Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

IHSG Tercebur ke Zona Merah Bersama Wall Street Akibat Harga Minyak Meroket

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Jumat, 24 Juli 2026
IHSG Tercebur ke Zona Merah Bersama Wall Street Akibat Harga Minyak Meroket

Bursa Efek Indonesia (BEI). (MP/Didik Setiawan)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Lonjakan harga minyak mentah dunia langsung memicu efek domino, menyeret turun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ke zona merah pada perdagangan Jumat (24/7).

Kondisi ini sejalan dengan pelemahan bursa saham global akibat kekhawatiran pelaku pasar terhadap ancaman inflasi baru.

Baca juga:

IHSG dan Rupiah Kompak Anjlok Berjamaah Akibat Sentimen Ekonomi pada Pembukaan Perdagangan Hari Ini

Perdagangan penutupan pekan mencatatkan pelemahan IHSG sebesar 48,33 poin atau 0,77 persen menuju posisi 6.266,98.

Pelemahan serupa turut melanda kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 lewat penurunan 6,66 poin atau 1,06 persen menuju posisi 620,46.

Apabila tekanan jual berlanjut, IHSG berpotensi menguji area support 6.262, 6.181, hingga 6.103. Sementara itu, apabila mampu kembali menguat, resistance berada di 6.377-6.394, kemudian 6.454,

Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanata.

Dampak Krisis Timur Tengah pada Pasar Saham

Serangan kelompok Houthi sokongan Iran terhadap dua kapal tanker Arab Saudi di Laut Merah memperburuk distribusi minyak global. Lalu lintas pelayaran Selat Hormuz merosot tajam hingga 75 persen. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bahkan mengancam akan meminta pertanggungjawaban Iran jika insiden serupa terulang.

Kekacauan geopolitik tersebut melambungkan harga energi melampaui level 100 dolar AS per barel. Lonjakan ini mendongkrak ekspektasi inflasi, membuka peluang pengetatan kebijakan moneter lanjutan oleh bank sentral.

Pelaku pasar kini menanti langkah bank sentral Amerika Serikat, The Fed, merespons kenaikan harga energi dengan mempertahankan suku bunga tinggi.

Rincian indikator pasar global merespons krisis geopolitik:

  • Komoditas Minyak WTI: Melonjak lebih dari 6 persen menembus 92 dolar AS per barel.

  • Komoditas Minyak Brent: Naik melampaui 6 persen mencetak rekor tertinggi sejak pertengahan tahun mencapai 100 dolar AS per barel.

  • Kinerja Wall Street AS: S&P 500 turun 1,21 persen (7.408,30), Nasdaq Composite jatuh 1,87 persen (25.454,81), dan Dow Jones melemah 0,97 persen (51.711,65).

  • Bursa Saham Eropa: Indeks Euro Stoxx 50 minus 1,63 persen, FTSE 100 Inggris merosot 0,73 persen, DAX Jerman melemah 1,56 persen, serta CAC 40 Prancis anjlok 1,64 persen.

  • Bursa Saham Asia: Nikkei tergelincir 3,12 persen (64.351,00), Kospi terperosok 3,35 persen (6.859,54), Hang Seng turun 1,14 persen (24.923,72), Strait Times minus 0,57 persen (5.549,94), dan Shanghai melemah 0,55 persen (3.855,45).

Dinamika Ekonomi Domestik dan Permintaan Obligasi

Faktor dalam negeri turut mewarnai pergerakan pasar seiring perlambatan pertumbuhan uang beredar dalam arti luas (M2) menjadi 8,7 persen (yoy) dari periode pelaporan sebelumnya sebesar 10,8 persen.

Penurunan ini mencerminkan pengetatan likuiditas akibat arus modal keluar, kontraksi Net Foreign Assets (NFA), serta penarikan sementara dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) menuju Bank Indonesia (BI).

Likuiditas memiliki potensi membaik pada jangka pendek hingga menengah seiring kembalinya arus modal asing serta penempatan kembali dana SAL menuju bank-bank Himbara.

“Namun, prospek jangka panjang masih dibayangi risiko pengetatan apabila The Fed kembali bersikap lebih hawkish, ketegangan geopolitik mendorong kenaikan harga minyak, atau pemerintah kembali menarik dana SAL untuk memperkuat ruang fiskal,” kata Liza.

Baca juga:

KPK Bongkar Modus Pengumpulan 46.500 Dolar Singapura Buat Amplop Menhut

Di tengah tekanan likuiditas, minat investasi terhadap instrumen obligasi domestik tetap tinggi. Hal ini tercermin dari respons positif pasar keuangan China terhadap penerbitan perdana Panda Bond Indonesia.

Data dinamika ekonomi domestik:

  • Pertumbuhan Uang Beredar (M2): Melambat dari 10,8 persen menjadi 8,7 persen secara tahunan.

  • Faktor Penekan Likuiditas: Terjadi arus modal keluar, kontraksi NFA, serta penarikan dana SAL.

  • Penerbitan Panda Bond: Sukses mencatatkan bid-to-cover ratio sebesar 2,4 kali.

  • Permintaan Investor Asing: Mencapai 17 miliar Yuan China, melampaui target penerbitan sebesar 7 miliar Yuan China.

#IHSG #Harga Saham #Pasar Saham #Indeks Saham #Pergerakan Saham
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
IHSG Rebound Perkasa Ditengah Isu Suksesi Bank Indonesia, Emiten Unggulan LQ45 Ikut Terkerek Naik
Penguatan pasar saham di dalam negeri tetap diwarnai kehati-hatian akibat isu suksesi kepemimpinan Bank Indonesia (BI), tekanan fiskal, serta hambatan ekspor mineral
Angga Yudha Pratama - Kamis, 30 Juli 2026
IHSG Rebound Perkasa Ditengah Isu Suksesi Bank Indonesia, Emiten Unggulan LQ45 Ikut Terkerek Naik
Indonesia
IHSG Longsor Tertekan Konflik AS-Iran, Intip Sektor Saham Paling Merana dan Penguasa Top Gainers
Aktivitas perdagangan hari ini membukukan 1.955.000 kali transaksi
Angga Yudha Pratama - Rabu, 29 Juli 2026
IHSG Longsor Tertekan Konflik AS-Iran, Intip Sektor Saham Paling Merana dan Penguasa Top Gainers
Indonesia
IHSG Anjlok Tertekan Rupiah! Pelaku Pasar Modal Kompak Wait and See Arah Suku Bunga The Fed
Total frekuensi perdagangan mencapai 1,65 juta kali transaksi dengan volume 24,09 miliar lembar saham
Angga Yudha Pratama - Selasa, 28 Juli 2026
IHSG Anjlok Tertekan Rupiah! Pelaku Pasar Modal Kompak Wait and See Arah Suku Bunga The Fed
Indonesia
IHSG Terperosok ke Zona Merah, Investor Pilih Wait and See Menanti Keputusan Suku Bunga The Fed
Tercatat Indeks Nikkei menguat 0,66 persen menuju 65.038,00, sementara Indeks Shanghai melesat 1,15 persen ke level 3.858,25
Angga Yudha Pratama - Senin, 27 Juli 2026
IHSG Terperosok ke Zona Merah, Investor Pilih Wait and See Menanti Keputusan Suku Bunga The Fed
Indonesia
Gubernur BI Mundur di Tengah Gejolak Pasar, IHSG Tertekan Pertemuan The Fed dan Isu Suku Bunga Global
Fokus perhatian pasar juga tertuju pada pengunduran diri Perry Warjiyo dari posisi Gubernur Bank Indonesia
Angga Yudha Pratama - Senin, 27 Juli 2026
Gubernur BI Mundur di Tengah Gejolak Pasar, IHSG Tertekan Pertemuan The Fed dan Isu Suku Bunga Global
Indonesia
IHSG Tercebur ke Zona Merah Bersama Wall Street Akibat Harga Minyak Meroket
Serangan kelompok Houthi sokongan Iran terhadap dua kapal tanker Arab Saudi di Laut Merah memperburuk distribusi minyak global
Angga Yudha Pratama - Jumat, 24 Juli 2026
IHSG Tercebur ke Zona Merah Bersama Wall Street Akibat Harga Minyak Meroket
Indonesia
IHSG dan Rupiah Kompak Anjlok Berjamaah Akibat Sentimen Ekonomi pada Pembukaan Perdagangan Hari Ini
Perbandingan menunjukkan posisi sebelumnya berada di level Rp17.936 per dolar AS
Angga Yudha Pratama - Jumat, 24 Juli 2026
IHSG dan Rupiah Kompak Anjlok Berjamaah Akibat Sentimen Ekonomi pada Pembukaan Perdagangan Hari Ini
Indonesia
IHSG Mengamuk di Sesi I, Sektor Energi dan Emas Terbang Bebas Disulut Konflik Panas Timur Tengah
Kenaikan harga minyak mentah dan aset emas di pasar internasional menjadi pemicu utama gairah transaksi para pemodal
Angga Yudha Pratama - Kamis, 23 Juli 2026
IHSG Mengamuk di Sesi I, Sektor Energi dan Emas Terbang Bebas Disulut Konflik Panas Timur Tengah
Indonesia
Sinyal Hijau Sektor Keuangan, IHSG Melesat Bersama Penguatan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS
Penguatan IHSG berjalan selaras dengan pergerakan kelompok saham unggulan pada papan utama perdagangan
Angga Yudha Pratama - Kamis, 23 Juli 2026
Sinyal Hijau Sektor Keuangan, IHSG Melesat Bersama Penguatan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS
Olahraga
Konsorsium Investor Ajak Jeff Bezos Akuisisi Saham Liverpool, FSG Buka Peluang?
Bos Amazon, Jeff Bezos, ditawari untuk membeli saham Liverpool. Namun, hal ini masih dalam kajian.
Soffi Amira - Rabu, 22 Juli 2026
Konsorsium Investor Ajak Jeff Bezos Akuisisi Saham Liverpool, FSG Buka Peluang?
Bagikan