Setnov Terjerat Korupsi, Kader Muda Deklarasikan Gerakan Golkar Bersih
Ketua Umum Golkar Setya Novanto saat pengumuman formatur pengurus Partai Golkar periode 2016-2019, Senin (30/5). (MP/Yohanes Abimanyu)
MerahPutih.com - Gerakan Muda Partai Golkar (GMPG) mendeklarasikan #GerakanGolkarBersih menyusul ditetapkannya Ketua Umum Golkar Setya Novanto sebagai tersangka dalam kasus proyek e-KTP oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Menurut Ketua GMPG Ahmad Doli Kurnia, gerakan tersebut akan menjadi pembeda di antara kader partai Golkar yang tetap mendukung Novanto sebagai Ketua Umum dan kader yang menginginkan pergantian Ketua Umum.
"Hari ini kami mendeklarasikan suatu gerakan, Gerakan Golkar Gersih, jadi kami menilai kepemimpinan sekarang ini sudah sangat terlalu akut menempatkan korupsi sebagai suatu persoalan yang biasa saja," kata Doli di depan Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta, Selasa (25/7).
"Kepimpimpinan yang sekarang ini sudah terlalu akut, menempatkan korupsi itu suatu persoalan yang biasa," sambung Doli.
Parahnya, dukungan tersebut diberikan hampir seluruh jajaran pengurus, baik DPP, DPD provinsi dan kabupaten/kota, Dewan Pembina, serta Dewan Pakar.
"Kecuali Dewan Kehormatan," imbuh mantan Ketua Umum DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) itu.
Padahal, terang Doli, skandal megaproyek e-KTP yang menjerat Novanto bakal terus menggerus citra partai tertua di Indonesia tersebut.
Doli menambahkan, dalam waktu dekat bakal mempublikasikan nama-nama kader beringin yang berlainan sikap dengan sejumlah elite tersebut sebagai bentuk diferensiasi.
"Kalau tidak mendukung Novanto, itu artinya lawannya Golkar korup, Golkar kotor, Golkar hitam," tegasnya.
Doli menekankan, langkah ini dilakukan sebagai bentuk kecintaannya terhadap Golkar, lantaran tak ingin elektabilitas partai berlambang pohon beringin itu turun signifikan pasca Novanto ditetapkan sebagai tersangka korupsi proyek e-KTP.
"Dan akhirnya, eksistensi Golkar juga bisa terancam," pungkas mantan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) itu. (Pon)
Baca juga berita lain terkait Setya Novanto dalam artikel: KPK Cegah Keponakan Setnov Ke Luar Negeri
Bagikan
Berita Terkait
Eks Golkar Adies Kadir Jadi Hakim MK, Bahlil: Kami Wakafkan ke Negara
Dipilih Jadi Hakim MK, Golkar Umumkan Adies Kadir Bukan Lagi Kader
Golkar Beri Sinyal Dukung Kepala Daerah Dipilih Anggota DPRD, Sebut Lebih Demokratis, Beda dengan Orde Baru
Golkar Sebut Biaya Pilkada Langsung Berpotensi Merusak Kualitas Demokrasi
Golkar Gelar Rapimnas Lusa, Idrus Marham Tegaskan tidak Ada Agenda Ganti Bahlil
PKB Sentil Golkar Ngomong Koalisi Permanen di Tengah Derita Warga Akibat Bencana
Bahlil Dorong Pilkada Dipilih DPRD Agar UU Tak Diobrak-Abrik
Viral Bupati Aceh Tenggara Sebut ‘Prabowo Presiden Seumur Hidup’, Golkar: Bentuk Ekspresi Kegembiraan
Golkar Solo Bakal Gelar Tasyakuran Soeharto Jadi Pahlawan Nasional
Golkar Apresiasi Prabowo, Gelar Pahlawan Nasional Terhadap Soeharto dan Gus Dur Dinilai Sebagai Simbol Rekonsiliasi