Sikapi Status Tersangka Setya Novanto, Golkar Main Dua Kaki
Generasi Muda Partai Golkar (GMPG) di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (23/5). (MP/Ponco Sulaksono)
MerahPutih.com - Pengamat politik Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin, memaklumi banyak elite partai beringin yang enggan berterus terang mendukung gerakan 'oposisi' Golkar yang digalang Ahmad Doli Kurnia.
"Biasalah, ini kan politik. Politik selalu bermain di wilayah dua kaki," ujarnya saat dihubungi di Jakarta, Kamis (10/8).
Sikap tersebut, sambung Ujang, dilakukan karena meski menginginkan Ketua Umum DPP Golkar, Setya Novanto, lengser, namun tetap mengantisipasi agar posisinya baik di partai maupun di Senayan tetap aman.
"Satu, dia menjaga keamanan. Kedua, kader juga meminta Pak Setya Novanto, kan? Nah, kenapa tidak berterus terang dan bermain begitu? Karena kalau Setya Novanto bebas, maka yang 17 nama itu bisa terancam," ucap Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) ini.
Ketua Gerakan Muda Partai Golkar (GMPG), Ahmad Doli Kurnia, sebelumnya mengklaim ada 17 kader yang mendukung Gerakan Golkar Bersih. Dalam kesempatan itu, ia juga menyatakan nama-nama tersebut dijaring melalui beberapa pertemuan.
Doli mengungkapkan, alasan ke-17 orang tersebut mendukung Gerakan Golkar Bersih karena ingin partai tertua di Indonesia itu kembali bersih citranya, menyusul penetapan tersangka Setnov pada kasus Kartu Tanda Penduduk elektronik alias e-KTP.
Adapun ke-17 nama tersebut ialah Yorrys Raweyai, Nusron Wahid, Kahar Muzakir, Letjen (Purn) Lodewijk Freidrich Paulus, Airlangga Hartarto, Ibnu Munzir, Indra Bambang Utoyo, Agus Gumiwang Kartasasmita, Zainudin Amali, Eni M. Saragih, Bambang Soesatyo, Andi Sinulingga, Gatot Sudjito, M. Sarmuji, TB Ace Hasan Syadzily, Ichsan Firdaus, dan Ridwan Hisjam.
Untuk diketahui, Gerakan Golkar Bersih sendiri dimotori Doli dan dideklarasikan beberapa waktu setelah Setnov ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi e-KTP.
Jauh sebelum Setnov menjadi tersangka dan namanya baru sekadar disebut-sebut, Doli sering muncul ke publik dan menyuarakan pergantian pucuk pimpinan Golkar, lantaran kasus e-KTP berpotensi berdampak negatif terhadap partai. (Pon)
Baca juga berita terkait lainnya di: Setnov Terjerat Korupsi, Kader Muda Deklarasikan Gerakan Golkar Bersih
Bagikan
Berita Terkait
Golkar Usul Pilkada Dipilih DPRD, PKB: Ide Lama Cak Imin
Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya Terjaring OTT KPK, Golkar Hormati Proses Hukum
Golkar Solo Bakal Gelar Tasyakuran Soeharto Jadi Pahlawan Nasional
Bahlil Lahadalia Minta Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Ungkit Peran Transmigrasi dalam 'Menjodohkan' Suku Jawa dan Papua
Bebas Bersyarat Setya Novanto Digugat ke PTUN, Kuasa Hukum ARUKKI dan LP3HI: Masih Terlibat Kasus TPPU
Idrus Marham Yakin Bahlil Setia ke Prabowo Meski Dihujat di Media Sosial
Kritik Terhadap Bahlil Lahadalia Dinilai Sudah Kebablasan dan Menyerang Personal Tanpa Berlandaskan Fakta, Golkar Siap Tempur?
Ketum Bahlil Lahadiala Bagikan 610 Ribu Paket Sembako Peringati HUT Ke-61 Partai Golkar
Golkar Nilai Wacana Soeharto Jadi Pahlawan Nasional Sebagai Hal Wajar, Era Orde Baru Resmi Dihormati Negara?
Bahlil Tolak Tunduk Narasi Negatif, Golkar Klaim Publik Lebih Cerdas Menilai