MerahPutih.com - Perhelatan Pemilihan Presiden (Pilpres) yang akan digelar kembali pada tahun 2024 diikuti minimal tiga pasangan calon presiden dan calon wakil presiden.
Pengamat politik Pangi Syarwi Chaniago menilai, jika Pilpres 2024 diikuti tiga atau empat paslon masyarakat memiliki banyak pilihan dan alternatif.
Baca Juga
Prabowo Bicara soal Peluang Jokowi jadi Cawapresnya di Pilpres 2024
"Saya merasakan kerusakan pada dua periode pemilihan presiden sebelumnya sehingga minimal harus ada tiga sampai empat poros untuk mencegah politik identitas, polarisasi dan keterbelahan. Itu kan niat baik," kata Pangi di Jakarta, Kamis (29/9).
Selain itu, hasil survei Voxpol terbaru juga menyebutkan sekitar 40,6 persen responden menginginkan harus ada lebih dari dua calon presiden pada Pemilu 2024. Alasannya responden untuk mendapatkan pemimpin alternatif.
Baca Juga
Bersedia Maju di Pilpres 2024, Anies Akui Sudah Banyak Komunikasi dengan Partai Politik
Selain itu, survei itu menyatakan terdapat 31 persen responden yang beralasan agar tidak terjadi konflik sosial dan perpecahan di masyarakat.
Pangi menjelaskan makin banyak pasangan calon presiden maka alternatif dan varian pemimpin yang ditawarkan kepada masyarakat makin banyak.
"Wajar kemudian pemilih milenial, yang anak muda, mereka bosan dan jenuh, apalagi calon presiden wajah lama. Partisipasi mereka bisa turun. Bahkan saya pernah diskusi sama kaum milenial usia 17-39 tahun, kenapa nggak milih calon presiden? karena tidak ada yang segar, mereka ingin ada yang baru," katanya. (*)
Baca Juga

