kesehatan

Pengobatan Autoimun Vitiligo yang Aman untuk Anak-Anak

Iftinavia PradinantiaIftinavia Pradinantia - Rabu, 03 November 2021
Pengobatan Autoimun Vitiligo yang Aman untuk Anak-Anak

Pengobatan untuk vitiligo yang ramah anak (Sumber: Pexels/Zaid Mohammed)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SISTEM kekebalan tubuh normalnya menghasilkan antibodi berupa protein yang bereaksi terhadap bakteri, virus, dan racun. Vitiligo merupakan suatu kelainan kulit akibat kurangnya pigmen melanin dalam tubuh, sehingga kulit menjadi lebih terang atau pucat. Pigmen adalah zat warna tubuh yang bertugas memberi warna untuk kulit, mata, dan rambut. Warna kulit manusia dipengaruhi oleh pigmen bernama melanin.

"Pada kondisi vitiligo, sel-sel pembentuk melanin berhenti berfungsi atau mati. Terjadinya vitiligo disebabkan oleh matinya sel melanosit yang bertugas memproduksi warna pada kulit. "Penyebab matinya sel tersebut dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti genetik atau keturunan, penyakit autoimun, dan faktor eksternal seperti terbakar sinar matahari, atau bahan kimia," urai dr. Amelia Soebyanto, Sp.DV, Spesialis kulit dan kelamin (Dermato-venerologi) Klinik Pramudia.

Baca juga:

3 Langkah Alami Atasi Kulit Kering dengan Jeruk

Vitiligo dapat terjadi pada segala usia. Namun sebagian besar penderita mengalaminya sebelum usia 20 tahun. Kemunculan vitiligo ditandai dengan hilangnya warna kulit alami dan munculnya bercak-bercak berwarna putih seperti kapur pada sebagian kulit atau salah satu sisi tubuh. Selain kulit, vitiligo juga dapat menyerang rambut, area sekitar mata dan mulut.

"Orang yang mengalami vitiligo umumnya masih memiliki warna kulit alami. Ketika sel-sel pembentuk melanin berhenti berfungsi, saat itulah bercak-bercak putih pada kulit muncul. Penderita terlihat memiliki dua warna kulit, yang lebih gelap yaitu warna kulit asal, dan putih pucat akibat vitiligo. Terapi vitiligo ada berbagai cara. Namun terapi tersebut tidak seluruhnya aman dan efektif," ujar Amelia.

Selain itu ada terapi penunjang berupa kosmetik penyamar dan tabir surya yang berfungsi sebagai penyamar dan mencegah kulit terbakar serta fenomena Köbner. Pemberian terapi disesuaikan dengan lokasi, luas dan derajat keparahan penyakit. Tidak semua terapi vitiligo untuk pasien dewasa dapat dianjurkan untuk mengobati pasien anak-anak. Berikut terapi untuk vitiligo pada anak-anak:

1. Kosmetik penyamar

vitiligo
Kosmetik penyamar (Sumber: Pexels/Armin Rimoldi)

Makula depigmentasi yang terdapat terutama di wajah, leher, atau tangan dapat disamarkan dengan pemakaian kosmetik. Amelia menyebutkan aplikasi kosmetik penyamar dapat memperbaiki kualitas hidup. "Kosmetik penyamar juga dapat digunakan sebagai pelengkap selama menjalani terapi lain atau sebagai alternatif jika terapi konvensional tidak efektif," sarannya.

2. Kortikosteroid topikal

kortikosteroid topkal
kortikosteroid topikal (Sumber: Pexels/Armin Rimoldi)

Penggunaan kortikosteroid topikal pada anak relatif aman dan menguntungkan. Obat tersebut bersifat anti inflamasi dan menekan sistem imun sehingga dapat memicu repigmentasi. "Kortikosteroid topikal diberikan pada vitiligo dengan area yang terbatas dan sering digunakan sebagai terapi lini pertama pada anak maupun dewasa," jelas Amelia.

Lesi di wajah memberikan respon yang paling baik terhadap terapi kortikosteroid topical. Lesi di leher dan ekstremitas (kecuali jari tangan dan jari kaki) juga memberikan respon yang cukup baik.

Penggunaan kortikosteroid potensi tinggi dapat menyebabkan repigmentasi sedang sampai baik pada pasien dewasa, sedangkan pada anak-anak repigmentasi dapat mencapai 50% atau lebih. Kortikosteroid juga dapat menimbulkan efek samping lokal misalnya stria, atrofi, teleangiektasis.

Baca juga:

Kenali Kanker Kulit Ganas Melanoma

Guna mengurangi efek samping tersebut, pada anak-anak, dapat menggunakan kortikosteroid yang non-fluorinated dengan potensi sedang namun tetap memberikan efikasi yang sama terhadap keberhasilan terapi.

3. Imunomodulator topikal

vitiligo
Imunomodulator topikal (Sumber: Pexels/Alvin Matewa)

Hartmann melaporkan repigmentasi yang baik dan sedang pada kasus vitiligo pratibial yang luas pada anak setelah diterapi dengan salep tacrolimus 0,1% dan krim pimecrolimus 1% secara oklusi selama 6 bulan. Krim pimecrolimus 1% yang digunakan vitiligo periokular dan genital memberikan hasil yang memuaskan.

"Secara keseluruhan, 40-90% pasien anak menunjukkan respons pada terapi imunomodulator topikal. Efek samping imunomodulator topikal berupa sensasi terbakar atau rasa tersengat yang ringan,"ungkapnya.

Imunomudulator topikal secara umum lebih aman digunakan oleh pasien anak daripada steroid topikal. Pada penggunaan yang dikombinasi dengan terapi ultraviolet B atau laser excimer, menunjukkan efektifitas yang lebih baik.

4. Calcipotriol topikal

vitiligo
Calcipotriol topikal (Sumber: Pexels/Alvin Matewa)


Kombinasi calcipotriol topikal dengan kortikosteroid topikal menghasilkan repigmentasi yang lebih cepat dengan pigmentasi yang stabil. Calcipotriol topikal juga dapat dikombinasikan dengan fototerapi NB-UVB atau laser excimer 308 nm. Efek samping pemakaian krim calcipotriol berupa hiperpigmentasi dan iritasi di daerah sekitar lesi. (Avia)

Baca juga:

5 Cara Mudah Bereskan Problem Kulit Bersisik

#Kesehatan #Vitiligo #Autoimun Kulit #Penyakit Autoimun
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Iftinavia Pradinantia

I am the master of my fate and the captain of my soul
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Bagikan