Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Harga Minyak Dunia Terancam Naik Lagi, Ketegangan Iran vs AS-Israel Meningkat di Selat Hormuz

ImanKImanK - Selasa, 14 April 2026
Harga Minyak Dunia Terancam Naik Lagi, Ketegangan Iran vs AS-Israel Meningkat di Selat Hormuz

Ilustrasi Iran vs AS-Israel. Foto/Copilot AI

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Ketegangan antara Iran dengan United States dan Israel kembali meningkat di tengah situasi rapuh di kawasan Teluk.

Meski terdapat kesepakatan gencatan senjata sementara, kondisi di lapangan masih jauh dari stabil dan disebut sejumlah pengamat sebagai fase “tidak damai, tidak perang”.

Fokus utama ketegangan saat ini terjadi di Selat Hormuz, jalur strategis yang menjadi urat nadi perdagangan minyak global.

Terbaru kontrol Selat Hormuz terhadap Iran semakin gencar di gucang, dan tidak dipungkiri perang akan kembali pecah karena ada titik ketidak sepakatan dalam jalur laut strategis dan sempit yang terletak antara Iran di utara dan Oman/Uni Emirat Arab di selatan ini:

Baca juga:

Perairannya Diblokade Militer AS, Iran Ancam Balik: Tidak Ada Pelabuhan Aman di Teluk Oman

1. Iran Perketat Kontrol di Selat Hormuz

Pemerintah Iran menegaskan sikap keras terkait keamanan Selat Hormuz. Teheran menyatakan bahwa keamanan di wilayah tersebut harus bersifat menyeluruh dan tidak bisa sepihak.

Iran menegaskan beberapa poin utama:

  • Keamanan Selat Hormuz harus berlaku “untuk semua atau tidak sama sekali”
  • Kapal yang dianggap terkait pihak musuh tidak akan diberi akses bebas
  • Iran tengah menyiapkan mekanisme kontrol baru di jalur pelayaran tersebut

Selain itu, Iran juga dikabarkan mempertimbangkan kebijakan baru berupa tarif dan biaya transit bagi kapal yang melintas.

Jalur pelayaran juga disebut akan diatur lebih dekat ke wilayah pesisir Iran, sebagai bentuk penguatan kontrol strategis.

Langkah ini dinilai sebagai upaya memperkuat posisi Teheran di salah satu choke point energi paling penting di dunia.

Baca juga:

Selat Hormuz Resmi Diblokade, Trump Perintahkan Binasakan Kapal-Kapal Iran

2. Kapal Sanctioned AS Tetap Melintas di Tengah Ketegangan

Di tengah meningkatnya tensi, laporan Reuters menyebutkan bahwa kapal tanker yang sebelumnya disanksi United States Department of the Treasury tetap berhasil melintasi Selat Hormuz.

Kapal bernama Rich Starry dilaporkan berhasil melewati Selat Hormuz dan keluar dari kawasan Teluk Persia. Meski sebelumnya masuk daftar sanksi terkait perdagangan minyak Iran.

Selain itu, kapal lain bernama Murlikishan juga dilaporkan menuju wilayah yang sama dan diperkirakan akan melakukan aktivitas pengangkutan minyak dalam waktu dekat.

Pergerakan kapal-kapal tersebut menunjukkan bahwa arus perdagangan energi global masih berlangsung, meski berada dalam bayang-bayang konflik geopolitik.

Ketegangan
Ketegangan Iran-Israel mengancam Selat Hormuz, jalur vital ekspor minyak dan LNG dunia. (Foto: YouTube/Dawn News English)

3. Perbedaan Fokus AS dan Israel dalam Konflik

Ketegangan juga memperlihatkan perbedaan pandangan antara Amerika Serikat dan Israel terkait ancaman utama dari Iran.

Mantan pejabat AS untuk Timur Tengah, Jeffrey Feltman, menyebut bahwa Israel kini lebih fokus pada ancaman rudal balistik Iran dibandingkan Washington.

Baca juga:

Prabowo Bakal Buka-bukaan ke Presiden Prancis, Tegaskan Posisi RI di Konflik Iran Vs AS

Ia menilai terjadi pergeseran perspektif di antara kedua sekutu tersebut.

Menurut Feltman:

  • Israel lebih khawatir terhadap program rudal balistik Iran
  • AS memiliki fokus yang lebih luas terhadap stabilitas kawasan
  • Sekutu di Teluk kini juga semakin waspada terhadap ancaman keamanan regional

Perbedaan ini dinilai dapat memengaruhi arah strategi keamanan di kawasan Timur Tengah ke depan.

4. Harga Minyak Berpotensi Terus Naik

Dampak langsung dari ketegangan di Selat Hormuz mulai terasa pada pasar energi global. Menteri Energi AS, Chris Wright, memperingatkan bahwa harga minyak kemungkinan masih akan meningkat dalam beberapa pekan ke depan.

Ia menyebut bahwa gangguan di Selat Hormuz menjadi faktor utama tekanan harga energi dunia.

“Selama arus kapal belum kembali normal, kita akan melihat harga energi tetap tinggi, bahkan berpotensi meningkat,” ujarnya dalam sebuah konferensi di Washington.

Menurutnya, stabilitas harga baru bisa kembali jika konflik mereda dan distribusi energi kembali lancar, meski proses pemulihan diperkirakan tidak berlangsung cepat.

Baca juga:

AS Kecam Kritik Paus Leo XIV Terkait Perang di Iran

5. Selat Hormuz Jadi Titik Tekanan Geopolitik Dunia

Selat Hormuz kembali menegaskan posisinya sebagai jalur paling krusial dalam perdagangan energi global. Setiap gangguan di wilayah ini langsung berdampak pada pasar internasional, mulai dari harga minyak hingga inflasi global.

Situasi saat ini menyisakan sejumlah risiko utama: gangguan suplai energi global, eskalasi konflik Iran vs AS–Israel dan ketidakpastian pasar energi dunia

#Iran #Amerika Serikat #Israel #Perang #Selat Hormuz #Krisis Energi #Harga Minyak Dunia
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Dunia
3 Tanker Pro-AS Nekat Lewati Ranjau Iran di Selat Hormuz, 1 Meledak 2 Balik Kanan
iga tanker minyak pro-AS nekat melintasi Selat Hormuz. Satu meledak terkena ranjau Iran, dua lainnya mundur. Iran peringatkan kapal jangan terjebak janji keamanan Trump.
Wisnu Cipto - Kamis, 23 Juli 2026
3 Tanker Pro-AS Nekat Lewati Ranjau Iran di Selat Hormuz, 1 Meledak 2 Balik Kanan
Dunia
Kapal Asing Jangan Nekat Lewat Jalur Selat Hormuz, Iran Mulai Tebar Ranjau Laut
Presiden Donald Trump telah menegaskan gencatan senjata antara AS dan Iran sudah tidak lagi berlaku.
Wisnu Cipto - Kamis, 23 Juli 2026
Kapal Asing Jangan Nekat Lewat Jalur Selat Hormuz, Iran Mulai Tebar Ranjau Laut
Dunia
Trump Ancam Hancurkan Jembatan dan Pembangkit Listrik, Iran Bersiap Gelapkan Sekutu AS
Iran akan menyerang infrastruktur minyak, gas, ekonomi, dan pembangkit listrik di seantero Timur Tengah.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 23 Juli 2026
Trump Ancam Hancurkan Jembatan dan Pembangkit Listrik, Iran Bersiap Gelapkan Sekutu AS
Dunia
PLTN Diserang, Iran Balas Serangan ke Pusat Data Milik Amazon di Bahrain
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran juga telah melancarkan serangan ke Yordania hingga menewaskan personel militer Amerika Serikat di sana.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 22 Juli 2026
PLTN Diserang, Iran Balas Serangan ke Pusat Data Milik Amazon di Bahrain
Dunia
Qatar, Mesir, Pakistan Ajukan Gencatan Senjata 10 Hari Antara AS dan Iran
Pada 18 Juni malam, Teheran dan Washington menandatangani memorandum yang mengatur pengakhiran konflik yang dimulai pada 28 Februari. Namun, sejak 8 Juli, pasukan AS telah melakukan beberapa rangkaian serangan
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 21 Juli 2026
Qatar, Mesir, Pakistan Ajukan Gencatan Senjata 10 Hari Antara AS dan Iran
Dunia
2 Tanker Meledak di Selat Hormuz, Iran Salahkan Agresi Blokade AS
Dua tanker minyak meledak di Selat Hormuz. Iran menuding blokade AS sebagai penyebab dan mengancam balasan. UKMTO melaporkan kapal terbakar di dekat Oman.
Wisnu Cipto - Selasa, 21 Juli 2026
 2 Tanker Meledak di Selat Hormuz, Iran Salahkan Agresi Blokade AS
Indonesia
Iran Siap Perang Darat Jika AS Menginvasi Pulau Kharg
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), seperti dikutip kantor berita Tasnim, menyatakan akan segera memukul mundur segala upaya pasukan AS memasuki wilayah Iran.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 20 Juli 2026
 Iran Siap Perang Darat Jika AS Menginvasi Pulau Kharg
Dunia
Iran Serang Sistem Rudal Patriot Pangkalan AS di Kuwait
Kota pelabuhan Bandar Abbas, salah satu pusat perdagangan terpenting di Iran bagian selatan, dilaporkan hampir sepenuhnya terisolasi akibat pengeboman Amerika Serikat.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 19 Juli 2026
Iran Serang Sistem Rudal Patriot Pangkalan AS di Kuwait
Dunia
Final Piala Dunia 2026, NORAD Berlakukan Pembatasan Terbang
NORAD mengatakan pembatasan itu berlaku mulai Jumat hingga Minggu melalui sejumlah temporary flight restrictions (TFR) yang diterapkan bersama Administrasi Penerbangan Federal (FAA).
Dwi Astarini - Sabtu, 18 Juli 2026
Final Piala Dunia 2026, NORAD Berlakukan Pembatasan Terbang
Indonesia
Timur Tengah Memburuk, Pemerintah Siapkan Rencana Evakuasi Pekerja Migran
Pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif apabila situasi memburuk, termasuk skenario evakuasi dalam skala besar terhadap WNI yang berada di kawasan tersebut.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 17 Juli 2026
Timur Tengah Memburuk, Pemerintah Siapkan Rencana Evakuasi Pekerja Migran
Bagikan