desak Perintah Prabowo ke Kapolri dan TNI Sikat Beking Tambang Diusut Sampai Aliran Dana
Indonesia
Kepuasan Jemaah Haji 2026 Melonjak, Ini Layanan dengan Nilai Tertinggi Menurut BPS
Survei BPS mencatat Indeks Kepuasan Layanan Haji Indonesia 2026 mencapai 83,28 dan masuk kategori sangat memuaskan. Layanan bandara tertinggi 84,76.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 11 Agustus 2026
Kepuasan Jemaah Haji 2026 Melonjak, Ini Layanan dengan Nilai Tertinggi Menurut BPS
Indonesia
Masuk Agustus Daging Sapi Makin Mahal, Lampaui Harga Acuan Sekilo Rp140 Ribu
Memasuki minggu pertama Agustus 2026, harga daging sapi nasional kembali melonjak naik di sejumlah wilayah Indonesia
Wisnu Cipto - Senin, 10 Agustus 2026
Masuk Agustus Daging Sapi Makin Mahal, Lampaui Harga Acuan Sekilo Rp140 Ribu
Indonesia
Ketimpangan Pengeluaran Penduduk Indonesia Naik 0,005
Dibandingkan dengan September 2025, tingkat ketimpangan di wilayah perkotaan maupun perdesaan sama-sama mengalami peningkatan.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 05 Agustus 2026
Ketimpangan Pengeluaran Penduduk Indonesia Naik 0,005
Indonesia
Indonesia Alami Deflasi di Bulan Juli 2026, Pendorong Inflasi Harga Bensin dan Biaya Sekolah
Kelompok pendidikan juga mengalami inflasi sebesar 0,55 persen, terutama akibat kenaikan biaya sekolah dasar (SD), taman kanak-kanak (TK), dan bimbingan belajar pada awal tahun ajaran baru.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 03 Agustus 2026
Indonesia Alami Deflasi di Bulan Juli 2026, Pendorong Inflasi Harga Bensin dan Biaya Sekolah
Indonesia
Pramono Anung Minta Warga Jujur Isi Data Sensus Ekonomi 2026, BPS Pastikan Kerahasiaan Terjaga
BPS mulai melakukan Sensus Ekonomi 2026 hingga 31 Agustus. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta masyarakat jujur memberikan keterangan.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 13 Juli 2026
Pramono Anung Minta Warga Jujur Isi Data Sensus Ekonomi 2026, BPS Pastikan Kerahasiaan Terjaga
Indonesia
BRIN Temukan Cadangan Emas Baru Raksasa di Papua, Prabowo Sumringah
residen Prabowo Subianto umumkan temuan cadangan emas dan mineral baru di Papua serta ladang gas besar di Masela, Natuna, dan Blok Andaman. Indonesia diyakini punya kekuatan energi di tengah krisis global.
Wisnu Cipto - Jumat, 10 Juli 2026
BRIN Temukan Cadangan Emas Baru Raksasa di Papua, Prabowo Sumringah
Indonesia
Khawatiran Sensus Ekonomi Berdampak ke Besaran Pajak, BPS Harus Sosialisasi
Metode komunikasi juga perlu disesuaikan dengan karakter masyarakat dan pelaku ekonomi agar informasi lebih mudah dipahami serta mampu menghilangkan keraguan responden.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 05 Juli 2026
Khawatiran Sensus Ekonomi Berdampak ke Besaran Pajak, BPS Harus Sosialisasi
Bagikan