Pengamat Politik Silvanus Alvin Ulas Politik di Era Digital dalam Buku Keduanya

Mula AkmalMula Akmal - Kamis, 06 Juli 2023
Pengamat Politik Silvanus Alvin Ulas Politik di Era Digital dalam Buku Keduanya

Silvanus Alvin, Pengamat Politik yang juga dosen milenial di Program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) Ilmu Komunikasi di Universitas Multimedia Nusantara (UMN). (Foto: Ist)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Silvanus Alvin, Pengamat Politik yang juga dosen milenial di Program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) Ilmu Komunikasi di Universitas Multimedia Nusantara (UMN) meluncurkan buku keduanya yang berjudul "Digitalisasi Politik: Refleksi dan Dinamika Komunikasi". Buku ini dirilis pada tanggal 5 Juli 2023.

"Buku ini merupakan kontribusi penting dalam memahami seluk beluk praktik komunikasi politik di era digital," ungkap Alvin dalam keterangan tertulisnya, Kamis (6/6).

Baca Juga:

Buku 'Arsip dan Refleksi Gusmiati Suid' Mengekalkan Dedikasi Maestro Tari asal Minang

Buku ini menjadi buku kedua yang ditulis oleh Alvin, setelah sukses dengan bukunya sebelumnya yang berjudul "Komunikasi Politik di Era Digital: dari Big Data, Influencer Relations & Kekuatan Selebriti, Hingga Politik Tawa".

Dalam buku terbarunya, Alvin mengulas berbagai aspek digitalisasi politik, membahas perubahan yang terjadi dalam komunikasi politik di era digital, serta hubungannya dengan proses pemilu yang akan datang, yakni pemilu 2024.

Alvin menyajikan analisis yang tajam dan refleksi mendalam tentang generasi milenial dan Gen-Z yang menjadi public sasaran komunikasi politik yang dihadapi dalam konteks digital.

"Buku ini mencerminkan pengalaman dan pengetahuan yang saya peroleh selama bertahun-tahun dalam bidang komunikasi politik. Saya berharap buku ini dapat memberikan wawasan yang berharga bagi para pembaca, terutama dalam memahami peran digitalisasi dalam dinamika politik," ujar Alvin.

Baca Juga:

Vatikan Rilis Buku Panduan Etika AI untuk Perusahaan Teknologi

Alvin meraih gelar S1 Ilmu Komunikasi dengan konsentrasi Jurnalistik dari UMN pada tahun 2013. Setelah itu, dengan rekomendasi studi dari Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Beasiswa LPDP, Alvin meraih gelar S2 di bidang Media and Public Relations dari University of Leicester, Inggris pada tahun 2018.

Sebelum menjadi dosen, Alvin memiliki pengalaman sebagai wartawan di Kompas.com (2010), Detik.com (2012), dan Liputan6.com (2012–2016). Posisi terakhirnya sebagai wartawan istana memberikan kesempatan langka bagi Alvin untuk mengikuti kunjungan kerja bersama Presiden Joko Widodo ke Korea Selatan dan Rusia.

Pasca-pemilihan presiden tahun 2019, Alvin juga diundang untuk bersilaturahmi dengan Presiden Joko Widodo di Istana Negara. (Pon)

Baca Juga:

Koalisi Seni Rilis Buku dan Modul Tentang 'Hak Cipta Era Digital'

#Buku #Digital #Politik #Pengamat Politik
Bagikan
Ditulis Oleh

Ponco Sulaksono

Berita Terkait

Indonesia
Soroti Putusan PTUN, Pakar Hukum Tata Negara Sebut Kepemimpinan Ketua MK Suhartoyo Ilegal
Pakar Hukum Tata Negara, Muhammad Rullyandi menyebutkan, bahwa kepimpinan Ketua Mahkamah Konstitusi, Suhartoyo, dianggap ilegal.
Soffi Amira - Kamis, 08 Januari 2026
Soroti Putusan PTUN, Pakar Hukum Tata Negara Sebut Kepemimpinan Ketua MK Suhartoyo Ilegal
Indonesia
Pengamat Nilai Candaan Prabowo soal PKB Bukan Guyonan, Ada Pesan untuk Cak Imin
Presiden RI, Prabowo Subianto, sempat bercanda soal mengawasi gerak-gerik PKB. Menurut pengamat, hal itu bukanlah guyonan semata.
Soffi Amira - Rabu, 07 Januari 2026
Pengamat Nilai Candaan Prabowo soal PKB Bukan Guyonan, Ada Pesan untuk Cak Imin
Indonesia
Nicolas Maduro Ditangkap AS, Jerry Massie Ungkap 2 Alasan Utama di Baliknya
Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, ditangkap oleh otoritas AS. Pengamat politik, Jerry Massie mengatakan, bahwa ini menjadi bukti dominasi politik dan militer AS.
Soffi Amira - Senin, 05 Januari 2026
Nicolas Maduro Ditangkap AS, Jerry Massie Ungkap 2 Alasan Utama di Baliknya
Indonesia
Krisis Venezuela Jadi Alarm Keras, DPR Desak Ketahanan Energi Nasional Diperkuat
Krisis Venezuela kini jadi alarm keras. DPR pun mendesak agar ketahanan energi nasional diperkuat.
Soffi Amira - Senin, 05 Januari 2026
Krisis Venezuela Jadi Alarm Keras, DPR Desak Ketahanan Energi Nasional Diperkuat
Indonesia
Baru Diluncurkan, Pimpinan Komisi X DPR Ajak Baca dan Kritisi 'Buku Sejarah Indonesia'
Wakil Ketua Komisi X DPR, Lalu Hadrian Irfani, merespons peluncuran Buku Sejarah Indonesia.
Soffi Amira - Senin, 15 Desember 2025
Baru Diluncurkan, Pimpinan Komisi X DPR Ajak Baca dan Kritisi 'Buku Sejarah Indonesia'
ShowBiz
Marchella FP Luncurkan Buku 'Maaf Aku Lahir Ke Bumi', Bab Baru Semesta NKCTHI
Marchella FP merilis buku 'Maaf Aku Lahir Ke Bumi'. Adult picture book yang mengeksplorasi rasa bersalah hingga proses menemukan diri dalam semesta NKCTHI.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 11 Desember 2025
Marchella FP Luncurkan Buku 'Maaf Aku Lahir Ke Bumi', Bab Baru Semesta NKCTHI
Indonesia
Publik Figur Dinilai Hiasi Bencana Sumatra dengan Narasi Menyesatkan, Pengamat: Hanya Memperpanjang Penderitaan Korban
Publik figur kini diminta untuk tidak menyebarkan narasi menyesatkan soal bencana Sumatra. Pengamat menilai, hal itu hanya memperpanjang penderitaan.
Soffi Amira - Senin, 08 Desember 2025
Publik Figur Dinilai Hiasi Bencana Sumatra dengan Narasi Menyesatkan, Pengamat: Hanya Memperpanjang Penderitaan Korban
Lifestyle
Pintu-Blockvest Bongkar Kunci Sukses Bagi Mahasiswa yang Ingin Jadi Jutawan Lewat AI dan Blockchain
Kombinasi AI dan blockchain membuka peluang besar bagi generasi muda untuk berkreasi
Angga Yudha Pratama - Selasa, 02 Desember 2025
Pintu-Blockvest Bongkar Kunci Sukses Bagi Mahasiswa yang Ingin Jadi Jutawan Lewat AI dan Blockchain
Lifestyle
Tokenisasi Saham xStocks Tiba-Tiba Jadi Primadona Investor Kripto Indonesia Buntut Kompetisi Trading Pintu 2025
Tokenisasi saham menjadi primadona baru
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 29 November 2025
Tokenisasi Saham xStocks Tiba-Tiba Jadi Primadona Investor Kripto Indonesia Buntut Kompetisi Trading Pintu 2025
Indonesia
Gimmick Baru PSI, Tinggalkan Sapaan Bro dan Sis Demi Kesan Lebih Egaliter
Ketua Harian PSI Ahmad Ali mencontohkan sapaan Bro dan Sis tidak sesuai jika digunakan dalam konteks tertentu, misalnya saat berkunjung ke pondok pesantren.
Wisnu Cipto - Sabtu, 22 November 2025
Gimmick Baru PSI, Tinggalkan Sapaan Bro dan Sis Demi Kesan Lebih Egaliter
Bagikan