Penyebab Terjadinya Mimpi Buruk dan Cara Menghindarinya

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Rabu, 26 April 2023
Penyebab Terjadinya Mimpi Buruk dan Cara Menghindarinya

50 hingga 85 persen orang dewasa masih suka mengalami mimpi buruk. (Foto: Unsplash/olesya yemets)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MIMPI buruk lebih sering terjadi pada seseorang saat masa anak-anak. Ini mungkin menjadi sebuah alasan anak-anak tidak berani tidur sendirian di kamar. Akan tetapi, 50 hingga 85 persen orang dewasa melaporkan sesekali mereka juga mengalaminya.

“Mimpi biasanya menggabungkan hal-hal yang terjadi pada siang hari. Sehingga membuat beberapa peneliti berhipotesis bahwa mimpi dan tidur dengan gerakan mata cepat (rapid eye movement) sangat penting untuk konsolidasi memori dan peremajaan kognitif,” kata seorang psikolog tidur dan kesehatan yang berbasis di Manhattan Joshua Tal seperti dilansir CNN.

Baca juga:

Penyebab Datangnya Mimpi Aneh dan Peringatan di Baliknya

Mimpi buruk dapat menimbulkan emosi kecemasan, ketakutan, bahkan teror. (Foto: Unsplash/caleb woods)

American Academy of Sleep Medicine menyebutkan mimpi buruk adalah mimpi yang hidup, realistis, dan mengganggu. Mimpi buruk juga dapat melibatkan ancaman terhadap kelangsungan hidup atau keamanan yang sering kali menimbulkan emosi kecemasan, ketakutan, atau teror.

Mengatasi mimpi buruk yang sering terjadi adalah sesuatu yang penting karena mimpi buruk juga dapat dikaitkan dengan insomnia, depresi, hingga perilaku bunuh diri. Hal ini karena mimpi buruk juga dapat menyebabkan kurang tidur dan mimpi buruk juga terkait dengan penyakit jantung serta obesitas.

Untungnya, terdapat beberapa langkah yang dapat kamu terapkan untuk meredakan mimpi buruk dan meningkatkan kualitas tidur kamu.

Tetapkan rutinitas tidur

Mimpi buruk terjadi selama tidur dengan gerakan mata yang cepat, fase saat otot kita rileks dan kita bermimpi. “Salah satu cara paling efektif untuk mengatasi masalah mimpi buruk pada orang dewasa sebenarnya adalah membuat mereka tidur lebih nyenyak sehingga mereka lebih jarang bangun,” kata Jennifer Martin, seorang profesor kedokteran di Fakultas Kedokteran David Geffen di Universitas California.

Baca juga:

Mimpi Buruk Terus Menerus saat Kecil Tingkatkan Risiko Parkinson

Kurangi alkohol

“Banyak orang menggunakan alkohol sebagai cara untuk melepas penat dan merasa mengantuk di penghujung hari, tapi itu bukanlah solusi yang tepat,” kata Martin.

Minuman beralkohol dapat menyebabkan potensi mengingat mimpi buruk. (Foto: Pexels/prem pal singh tanwar)

Minuman beralkohol dapat menyebabkan kegelisahan dan terbangun sepanjang malam sehingga berpotensi membantumu mengingat mimpi buruk. Sebagai gantinya, kamu bisa mencoba teh herbal dan minuman lain yang membantu kamu untuk tidur.

Jangan makan sebelum tidur

Ngemil dapat meningkatkan metabolisme yang menyebabkan otak kamu menjadi lebih aktif dan dapat menyebabkan mimpi buruk, menurut National Sleep Foundation. Sementara beberapa orang tidur lebih nyenyak setelah makan makanan ringan, kamu harus berhenti makan dua sampai tiga jam sebelum tidur.

Jika kamu menyadari bahwa kamu kerap mengalami mimpi buruk sesudahnya, cobalah menghindari ngemil di malam hari atau makanan yang lebih berat sebelum tidur. (vca)

Baca juga:

Penyebab Orang Dewasa Mimpi Buruk

#Tidur #Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Ananda Dimas Prasetya

Penulis, editor, dan praktisi konten digital dengan latar belakang akademis di bidang jurnalistik serta pengalaman dalam penyusunan artikel berita, konten informatif, dan optimasi mesin pencari (SEO). Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi, Jurusan Jurnalistik, Universitas Padjadjaran (2007–2014) dengan pemahaman mendalam mengenai kaidah jurnalistik, etika media, verifikasi informasi, dan teknik penulisan profesional. Berfokus pada pengembangan konten yang mengutamakan akurasi, relevansi, dan nilai informasi bagi pembaca. Memastikan artikel disusun melalui proses riset, verifikasi sumber, dan pengolahan data cermat guna menjamin kualitas informasi yang disajikan. Berbagai topik yang menjadi perhatian meliputi pemerintahan, ekonomi, pendidikan, teknologi, budaya, hiburan (musik & film), gaya hidup, motorsports, hingga isu-isu sosial yang berkembang di masyarakat.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Bagikan