Parenting

Pentingnya Orangtua Menghargai Potensi Anak

Raden Yusuf NayamenggalaRaden Yusuf Nayamenggala - Selasa, 28 September 2021
Pentingnya Orangtua Menghargai Potensi Anak

Orang Tua harus menghargai potensi yang ada pada anak (Foto: pixabay/pezibear)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

ORANGTUA perlu mengapresiasi segala bentuk potensi yang dimiliki oleh anak. Hal itu agar rasa percaya diri bisa terbentuk, kemudian diikuti dengan kemunulan kekuatan atau potensi dari dalam.

Hal tersebut dipaparkan oleh Psikolog Anak dan Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi. Menurut Seto, apabila anak dihargai, apa pun potensinya, rasa percaya diri dan kekuatan dari dalam akan muncul.

Baca Juga:

Pentingnya Kualitas Udara di Ruang Belajar Anak

"Ini akan berakar pada karakter-karakter yang hebat, seperti rendah hati tapi tetap percaya diri, tidak arogan, sopan santun, akhlak mulia, bisa bekerja sama, menghargai perbedaan, dan sebagainya," tutur Seto Mulyadi, seperti dilansir ANTARA.

Apabila anak dihargai, apa pun potensinya, rasa percaya diri dan kekuatan dari dalam akan muncul.(Foto: pixabay/ponce_photography)

Selain itu, pria yang akrab disapa Kak Seto tersebut juga mengatakan sejatinya pendidikan merupakan usaha sadar untuk mewujudkan suasana pembelajaran atau proses belajar pada anak-anak atau peserta didik, agar mereka mengembangkan potensi dirinya.

Ditambah dengan kombinasi antara potensi dan karakter yang dibangun, proses belajar akan membuat anak lebih tangguh menghadapi apa pun di masa mendatang.

"Jadi makna pendidikan tersebut memunculkan sesuatu dari dalam, bukan mengisi kepala anak dengan beragam hafalan. Ini yang harus disadari oleh kita," ucap Kak Seto.

Sementara itu, Ketua Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Richardus Eko Indrajit mengatakan, bahwa untuk menumbuhkan rasa percaya diri pada anak, diperlukan adanya kerendahan hati orangtua, untuk memasuki serta memposisikan diri di dalam dunia anak-anak.

"Untuk membuat rasa kepercayaan diri mereka meningkat, dibalik, kita yang meminta kepada mereka untuk diajarkan. Kalau kita mau komunikasi sama mereka dan ingin mereka melakukan yang kita inginkan, kita harus masuk ke dunia mereka karena anak zaman sekarang ingin kita jadi teman mereka," ujar Eko.

Senada dengan Kak Seto dan Richardus, Moms Influencer Mona Ratuliu berpendapat. Bahwa orang tua perlu mengizinkan serta memberikan ruang pada anak-anak untuk melakukan kesalahan. Karena, dari titik itulah anak-anak akan belajar dan berpreoses menjadi lebih baik kedepannya.

"Justru ketika kita mengizinkan mereka melakukan kesalahan-kesalahan, inner strength atau kekuatan dari dalamnya lama-kelamaan muncul karena dia percaya nantinya akan bisa sendiri dan melakukan sesuatu dengan benar," ungkap Mona.

Baca Juga:

Anak Murung tak Melulu Jadi Pertanda Depresi

belajar percaya diri bukan hanya berani tampil di depan orang, tapi juga percaya kalau dirinya memiliki potensi (Foto: pixabay/victoria_borodinova)

Lebih lanjut Mona menjelaskan, sebagai seorang Ibu, Mona sering mengatakan pada anak-anaknya, bahwa tidak ada manusia yang seratus persen sempurna, dan melakukan kesalahan merupakan hal yang wajar. Namun, dengan catatan pada kesempatan berikutnya harus ada perbaikan.

Selain itu, Mona juga menyampaikan, belajar percaya diri bukan hanya berani tampil di depan orang, tapi juga percaya kalau dirinya memiliki potensi.

Apabila saat ini anak masih dalam proses belajar, mungkin dia belum bisa atau belum paham. Tapi, bila belajar dengan rajin, lama-kelamaan akan bisa. (Ryn)

Baca Juga:

Dampak Mengerikan dari Depresi yang Jarang Diketahui

#Parenting #Ibu Dan Anak #Orangtua Baik #Pendidikan Anak
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Raden Yusuf Nayamenggala

I'm not perfect but special
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Lifestyle
8 Cara Keluarga Cegah Anak Terpapar Pemahaman Kekerasan dan Radikalisme
Regulasi penggunaan sosial media pada anak di Indonesia belum seketat negara maju lainnya.
Dwi Astarini - Senin, 07 September 2026
8 Cara Keluarga Cegah Anak Terpapar Pemahaman Kekerasan dan Radikalisme
Indonesia
Menteri PPPA Soroti Pola Asuh di Era Digital, Anak Lebih Nyaman Curhat ke Teman
Survei Forum Anak di Jawa Tengah terhadap lebih dari 20 ribu anak menunjukkan 80 persen lebih nyaman curhat kepada teman dibanding orang tua.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 24 Agustus 2026
Menteri PPPA Soroti Pola Asuh di Era Digital, Anak Lebih Nyaman Curhat ke Teman
Lifestyle
AIMI Ingatkan Risiko Mitos Menyusui yang tidak Berbasis Bukti
Masyarakat diharapkan lebih kritis dalam menerima informasi, terutama yang disampaikan key opinion leader (KOL) atau figur publik.
Dwi Astarini - Jumat, 31 Juli 2026
AIMI Ingatkan Risiko Mitos Menyusui yang tidak Berbasis Bukti
Indonesia
DPR Nilai Penggunaan Gawai Anak sudah Lampaui Batas, Minta Sekolah Punya Aturan Jelas
Penggunaan perangkat digital yang berlebihan dapat mengurangi interaksi sosial hingga memengaruhi kesehatan mental peserta didik.
Dwi Astarini - Rabu, 29 Juli 2026
DPR Nilai Penggunaan Gawai Anak sudah Lampaui Batas, Minta Sekolah Punya Aturan Jelas
Lifestyle
Cara Batasi Waktu Bermain Roblox Anak: Panduan Parental Control dan Blokir Jaringan
Langkah sistematis ini memastikan batas waktu bermain berjalan otomatis tanpa perlu penyitaan perangkat secara fisik
Angga Yudha Pratama - Selasa, 28 Juli 2026
Cara Batasi Waktu Bermain Roblox Anak: Panduan Parental Control dan Blokir Jaringan
Fun
S-26 Exceptional Journey Hadir di Jakarta, Ajak Orang Tua Pahami Perkembangan Otak Anak
S-26 Exceptional Journey: Journey Inside The Brain menghadirkan pengalaman edukatif imersif yang mengajak orang tua memahami perkembangan anak.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 25 Juli 2026
S-26 Exceptional Journey Hadir di Jakarta, Ajak Orang Tua Pahami Perkembangan Otak Anak
Indonesia
Literasi dan Numerasi Sejak Dini Kunci Hadapi Era Modern
Anak-anak yang dekat dengan buku dinilai akan lebih berani bermimpi, mampu berpikir kritis, serta memiliki rasa percaya diri dalam menghadapi tantangan zaman.
Dwi Astarini - Jumat, 29 Mei 2026
Literasi dan Numerasi Sejak Dini Kunci Hadapi Era Modern
Indonesia
Kasus RSHS Bandung Salah Kasih Bayi ke Ibu Selesai Secara Kekeluargaan
Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung menyampaikan permohonan maaf kepada seorang ibu asal Cimahi, Nina Saleha, atas kasus kelalaian perawat yang menyerahkan bayinya kepada orang lain.
Wisnu Cipto - Jumat, 10 April 2026
Kasus RSHS Bandung Salah Kasih Bayi ke Ibu Selesai Secara Kekeluargaan
Fun
Popok Tipis Anti Bocor Bantu Dorong Kebebasan Gerak dan Tumbuh Kembang Anak
MAKUKU perkenalkan popok comfort fit. Hadirkan teknologi SAP dan 360 Leak Protection, dirancang mendukung kebebasan gerak anak.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 12 Februari 2026
Popok Tipis Anti Bocor Bantu Dorong Kebebasan Gerak dan Tumbuh Kembang Anak
Indonesia
Siswa Meninggal Karena Tidak Bisa Beli Buku, Tamparan Bagi Dunia Pendidikan
Kasus tersebut sangat memilukan bagi seluruh pihak yang memiliki hati nurani
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 04 Februari 2026
Siswa Meninggal Karena Tidak Bisa Beli Buku, Tamparan Bagi Dunia Pendidikan
Bagikan