Sikapi Status Tersangka Setya Novanto, Golkar Main Dua Kaki

Luhung SaptoLuhung Sapto - Kamis, 10 Agustus 2017
Sikapi Status Tersangka Setya Novanto, Golkar Main Dua Kaki

Generasi Muda Partai Golkar (GMPG) di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (23/5). (MP/Ponco Sulaksono)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pengamat politik Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin, memaklumi banyak elite partai beringin yang enggan berterus terang mendukung gerakan 'oposisi' Golkar yang digalang Ahmad Doli Kurnia.

"Biasalah, ini kan politik. Politik selalu bermain di wilayah dua kaki," ujarnya saat dihubungi di Jakarta, Kamis (10/8).

Sikap tersebut, sambung Ujang, dilakukan karena meski menginginkan Ketua Umum DPP Golkar, Setya Novanto, lengser, namun tetap mengantisipasi agar posisinya baik di partai maupun di Senayan tetap aman.

"Satu, dia menjaga keamanan. Kedua, kader juga meminta Pak Setya Novanto, kan? Nah, kenapa tidak berterus terang dan bermain begitu? Karena kalau Setya Novanto bebas, maka yang 17 nama itu bisa terancam," ucap Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) ini.

Ketua Gerakan Muda Partai Golkar (GMPG), Ahmad Doli Kurnia, sebelumnya mengklaim ada 17 kader yang mendukung Gerakan Golkar Bersih. Dalam kesempatan itu, ia juga menyatakan nama-nama tersebut dijaring melalui beberapa pertemuan.

Doli mengungkapkan, alasan ke-17 orang tersebut mendukung Gerakan Golkar Bersih karena ingin partai tertua di Indonesia itu kembali bersih citranya, menyusul penetapan tersangka Setnov pada kasus Kartu Tanda Penduduk elektronik alias e-KTP.

Adapun ke-17 nama tersebut ialah Yorrys Raweyai, Nusron Wahid, Kahar Muzakir, Letjen (Purn) Lodewijk Freidrich Paulus, Airlangga Hartarto, Ibnu Munzir, Indra Bambang Utoyo, Agus Gumiwang Kartasasmita, Zainudin Amali, Eni M. Saragih, Bambang Soesatyo, Andi Sinulingga, Gatot Sudjito, M. Sarmuji, TB Ace Hasan Syadzily, Ichsan Firdaus, dan Ridwan Hisjam.

Untuk diketahui, Gerakan Golkar Bersih sendiri dimotori Doli dan dideklarasikan beberapa waktu setelah Setnov ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi e-KTP.

Jauh sebelum Setnov menjadi tersangka dan namanya baru sekadar disebut-sebut, Doli sering muncul ke publik dan menyuarakan pergantian pucuk pimpinan Golkar, lantaran kasus e-KTP berpotensi berdampak negatif terhadap partai. (Pon)

Baca juga berita terkait lainnya di: Setnov Terjerat Korupsi, Kader Muda Deklarasikan Gerakan Golkar Bersih

#Partai Golkar #Setya Novanto
Bagikan
Ditulis Oleh

Luhung Sapto

Penggemar Jones, Penjelajah, suka makan dan antimasak

Berita Terkait

Indonesia
Golkar Usul Pilkada Dipilih DPRD, PKB: Ide Lama Cak Imin
Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Daniel Johan menanggapi usulan Partai Golkar soal pemilihan kepala daerah dipilih oleh DPRD.
Frengky Aruan - Senin, 22 Desember 2025
Golkar Usul Pilkada Dipilih DPRD, PKB: Ide Lama Cak Imin
Indonesia
Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya Terjaring OTT KPK, Golkar Hormati Proses Hukum
Bupati Lampung Tengah, Ardito Wijaya, terjaring OTT KPK pada Rabu (10/12). Golkar pun menghormati proses hukum yang berlaku.
Soffi Amira - Kamis, 11 Desember 2025
Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya Terjaring OTT KPK, Golkar Hormati Proses Hukum
Indonesia
Golkar Solo Bakal Gelar Tasyakuran Soeharto Jadi Pahlawan Nasional
Partai Golkar sejak awal telah mengusulkan dan mendukung beliau beserta tokoh-tokoh lainnya untuk mendapatkan gelar pahlawan nasional. Kemudian tahun ini baru terwujud.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 11 November 2025
Golkar Solo Bakal Gelar Tasyakuran Soeharto Jadi Pahlawan Nasional
Indonesia
Bahlil Lahadalia Minta Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Ungkit Peran Transmigrasi dalam 'Menjodohkan' Suku Jawa dan Papua
Ketum Golkar Bahlil Lahadalia mengusulkan Soeharto menjadi Pahlawan Nasional, menyoroti jasa program transmigrasi yang membentuk kebinekaan dan persatuan di Papua Selatan
Angga Yudha Pratama - Jumat, 07 November 2025
Bahlil Lahadalia Minta Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Ungkit Peran Transmigrasi dalam 'Menjodohkan' Suku Jawa dan Papua
Indonesia
Bebas Bersyarat Setya Novanto Digugat ke PTUN, Kuasa Hukum ARUKKI dan LP3HI: Masih Terlibat Kasus TPPU
Setya Novanto diminta kembali ke penjara jika bebas bersyarat dibatalkan.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 29 Oktober 2025
Bebas Bersyarat Setya Novanto Digugat ke PTUN, Kuasa Hukum ARUKKI dan LP3HI: Masih Terlibat Kasus TPPU
Indonesia
Idrus Marham Yakin Bahlil Setia ke Prabowo Meski Dihujat di Media Sosial
Memperjuangkan keadilan harus dengan cara adil, memperjuangkan demokrasi harus dengan cara demokratis
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 25 Oktober 2025
Idrus Marham Yakin Bahlil Setia ke Prabowo Meski Dihujat di Media Sosial
Indonesia
Kritik Terhadap Bahlil Lahadalia Dinilai Sudah Kebablasan dan Menyerang Personal Tanpa Berlandaskan Fakta, Golkar Siap Tempur?
Framing negatif terhadap Pak Bahlil Lahadalia sudah tidak diinspirasi oleh nilai-nilai Pancasila
Angga Yudha Pratama - Jumat, 24 Oktober 2025
Kritik Terhadap Bahlil Lahadalia Dinilai Sudah Kebablasan dan Menyerang Personal Tanpa Berlandaskan Fakta, Golkar Siap Tempur?
Berita Foto
Ketum Bahlil Lahadiala Bagikan 610 Ribu Paket Sembako Peringati HUT Ke-61 Partai Golkar
Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia didampingi Sekjen Partai Golkar M Sarmudji dan jajaran pengurus DPP Partai Golkar menyerahkan secara simbolis 610 ribu paket sembako di DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Rabu (22/10/2025).
Didik Setiawan - Rabu, 22 Oktober 2025
Ketum Bahlil Lahadiala Bagikan 610 Ribu Paket Sembako Peringati HUT Ke-61 Partai Golkar
Indonesia
Golkar Nilai Wacana Soeharto Jadi Pahlawan Nasional Sebagai Hal Wajar, Era Orde Baru Resmi Dihormati Negara?
Setiap bangsa besar menghargai para pendirinya, pemimpinnya
Angga Yudha Pratama - Rabu, 22 Oktober 2025
Golkar Nilai Wacana Soeharto Jadi Pahlawan Nasional Sebagai Hal Wajar, Era Orde Baru Resmi Dihormati Negara?
Indonesia
Bahlil Tolak Tunduk Narasi Negatif, Golkar Klaim Publik Lebih Cerdas Menilai
Kinerja Bahlil dan Wihaji menunjukkan bahwa kader Golkar tidak hanya berpengalaman dalam politik
Angga Yudha Pratama - Rabu, 15 Oktober 2025
Bahlil Tolak Tunduk Narasi Negatif, Golkar Klaim Publik Lebih Cerdas Menilai
Bagikan