Pengamat Prediksi Gerakan Golkar Bersih Akan Berujung Penggulingan Setnov
Ketua Umum Golkar Setya Novanto (berjas hitam) bersama petinggi golkar. (MP/Ponco Sulaksono)
MerahPutih.com - Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia Ujang Komarudin memprediksi Gerakan Golkar Bersih yang dikomandoi kader muda Ahmad Doli Kurnia bakal berujung pada digelarnya musyawarah nasional luar biasa (munaslub).
"Gerakan akan besar, liar, dan berujung pada munaslub," ujar Direktur Eksekutif Indonesian Political Review (IPR) itu saat dihubungi di Jakarta, Kamis (9/8).
Menurut Ujang, terwujudnya munaslub untuk mencari pengganti Setya Novanto (Setnov) sebagai Ketua Umum DPP Golkar akan terealisasi ketika ada perkembangan kasus dugaan korupsi e-KTP.
"Setya Novanto ditahan, gerakan itu semakin kuat. Karena secara hukum dan secara politik sudah kalah," ucapnya.
Meski demikian, Ujang mengingatkan, Gerakan Golkar Bersih tersebut berpotensi ditunggangi oleh faksi-faksi yang ada di partai tertua di Indonesia tersebut.
"Golkar itu ibarat tim sepak bola, tim Jerman, tim panser, timnya rata. faksi-faksinya rata. Faksi A, faksi B, faksi C memiliki kekuatan sama. Makanya, di Golkar dinamikanya selalu menarik," beber Ujang.
Semenjak Setnov disebut-sebut terlibat dalam kasus dugaan korupsi, Ketua Gerakan Muda Partai Golkar (GMPG) Ahmad Doli Kurnia gencar mendorong pergantian pucuk pimpinan.
Manuver mantan Ketua Umum DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) ini kian tajam menyusul penetapan tersangka Setnov yang juga Ketua DPR pada perkara yang ditaksir merugikan negara hingga Rp 2,3 triliun tersebut.
Belakangan, Doli mendeklarasikan Gerakan Golkar Bersih sebagai upaya mempertegas partainya tetap konsisten kontra korupsi, sehingga tak terciprat opini negatif atas kasus yang melilit Setnov.
Bahkan, eks aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) itu telah merilis 17 kader elite Golkar yang mendukung gerakan yang diusungnya. Yakni, Yorrys Raweyai, Nusron Wahid, Kahar Muzakir, Letjen (Purn) Lodewijk Freidrich Paulus, Airlangga Hartarto, Ibnu Munzir, Indra Bambang Utoyo, Agus Gumiwang Kartasasmita, Zainudin Amali, Eni M Saragih, Bambang Soesatyo, Andi Sinulingga, Gatot Sudjito, M Sarmuji, TB Ace Hasan Syadzily, Ichsan Firdaus, dan Ridwan Hisjam. (Pon)
Baca juga berita lainnya dalam artikel: Sikapi Status Tersangka Setya Novanto, Golkar Main Dua Kaki
Bagikan
Berita Terkait
Adies Kadir Janji Tidak Akan Terlibat Perkara Berkaitan Partai Golkar di MK
Golkar Tolak Ambang Batas Parlemen Dihapus, Bantah Motifnya Jegal Partai Baru
Santer Isu Reshuffle Kabinet Usai Thomas Djiwandono Jadi Deputi Gubernur BI, Demokrat dan Golkar Serahkan ke Prabowo
Bahlil: Adies Kadir Sudah Mundur dari Golkar Sebelum Ditetapkan Hakim MK
Eks Golkar Adies Kadir Jadi Hakim MK, Bahlil: Kami Wakafkan ke Negara
Dipilih Jadi Hakim MK, Golkar Umumkan Adies Kadir Bukan Lagi Kader
Golkar Beri Sinyal Dukung Kepala Daerah Dipilih Anggota DPRD, Sebut Lebih Demokratis, Beda dengan Orde Baru
Golkar Sebut Biaya Pilkada Langsung Berpotensi Merusak Kualitas Demokrasi
Golkar Gelar Rapimnas Lusa, Idrus Marham Tegaskan tidak Ada Agenda Ganti Bahlil
PKB Sentil Golkar Ngomong Koalisi Permanen di Tengah Derita Warga Akibat Bencana