Merahputih.com - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan lonjakan signifikan pada penutupan perdagangan sesi I, Kamis (23/7).
Penguatan laju indeks mendapat topangan kuat dari emiten sektor komoditas energi, barang baku, serta saham kelompok konglomerasi.
Baca juga:
Sinyal Hijau Sektor Keuangan, IHSG Melesat Bersama Penguatan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS
Kenaikan harga minyak mentah dan aset emas di pasar internasional menjadi pemicu utama gairah transaksi para pemodal.
IHSG mengunci posisi level 6.430,15 setelah melonjak 95,67 poin atau naik 1,51 persen. Laju positif ini turut mengerek indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 6,20 poin atau 0,98 persen menuju posisi 638,75.
Penguatan IHSG didorong penguatan emiten konglomerasi serta emiten komoditas energi dan emas, seiring lonjakan harga minyak mentah dan emas akibat gejolak geopolitik Timur Tengah,
Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana.
Lonjakan Sektor Komoditas dan Proyeksi Indeks
Kenaikan harga komoditas global memberikan dampak instan pada pergerakan sektoral di bursa domestik. Laju sektor energi (IDXEnergy) mencatatkan kenaikan tertinggi hingga 4,32 persen, disusul performa sektor barang baku (IDXBasic) menguat sebesar 2,71 persen.
Berikut deretan data dan indikator penting perdagangan saham sesi I di Bursa Efek Indonesia:
-
Capaian Indeks Utama: IHSG menguat ke level 6.430,15 dan Indeks LQ45 menguat ke level 638,75.
-
Sektor Pemimpin Kenaikan: Sektor Energi (IDXEnergy) naik 4,32 persen dan Sektor Barang Baku (IDXBasic) naik 2,71 persen.
-
Target Penguatan Indeks: Proyeksi pergerakan IHSG berpeluang menguji rentang level 6.447 hingga 6.476.
-
Total Nilai Transaksi: Volume perdagangan mencapai 32,18 miliar lembar saham senilai Rp11,86 triliun.
-
Frekuensi Transaksi: Aktivitas perdagangan mencatatkan 1.728.000 kali transaksi di seluruh papan perdagangan.
-
Sebaran Pergerakan Saham: Sebanyak 470 saham menguat, 175 saham melemah, serta 320 saham stagnan.
Sensitivitas Komoditas Global dan Bursa Regional
Lonjakan harga minyak mentah dunia menyentuh level tertinggi dalam kurun enam pekan terakhir pasca-serangan terhadap kapal tanker di kawasan Laut Merah.
Kondisi tersebut memicu kekhawatiran pasar atas potensi gangguan pasokan energi global. Minyak mentah jenis WTI terangkat 1,37 persen menuju kisaran 88,02 dolar AS per barel, sementara jenis Brent terkerek 2,01 persen menuju level 95,96 dolar AS per barel.
Baca juga:
Di saat bersamaan, harga komoditas emas melesat ke level 4.130 dolar AS per troy ounce akibat tingginya aksi perburuan aset safe haven. Sentimen positif pasar modal turut menjangkiti seluruh bursa saham kawasan Asia:
-
Indeks Nikkei (Jepang): Menguat 0,83 persen menuju posisi 66.684,00.
-
Indeks Kospi (Korea Selatan): Melonjak paling tinggi sebesar 4,33 persen menuju posisi 7.092,54.
-
Indeks Hang Seng (Hong Kong): Melesat 1,23 persen menuju posisi 25.198,72.
-
Indeks Shanghai (Tiongkok): Naik 0,24 persen menuju posisi 3.876,88.
-
Indeks Shenzhen (Tiongkok): Terangkat 0,12 persen menuju posisi 14.077,36.
“Pasar memperkirakan IHSG masih memiliki ruang melanjutkan tren kenaikan,” tutur Herditya Wicaksana.

