MerahPutih.com - Kasus perundungan anak tak ada habisnya. Terbaru, kasus perundungan melibatkan siswa SMA Binus Serpong, Tangerang, Banten.
Menyikapi kasus ini, psikolog klinis Annisa Mega Radyani, menekankan peran orang tua dalam mendidik anak guna mencegah sifat perundung timbul dalam diri anaknya.
"Artinya dari orang tua atau keluarga penting sekali mendidik anak sejak dini untuk memahami apa sih bullying (perundungan) itu? Apa sih bedanya bullying dan bercanda? Perilaku apa aja sih yang udah disebut sebagai bullying?" kata psikolog lulusan Universitas Indonesia, seperti dikutip Antara (20/2).
Annisa mengatakan bahwa perundungan lazimnya didorong oleh perasaan lebih hebat dari orang lain. Karena itu, orang tua juga perlu untuk menumbuhkan rasa percaya diri kepada anaknya tanpa merendahkan orang lain. Contohnya, menumbuhkan pemikiran bahwa seseorang bisa menjadi kuat dengan melindungi orang lain.
Baca Juga:
Polisi Segera Gelar Perkara Kasus Perundungan di SMA Binus Serpong
Annisa menuturkan, perundungan juga disebabkan oleh faktor usia anak yang dinilai belum bisa mengolah emosi dengan baik. Orangtua perlu membimbing dan mengajarkan anak supaya mampu mengolah atau mengekspresikan emosinya secara sehat dan tidak merugikan orang lain.
Sering kali orang tua mendidik anak untuk memendam emosinya seperti ketika merasa marah. Padahal, marah dan emosi-emosi lain adalah hal yang normal dimiliki manusia.
"Rasa marah atau emosi-emosi yang lain itu sebenarnya hal yang normal untuk dimiliki, namun penting untuk bisa dikelola dengan baik dan sehat," ujarnya.
Orangtua juga perlu mengajarkan konsekuensi dari setiap perbuatan yang dilakukan oleh anaknya. Misalnya tegas menyampaikan mana boleh dan tidak boleh dilakukan oleh anak.
"Kalau memang anak melakukan kesalahan, kita tetap konsisten menyampaikan bahwa itu tidak boleh lagi dilakukan," katanya.
Kehadiran orang tua sebagai teladan dapat membentuk mental anak agar tidak berbuat perundungan.
"Penting sekali bagi kita untuk memberi contoh kepada anak-anak kita bahwa sesama manusia itu tidak selalu harus merasa bersaing, sesama manusia itu tidak harus merasa ada yang lebih rendah," ucapnya. (*)
Baca juga:
Parents, Perhatikan Tanda-Tanda Anak Jadi Korban Perundungan