Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Penunjukan Azis Menunjukkan Setnov Masih Anggap Dirinya Sebagai Ketum Golkar

Zaimul Haq Elfan HabibZaimul Haq Elfan Habib - Senin, 11 Desember 2017
Penunjukan Azis Menunjukkan Setnov Masih Anggap Dirinya Sebagai Ketum Golkar

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi. (MP/Ponco Sulaksono)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi angkat bicara soal penunjukan Azis Samyuddin oleh Setya Novanto sebagai Ketua DPR. Menurut dia, sikap tersebut menunjukkan bahwa Setnov masih menganggap dirinya sebagai Ketua Umum Partai Golkar.

"Jadi apa hak Setnov menunjuk itu? Berarti dalam kepalanya dia masih menjadi Ketua Umum (Golkar). Padahal sebelumnya dia menunjuk Plt yang disahkan oleh rapat Pleno," ujarnya di Kantor DPP PKB, Jln Raden Saleh, Jakarta Pusat, Senin (11/12).

Burhan menilai, keputusan sepihak yang diambil Setnov telah melanggar konstitusi Partai Golkar. Pasalnya, setiap keputusan strategis harus diambil melalui rapat kolektif dengan para pengurus partai.

"Beberapa faksi anti Setnov menganggap hal ini melanggar konstitusional partai politik. Keputusan terkait pejabat negara harus diputuskan oleh rapat DPP yang bersifat kolektif," tandasnya.

Karena itu, menurut Burhan, penunjukan Azis sebagai Ketua DPR seperti mendelegitimasi
kebijakanya sendiri. Salah satunya mengenai pengangkatan Plt Ketua Umum dan juga Plt Sekjen Golkar yang diputuskan melalui rapat Pleno partai beringin beberapa waktu lalu.

"Ada komplikasi di sana yang saya melihat ada kepanikan dari Setnov. Karena dalam posisi hukum dan politik, dia berada di tubir jurang. Langkah-langkah terakhir yang dilakukan di luar akal sehat," pungkasnya.

Sebelumnya, Inisiator Gerakan Muda Partao Golkar (GMPG) Ahmad Doli Kurnia menyebut penunjukan Politisi Partai Golkar Aziz Syamsuddin sebagai Ketua DPR RI oleh Setya Novanto telah mempermalukan Partai beringin serta DPR.

"Menurut saya itu tindakan yang dilakukan oleh oknum Politisi Partai Golkar yang mempermalukan Golkar dan DPR," ujarnya di acara Sarasehan Nasional : Merumuskan Pembaharuan dan Kebangkitan Partai Golkar, di Manhattan Hotel, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (9/12).

Doli menilai, sebagai lembaga tinggi negara, DPR akan menjadi sorotan publik jika masih diatur oleh Setnov yang kini menyandang status sebagai tersangka dan telah mendekam di rumah tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Bagaimana kita bisa tidak malu lembaga tinggi negara diatur oleh orang yang berada di dalam jeruji penjara," tegas dia.

Diketahui, Ketua Umum Partai Golkar nonaktif Setya Novanto dikabarkan telah menunjuk Aziz Syamsuddin untuk menggantikan dirinya sebagai Ketua DPR. Hal ini lantaran, Setnov masih mendekam di Rutan KPK karena jadi tersangka kasus korupsi e-KTP. (Pon)

#Setya Novanto #Aziz Syamsuddin
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Gugatan Pembatalan Bebas Bersyarat Setya Novanto Masuki Tahap Akhir, Boyamin Ungkap Ada Dugaan Cacat Administrasi
Sidang gugatan pembatalan bebas bersyarat Setya Novanto masuk tahap akhir. Kuasa hukum ARRUKI dan LP3HI mengungkap ada dugaan cacat hukum.
Soffi Amira - Rabu, 11 Maret 2026
Gugatan Pembatalan Bebas Bersyarat Setya Novanto Masuki Tahap Akhir, Boyamin Ungkap Ada Dugaan Cacat Administrasi
Indonesia
Bebas Bersyarat Setya Novanto Digugat ke PTUN, Kuasa Hukum ARUKKI dan LP3HI: Masih Terlibat Kasus TPPU
Setya Novanto diminta kembali ke penjara jika bebas bersyarat dibatalkan.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 29 Oktober 2025
Bebas Bersyarat Setya Novanto Digugat ke PTUN, Kuasa Hukum ARUKKI dan LP3HI: Masih Terlibat Kasus TPPU
Indonesia
Setya Novanto Bebas Lebih Cepat, Sebut Kader Setia yang Telah Selesai Jalani Hukuman
Menurutnya, semua prosedur dan peraturan perundang-undangan telah dipenuhi dengan benar
Angga Yudha Pratama - Selasa, 19 Agustus 2025
Setya Novanto Bebas Lebih Cepat, Sebut Kader Setia yang Telah Selesai Jalani Hukuman
Indonesia
Golkar Siapkan Posisi Jika Setnov Mau Aktif Lagi di Kepengurusan Partai
Golkar juga tidak pernah menolak kader yang ingin kembali aktif dalam kepengurusan partai.
Wisnu Cipto - Selasa, 19 Agustus 2025
Golkar Siapkan Posisi Jika Setnov Mau Aktif Lagi di Kepengurusan Partai
Indonesia
Golkar Tegaskan Setnov Tidak Pernah Dipecat, Statusnya Masih Kader Beringin
Golkar tidak pernah mengeluarkan surat pemecatan terhadap Setnov sejak berstatus tersangka pada 2017 silam hingga saat ini.
Wisnu Cipto - Selasa, 19 Agustus 2025
Golkar Tegaskan Setnov Tidak Pernah Dipecat, Statusnya Masih Kader Beringin
Indonesia
Terpaksa Manut, Ketua KPK Akui Pembebasan Bersyarat Setnov Terasa Tidak Adil
Pemberlakuan bebas bersyarat merupakan bagian dari sistem hukum pidana yang berlaku di Indonesia.
Wisnu Cipto - Selasa, 19 Agustus 2025
Terpaksa Manut, Ketua KPK Akui Pembebasan Bersyarat Setnov Terasa Tidak Adil
Indonesia
MAKI Desak Menteri Imipas Batalkan Bebas Bersyarat Setya Novanto dan Ancam Gugat ke PTUN
MAKI juga mengirimkan surat keberatan atas remisi yang diberikan kepada Setnov ke Dirjen Pemasyarakatan.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 19 Agustus 2025
MAKI Desak Menteri Imipas Batalkan Bebas Bersyarat Setya Novanto dan Ancam Gugat ke PTUN
Indonesia
Ahmad Doli Kurnia Sebut Setya Novanto Masih Kader Golkar, Belum Pernah Diberhentikan
Wakil Ketua Umum Golkar sebut Setnov masih bertatus kader partai.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 19 Agustus 2025
Ahmad Doli Kurnia Sebut Setya Novanto Masih Kader Golkar, Belum Pernah Diberhentikan
Indonesia
Menteri Hukum Tegaskan Pembebasan Bersyarat Setya Novanto Murni Wewenang Pengadilan
Menteri Hukum, Suparatman Andi Agtas menegaskan, bahwa pembebeasan bersyarat Setya Novanto murni wewenang pengadilan.
Soffi Amira - Selasa, 19 Agustus 2025
Menteri Hukum Tegaskan Pembebasan Bersyarat Setya Novanto Murni Wewenang Pengadilan
Indonesia
ICW Kritik Pembebasan Bersyarat Setya Novanto, Sebut Kemunduran dalam Pemberantasan Korupsi
ICW mengkritik pembebasan bersyarat Setya Novanto. Mereka menyebutkan, adanya kemunduran dalam pemberantasan korupsi.
Soffi Amira - Selasa, 19 Agustus 2025
ICW Kritik Pembebasan Bersyarat Setya Novanto, Sebut Kemunduran dalam Pemberantasan Korupsi
Bagikan