Pengamat: Pengawalan Pasokan Bahan Pokok Pemerintah Efektif Tutup Ruang Spekulasi

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Jumat, 16 Juni 2017
Pengamat: Pengawalan Pasokan Bahan Pokok Pemerintah Efektif Tutup Ruang Spekulasi

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita bersama Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil melakukan sidak ke pasar Kosambi, Bandung, Jawa Barat, Jumat (5/5). (ANTARA FOTO/Agus Bebeng)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Komitmen dan kebijakan pemerintah, khususnya Kementerian Perdagangan, dinilai mulai terasa menyempitkan ruang spekulasi. Sejumlah harga komoditas pokok yang biasanya menjulang akibat kenaikan permintaan menjelang Lebaran, pada tahun ini dapat dijaga relatif stabil.

Walau demikian, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengaku stres karena harga daging ayam dan telur cepat turun. Permintaan yang tinggi ternyata "dihujani" dengan pasokan yang tinggi pula. Ayam yang belum afkir sudah telanjur dipotong, sementara ayam petelur terus bertelur. Alhasil, oversupply mengakibatkan harga turun.

Pengamat ekonomi dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Imaduddin Abdullah menjelaskan, penentu harga bahan pokok diliat dari dua faktor, yakni supply dan demand. Biasanya menjelang puasa dan Lebaran, demand pasti naik. Bukan karena ingin mengonsumsi makan lebih banyak ketika Lebaran, tapi karena dipersepsikan oleh masyarakat bahwa harga bahan kebutuhan pokok menjelang Lebaran itu naik, jadi ekspektasinya naik, sehingga orang cenderung untuk beli dulu, untuk mengamankan.

"Jika dilihat dari supply-nya, terdapat dua faktor penentu. Pertama adalah dilihat dari kondisi barang komoditas tersebut masuk masa panen sehingga harusnya supply-nya meningkat. Yang kedua, walaupun sudah meningkat tapi ada penimbunan. Yang kedua inilah yang menimbulkan masalah harga bergejolak," kata Imaduddin kepada wartawan di Jakarta, Kamis (15/6).

Selain itu, kata Imaduddin, masalah rantai distribusi yang panjang juga memengaruhi supply sehingga akan memengaruhi harga juga. Jadi memang tugas pemerintah untuk memastikan supply barang cukup.

Penyelesaian permasalahan spekulan atau yang biasa disebut mafia pangan ini seolah menjadi agenda isap jempol pemerintah semata. Harga daging sapi misalnya, pada tahun lalu pemerintah dikritik habis lantaran rakyat baru bisa menikmati daging dengan menukar uang kisaran Rp130.000 – Rp150.000 untuk satu kilonya.

Tentu, fenomena anomali dengan harga yang cenderung turun Lebaran tahun ini bukan berarti mafia pangan atau para spekulan sudah tidak ada lagi. Pasti ada saja yang ingin meraup untung sebesar-besarnya dengan segala cara.

Namun, menurut Imaduddin, pemerintah rupanya berhasil "mengelabui" mafia pangan dengan menjaga supply pasukan bahan pokok, melakukan pengawasan, dan menegakkan hukum dengan baik.

Imaduddin melihat bahwa sejumlah kebijakan Kemendag dapat mencegah terjadinya penimbunan dan praktik sejenis. Ketika supply terus ditingkatkan, penimbun ini tidak punya "senjata" lagi.

"Senjata" tersebut hanya akan efektif kalau bahan kebutuhan pokok langka, tapi kalau di pasar barang tetap tersedia maka otomatis akan tumpul senjata itu.

Sisi lain yang memperkuat pengawalan harga bahan pokok tahun ini adalah kerja sama pemerintah pusat dan daerah yang baik. Ekonom senior Aviliani menjelaskan, kebijakan kerja sama pemerintah pusat khususnya Kemendag dengan pemerintah daerah dalam hal menjaga stabilitas harga pangan dinilai baik.

"Kebijakan itu patut mendapat dukungan karena memang pemerintah daerahlah yang lebih mengetahui keadaan supply demandnya derah mereka masing-masing," kata Aviliani ketika dihubungi wartawan di Jakarta.

Sumber: ANTARA

#Harga Kebutuhan Pokok #Kementerian Perdagangan #Enggartiasto Lukita
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Prancis Memanas! Protes Biaya Hidup Berujung Penjarahan, Toko Mewah hingga Apple Store Jadi Sasaran
Gelombang protes biaya hidup di Prancis berubah menjadi kerusuhan dan penjarahan. Toko mewah, supermarket, hingga Apple Store menjadi sasaran massa.
Frengky Aruan - Minggu, 18 Oktober 2026
Prancis Memanas! Protes Biaya Hidup Berujung Penjarahan, Toko Mewah hingga Apple Store Jadi Sasaran
Indonesia
Kemendag Panggil MAP Group, Klarifikasi Aduan Konsumen Promo Buy 1 Get 1
Promo Buy 1 Get 1 MAP Group kini diadukan konsumen. Kemendag pun meminta klarifikasi soal tersebut.
Soffi Amira - Rabu, 02 September 2026
Kemendag Panggil MAP Group, Klarifikasi Aduan Konsumen Promo Buy 1 Get 1
Indonesia
Produk Camilan UMKM Indonesia Tembus Pasar Cili, Nilai Pesanan Capai Rp 510 Juta
Dua UMKM Indonesia mendapat pesanan produk olahan buah, sayur, dan keripik tempe dari buyer Cili senilai USD 29 ribu atau sekitar Rp 510 juta.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 24 Agustus 2026
Produk Camilan UMKM Indonesia Tembus Pasar Cili, Nilai Pesanan Capai Rp 510 Juta
Berita
Kemendag Respons Kompensasi Pemadaman Listrik PLN, Masih Tunggu Hasil Investigasi
Kemendag merespons soal kompensasi pemadaman listrik PLN. Namun, hal itu masih menunggu hasil investigasi Bareskrim Polri.
Soffi Amira - Rabu, 01 Juli 2026
Kemendag Respons Kompensasi Pemadaman Listrik PLN, Masih Tunggu Hasil Investigasi
Indonesia
Kemendag Minta Klarifikasi Tokopedia soal Aduan Konsumen, Soroti Refund hingga Akun Bermasalah
Kemendag meminta klarifikasi Tokopedia terkait berbagai pengaduan konsumen, mulai dari barang tidak sesuai pesanan, refund, hingga kendala akses akun.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 23 Juni 2026
Kemendag Minta Klarifikasi Tokopedia soal Aduan Konsumen, Soroti Refund hingga Akun Bermasalah
Indonesia
Kemendag Tegur Shopee terkait Keluhan Konsumen, Banyak Barang tak Sesuai Pesanan
Kementerian Perdagangan memanggil Shopee, terkait banyaknya aduan konsumen. Shopee pun angkat bicara.
Soffi Amira - Rabu, 20 Mei 2026
Kemendag Tegur Shopee terkait Keluhan Konsumen, Banyak Barang tak Sesuai Pesanan
Indonesia
Harga Minyak Goreng Merangkak Naik, DPR Minta Pemerintah Kendalikan Harga
DPR RI minta pemerintah segera kendalikan harga minyak goreng yang naik di sejumlah daerah. Kenaikan berdampak pada masyarakat dan UMKM.
Wisnu Cipto - Kamis, 23 April 2026
Harga Minyak Goreng Merangkak Naik, DPR Minta Pemerintah Kendalikan Harga
Indonesia
Indonesia Bidik Pasar Eropa, Kemendag Dorong Ekspor Rempah Bernilai Tinggi
Kemendag RI genjot ekspor rempah ke Uni Eropa melalui CEPA. Peluang besar terbuka dengan dukungan mitra seperti Unispices Wazaran BV di Belanda.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 10 April 2026
Indonesia Bidik Pasar Eropa, Kemendag Dorong Ekspor Rempah Bernilai Tinggi
Indonesia
Pramono Anung Pastikan Harga Pangan Jakarta Terkendali Jelang Lebaran 2026
Gubernur DKI Pramono Anung memastikan stok pangan di Jakarta aman dan harga komoditas diupayakan tidak naik melebihi inflasi menjelang Idulfitri 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 12 Maret 2026
Pramono Anung Pastikan Harga Pangan Jakarta Terkendali Jelang Lebaran 2026
Indonesia
Indonesia Usulkan Lanjutan Negosiasi CEPA dengan Pakistan, Target Rampung 2027
Indonesia mendorong perluasan kerja sama ekonomi dengan Pakistan melalui CEPA. Negosiasi diusulkan berlanjut pada awal 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 11 Januari 2026
Indonesia Usulkan Lanjutan Negosiasi CEPA dengan Pakistan, Target Rampung 2027
Bagikan