Pergantian CEO Dinilai Tidak Akan Berdampak Besar Bagi Gojek

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Selasa, 07 Juni 2022
Pergantian CEO Dinilai Tidak Akan Berdampak Besar Bagi Gojek

Gojek. (Foto: Gojek)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Andre Soelistyo, Co-Founder dan Direktur Utama GOTO akan menggantikan Kevin sebagai Chief Executive Officer (CEO) Gojek. Sebelumnya, Andre bersama Kevin pernah menjadi co-CEO Gojek setelah Nadiem diangkat menjadi Menteri Pendidikan.

Kepala Riset Praus Capital Marolop Alfred Nainggolan menilai, keputusan Kevin Aluwi selaku Chief Executive Officer (CEO) Gojek untuk berpindah peran menjadi komisaris di PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dinilai tidak akan berdampak besar terhadap masa depan perusahaan teknologi terbesar di Indonesia itu.

Baca Juga:

Cerita CEO GoTo Jatuh Bangun Tokopedia dan Gojek Hingga Melantai di Bursa

Selain masih menjadi bagian dari GOTO, sebagai organisasi bisnis kini Gojek dinilai sudah semakin matang, sehingga tidak tergantung pada salah satu personil pimpinannya.

"Ketika founder dan maskot utamanya Nadiem Makarim jadi Menteri Pendidikan, kinerja Gojek tetap kuat. Bahkan mereka berhasil melalui krisis multidimensi akibat pandemi COVID-19 dengan IPO di bursa saham sebagai emiten berkapitalisasi terbesar," ujar Marolop di Jakarta, Selasa, (7/6)

Ia menilai, dalam kapasitasnya sebagai dewan komisaris GOTO, Kevin Aluwi masih akan fokus untuk mendorong percepatan ekosistem kendaraan listrik, Electrum. Hal itu sejalan dengan komitmen Gojek untuk ikut mewujudkan transisi menuju nol emisi pada 2030.

Sebagai co-founder dan pemegang saham multiple voting shares (MVS), Kevin diyakini, memiliki waktu hingga dua tahun ke depan jika ingin melepas sahamnya di GOTO.

"GOTO merupakan satu ekosistem bisnis yang sudah memiliki brand dan kepercayaan kuat di masyarakat Indonesia," katanya.

Ia menegaskan, selama layanan dan produk-produk GOTO dapat memenuhi kebutuhan konsumen dan memberikan manfaat yang optimal, selama itu juga bisnisnya akan terus tumbuh.

"Dan itu yang sudah terjadi sejak Gojek muncul selama lebih dari satu dekade ini," ujar Marolop.

Ia mencontohkan, sejumlah perusahaan teknologi dunia yang juga sering berganti dan ditinggal beberapa co-foundernya. Seperti Facebook, Twitter, Instragram dan banyak perusahaan teknologi lainnya.

"Perusahaan kelas dunia selalu membangun sistem, sehingga tidak tergantung pada figur tertentu," kata Marolop.

Kevin sendiri sangat optimistis dengan masa depan Gojek. Sejak terbentuknya GOTO dan kini menjadi bagian dari perusahaan terbuka di Bursa Efek Indonesia (BEI), perusahaan berhasil mencetak kinerja yang menggembirakan dengan peningkatan pendapatan kotor sebesar 58 persen pada kuartal I 2022, sejalan dengan pemulihan di bisnis mobilitas.

"Kami telah berinvestasi signifikan dalam membangun tim manajemen yang tangguh dengan berbagai latar belakang dan pengalaman, serta membangun nilai-nilai perusahaan dengan etos kerja tinggi," katanya.

Ia mengaskan, optimismenya bahwa tim manajemen Gojek, di bawah kepemimpinan Andre yang solid, akan terus menjalankan strategi untuk memperkuat layanan on-demand yang telah menjadikan Gojek bagian penting dari Grup GOTO.

Selama 2021, total Gross Transaction Value (GTV) GOTO mencapai Rp 461,6 triliun, naik 40 persen daripada 2020 sebesar Rp 330,18 triliun. Angka GTV GOTO itu setara dengan 2,72 persen dari total Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada 2021 sebesar Rp 16.970,8 triliun sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS).

Sejalan dengan pemulihan ekonomi pasca pandemi, bisnis on demand (Gojek), sebagai salah satu pilar GOTO selain e-commerce melalui Tokopedia dan GOTO Financial dengan Gopay, terus menujukkan peningkatan bisnis. Pada kuartal pertama 2022, bisnis transportasi Gojek tumbuh 73 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. (Asp)

Baca Juga:

Klaim Hasan Bangun Bisnis Model Ojek Online di 2008 Sehingga Gugat Gojek Rp 24 Triliun

#GoJek #GoTo #Harga Saham
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Prediksi IHSG Hari Ini Rawan Sideways, Cek Sentimen Global yang Bikin Pasar Galau
Pantau prediksi IHSG hari ini terbaru. Laju bursa saham diproyeksi sideways akibat sentimen global, harga minyak, dan inflasi AS. Cek analisis lengkapnya di sini!
Angga Yudha Pratama - Senin, 12 Oktober 2026
Prediksi IHSG Hari Ini Rawan Sideways, Cek Sentimen Global yang Bikin Pasar Galau
Indonesia
IHSG Hari Ini Tancap Gas! Suku Bunga The Fed Batal Naik, Waktunya Borong Saham?
Laju IHSG hari ini sukses melesat berkat meredanya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed. Cek update pergerakan bursa, proyeksi saham, dan strategi jitu Bank Indonesia di sini!
Angga Yudha Pratama - Senin, 05 Oktober 2026
IHSG Hari Ini Tancap Gas! Suku Bunga The Fed Batal Naik, Waktunya Borong Saham?
Indonesia
Awas Tergelincir! Prediksi IHSG Hari Ini Uji Level Psikologis 6.000, Sentimen Inflasi Jadi Penentu
Prediksi IHSG hari ini bersiap menguji level psikologis 6.000 di tengah tekanan inflasi dan sentimen global. Cek analisis lengkap arah bursa saham di sini!
Angga Yudha Pratama - Jumat, 02 Oktober 2026
Awas Tergelincir! Prediksi IHSG Hari Ini Uji Level Psikologis 6.000, Sentimen Inflasi Jadi Penentu
Indonesia
IHSG Hari Ini Dibuka Loyo, Tarik-Ulur Subsidi APBN 2027 dan Suku Bunga Global Bikin Market 'Wait and See'
Prediksi IHSG hari ini diperkirakan bergerak sideways di kisaran 6.000 akibat sentimen wait and see. Simak analisis data inflasi domestik dan efek ekonomi AS di sini!
Angga Yudha Pratama - Kamis, 01 Oktober 2026
IHSG Hari Ini Dibuka Loyo, Tarik-Ulur Subsidi APBN 2027 dan Suku Bunga Global Bikin Market 'Wait and See'
Indonesia
IHSG Hari Ini Merah Padam Meski Rupiah Menguat, Ada Apa Sebenarnya?
Cek pergerakan IHSG hari ini yang anjlok 0,83% ke level 6.071,14. Cari tahu juga prediksi IHSG besok, update rupiah, dan analisa tren harga minyak dunia!
Angga Yudha Pratama - Rabu, 30 September 2026
IHSG Hari Ini Merah Padam Meski Rupiah Menguat, Ada Apa Sebenarnya?
Indonesia
Prediksi IHSG Hari Ini: Investor Wajib Hati-hati Ambil Posisi Jelang Penutupan Kuartal III 2026
Cari tahu prediksi IHSG hari ini yang berpotensi konsolidasi akibat efek penutupan kuartal III 2026. Cek juga analisis lengkap sentimen pengesahan APBN 2027 di sini!
Angga Yudha Pratama - Rabu, 30 September 2026
Prediksi IHSG Hari Ini: Investor Wajib Hati-hati Ambil Posisi Jelang Penutupan Kuartal III 2026
Indonesia
Resmi Berlaku, Aturan Harga Saham Terendah Rp1 Bikin IHSG Ambrol? Ini Fakta Sebenarnya
Penasaran kenapa IHSG turun belakangan ini? Temukan fakta dari BEI soal aturan saham Rp1 yang membantah anggapan bahwa saham 'gocap' jadi penyebab utama.
Angga Yudha Pratama - Selasa, 29 September 2026
Resmi Berlaku, Aturan Harga Saham Terendah Rp1 Bikin IHSG Ambrol? Ini Fakta Sebenarnya
Indonesia
IHSG Hari Ini Anjlok Mengekor Bursa Global, Benarkah Suku Bunga The Fed Jadi Biang Kerok?
IHSG anjlok hari ini terseret tren negatif bursa saham Asia dan global. Cari tahu penyebab IHSG turun, mulai dari sentimen The Fed hingga efek harga minyak di sini!
Angga Yudha Pratama - Selasa, 29 September 2026
IHSG Hari Ini Anjlok Mengekor Bursa Global, Benarkah Suku Bunga The Fed Jadi Biang Kerok?
Indonesia
IHSG Hari Ini Anjlok Efek Aturan Baru Harga Saham Rp1, Saham-Saham 'Gocap' Berpotensi Runtuh
IHSG hari ini melemah akibat sentimen pemberlakuan harga saham terendah Rp1 oleh BEI. Simak analisis pergerakan IHSG, nasib saham gocap, dan sentimen global di sini!
Angga Yudha Pratama - Senin, 28 September 2026
IHSG Hari Ini Anjlok Efek Aturan Baru Harga Saham Rp1, Saham-Saham 'Gocap' Berpotensi Runtuh
Indonesia
IHSG Hari Ini Merah Padam! Drama Trump-Xi Jinping Bikin Pasar Saham Asia Rontok
Laju IHSG hari ini ditutup melemah mengekor bursa saham Asia. Ketahui penyebab utama IHSG turun, mulai dari tensi geopolitik hingga daftar saham top gainers & losers di sini!
Angga Yudha Pratama - Jumat, 25 September 2026
IHSG Hari Ini Merah Padam! Drama Trump-Xi Jinping Bikin Pasar Saham Asia Rontok
Bagikan