Aturan Antiperundungan di Sekolah Terbit Tahun Depan, Peran Guru dan BK bakal Dimaksimalkan untuk Pencegahan

Dwi AstariniDwi Astarini - Minggu, 23 November 2025
Aturan Antiperundungan di Sekolah Terbit Tahun Depan, Peran Guru dan BK bakal Dimaksimalkan untuk Pencegahan

Mendikdasmen Abdul Mu’ti.(foto: dok Kemendikdasmen)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - PEMERINTAH menyiapkan aturan pencegahan perundungan atau bullying di lingkungan pendidikan. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, memastikan pembaruan regulasi pencegahan kekerasan di sekolah berlaku tahun depan.

“Bisa diterapkan pada semester pertama 2026,” ujarnya kepada wartawan di Jakarta, Minggu (23/11).

Selain memperbarui regulasi, pemerintah juga menyiapkan surat edaran bersama lima kementerian untuk memperkuat pembangunan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman. Sebelumnya, Abdul menegaskan, pendidikan harus mengedepankan empati dan kemanusiaan, bukan hanya aspek akademik.

Menurutnya, peran guru bimbingan dan konseling (BK) serta wali kelas menjadi sangat penting untuk menjembatani komunikasi antarsiswa, sekolah, dan orangtua. “Setiap guru seharusnya memiliki tanggung jawab bimbingan dan konseling, meskipun bukan guru BK. Wali kelas perlu mengenali potensi murid, berdialog, dan menjadi penghubung antara sekolah dan orangtua,” tambahnya.

Selain aspek sosial dan psikologis, Abdul Mu’ti juga menyoroti pentingnya pembinaan spiritual dalam dunia pendidikan. Menurutnya, dimensi spiritual merupakan bagian penting dari tujuan pendidikan nasional. “Spiritualitas merupakan bagian penting dari pendidikan: membentuk generasi yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia,” katanya.

Baca juga:

Marak Kasus Bullying, Sekolah Harus Punya Ahli Psikolog


Ia menambahkan pencegahan kekerasan harus dilakukan secara kolaboratif dan partisipatif, melibatkan guru, siswa, dan orangtua. Sebagai langkah konkret, Abdul Mu’ti mendorong pembentukan duta antikekerasan di kalangan pelajar.

Program ini diharapkan bisa menumbuhkan nilai saling menghormati dan menghargai perbedaan sejak dini. “Kami ingin ada peran aktif siswa sebagai penggerak perubahan,” ungkapnya.(knu)

Baca juga:

Bullying Kembali Terjadi di Sekolah Swasta Jakarta, DPRD DKI Sudah Terima Aduan Orang Tua Korban







#Bullying #Kasus Perundungan #Abdul Mu’ti
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Sekolah Nasional Terintegrasi, Wujud Visi Prabowo Hadirkan Pendidikan Berkualitas untuk SDM Unggul
Angkatan pertama SNT tersebar di 17 lokasi di berbagai wilayah. Tak hanya di Bogor, tapi juga meliputi Subulussalam, Aceh hingga Tidore Kepulauan, Maluku Utara.
Dwi Astarini - Senin, 10 Agustus 2026
Sekolah Nasional Terintegrasi, Wujud Visi Prabowo Hadirkan Pendidikan Berkualitas untuk SDM Unggul
Indonesia
Jangan Lewatkan! 40 Siswa Lolos Sekolah Nasional Terintegrasi Diumumkan 3 Agustus
alon murid baru SNT adalah mereka yang memiliki kemampuan di atas rata-rata dari berbagai kecamatan yang masuk dalam kabupaten/kota penyelenggara SNT
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 21 Juli 2026
Jangan Lewatkan! 40 Siswa Lolos Sekolah Nasional Terintegrasi Diumumkan 3 Agustus
Indonesia
Mendikdasmen Masih Bolehkan Pembelajaran Pakai Gawai, Tapi Aturannya Harus Jelas
Mendikdasmen Abdul Mu’ti menegaskan gawai masih boleh digunakan di sekolah sesuai SE 18/2026, namun harus diatur jelas. Orangtua diminta terapkan prinsip 3S: screen time, screen zone, screen break.
Wisnu Cipto - Rabu, 15 Juli 2026
Mendikdasmen Masih Bolehkan Pembelajaran Pakai Gawai, Tapi Aturannya Harus Jelas
Indonesia
Pelajar MAN 3 Padang yang Ledakkan Bom di Sekolahnya Diduga Korban Bullying hingga Kerap Menyendiri
R mengalami masalah psikologis karena perundungan, ia merupakan korban tindakan teman-temannya.
Dwi Astarini - Rabu, 15 Juli 2026
Pelajar MAN 3 Padang yang Ledakkan Bom di Sekolahnya Diduga Korban Bullying hingga Kerap Menyendiri
Indonesia
Apa Itu Prinsip 3S? Kebijakan Baru Mendikdasmen Batasi Siswa Main Gawai
Kemendikdasmen meminta orang tua menerapkan prinsip 3S (screen time, screen zone, screen break) untuk membatasi penggunaan gawai siswa. Kebijakan ini diharapkan membentuk budaya digital sehat.
Wisnu Cipto - Rabu, 15 Juli 2026
Apa Itu Prinsip 3S? Kebijakan Baru Mendikdasmen Batasi Siswa Main Gawai
Indonesia
Mendikdasmen: MBG Tak Diberikan ke Semua Siswa, Hanya untuk yang Membutuhkan
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menyebut Program Makan Bergizi Gratis tidak diberikan kepada semua siswa. Skema pelaksanaan masih disusun bersama Badan Gizi Nasional.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 06 Juli 2026
Mendikdasmen: MBG Tak Diberikan ke Semua Siswa, Hanya untuk yang Membutuhkan
Indonesia
Siswa SMP Tewas Diduga Jadi Korban Bullying di Lumajang, DPR Minta Evaluasi Total Sekolah
DPR menyoroti kasus tewasnya siswa SMP di Lumajang yang menjadi korban bullying. Tragedi ini menjadi alarm pendidikan.
Soffi Amira - Jumat, 03 Juli 2026
Siswa SMP Tewas Diduga Jadi Korban Bullying di Lumajang, DPR Minta Evaluasi Total Sekolah
Indonesia
Beri Motivasi Siswa Korban Bully, Prabowo: Sekarang Presiden pun Sering Diejek
Presiden Prabowo Subianto motivasi siswa korban bully di Bali. Ia menekankan keteguhan hati, sopan santun, dan semangat belajar meski berasal dari keluarga kurang mampu.
Wisnu Cipto - Senin, 08 Juni 2026
 Beri Motivasi Siswa Korban Bully, Prabowo: Sekarang Presiden pun Sering Diejek
Indonesia
2026 Dapat Anggaran Rp 14 T, Mendikdasmen Dikejar Target Revitalisasi 71.744 Sekolah
Pemerintah menargetkan revitalisasi 71.744 sekolah dengan anggaran Rp14 triliun pada 2026.
Wisnu Cipto - Rabu, 06 Mei 2026
2026 Dapat Anggaran Rp 14 T, Mendikdasmen Dikejar Target Revitalisasi 71.744 Sekolah
Indonesia
Hardiknas 2026, Mendikdasmen Tekankan 3M dan Deep Learning Kunci Pendidikan Nasional
Mendikdasmen Abdul Mu’ti menegaskan faktor 3M dan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) sebagai kunci peningkatan mutu pendidikan nasional dalam Hardiknas 2026.
Wisnu Cipto - Sabtu, 02 Mei 2026
Hardiknas 2026, Mendikdasmen Tekankan 3M dan Deep Learning Kunci Pendidikan Nasional
Bagikan