Produk Camilan UMKM Indonesia Tembus Pasar Cili, Nilai Pesanan Capai Rp 510 Juta

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Senin, 24 Agustus 2026
Produk Camilan UMKM Indonesia Tembus Pasar Cili, Nilai Pesanan Capai Rp 510 Juta

ilustrasi keripik tempa.

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Produk olahan buah dan sayur serta camilan tempe dari dua pelaku usaha Indonesia berhasil memperoleh pesanan dari buyer Cili senilai USD 29 ribu atau setara Rp 510 juta. Pengiriman produk tersebut telah dilakukan dari Indonesia pada pekan kedua Agustus 2026.

Produk-produk bernilai tambah itu diperkirakan tiba di Cili pada Oktober 2026 untuk selanjutnya didistribusikan melalui jaringan ritel di negara tersebut.

Dua pelaku usaha yang membukukan ekspor tersebut adalah CV Pangantama Makmur Abadi dan CV Arva Indonesia. Keduanya merupakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

CV Pangantama Makmur Abadi mengekspor keripik buah mangga, keripik buah apel, keripik buah nangka, keripik brokoli, dan keripik jamur.

Sementara itu, CV Arva Indonesia mengirimkan keripik tempe dengan varian truffle, honey butter, dan himalayan salt basil. Pesanan tersebut diperoleh dari buyer Cili, yaitu Cencosud Retail S.A.

Baca juga:

Keripik Jenis Camilan yang Bisa Picu Kanker

Kemendag Dorong Ekspor UMKM ke Pasar Global

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Fajarini Puntodewi mengatakan, Senin (24/8), transaksi tersebut dapat menjadi awal keberlanjutan kerja sama jangka panjang dengan buyer Cili.

Jika produk mendapat respons positif dan permintaannya berlanjut di pasar Cili, kedua UMKM diproyeksikan mencatatkan tambahan potensi transaksi hingga USD 29 ribu.

Hal ini selaras dengan upaya Kemendag untuk meningkatkan ekspor produk ke pasar global. Beberapa upaya meliputi promosi dagang, penjajakan pasar, fasilitasi pameran, serta pendampingan komunikasi bisnis antara eksportir Indonesia dan buyer potensial di mancanegara,

Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag RI, Fajarini Puntodewi.

Transaksi tersebut merupakan tindak lanjut dari partisipasi dalam pameran produk makanan dan minuman di Cili tahun lalu, yaitu Espacio Food & Service 2025.

Transaksi berhasil terwujud melalui komunikasi bisnis lanjutan yang disinergikan Kemendag melalui Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Santiago dengan Kedutaan Besar RI Santiago di Cili.

Pelaku UMKM Apresiasi Fasilitasi Ekspor

Irene Hartanto selaku pemilik sekaligus pendiri CV Pangantama Makmur Abadi menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat sehingga transaksi awal tersebut dapat terwujud.

Irene juga mengajak para pelaku usaha UMKM untuk memanfaatkan fasilitasi ekspor yang diberikan Kementerian Perdagangan.

"Terima kasih kepada semua pihak yang sudah mewujudkan keberhasilan pada transaksi awal, semoga ke depan kami dapat terus konsisten dalam kegiatan ekspor ini,” kata Irene.

Baca juga:

Dari Hama Jadi Cuan, Di Meksiko Ikan Sapu-Sapu Diolah Jadi Camilan Hewan

Perdagangan Indonesia-Cili Surplus

Pada periode Januari-Juni 2026, total perdagangan Indonesia dengan Cili mencapai USD 277,4 juta.

Ekspor Indonesia ke Cili tercatat sebesar USD 219,8 juta, sedangkan impor Indonesia dari Cili mencapai USD 57,6 juta.

Dengan angka tersebut, Indonesia mencatat surplus perdagangan terhadap Cili sebesar USD 162,2 juta.

Sementara sepanjang 2025, total perdagangan Indonesia dengan Cili mencapai USD 534,9 juta.

Indonesia membukukan surplus perdagangan sebesar USD 346,8 juta, dengan nilai ekspor ke Cili mencapai USD 440,8 juta dan impor dari Cili sebesar USD 94,0 juta.

Komoditas ekspor Indonesia ke Cili pada 2025 didominasi kendaraan dan bagiannya, alas kaki, pupuk, mesin dan pesawat mekanik, serta kertas dan karton.

Sementara itu, impor Indonesia dari Cili meliputi ikan dan udang, bubur kayu, pupuk, buah-buahan, dan hasil penggilingan. (Asp)

#Keripik #Camilan #Ekspor #Kementerian Perdagangan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Industri Padat Karya Hadapi Tantangan Biaya Produksi, Ekspor Tetap Tumbuh
Kadin melihat ekspor masih memiliki prospek positif hingga akhir tahun, terutama didukung industri pengolahan
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 01 Oktober 2026
Industri Padat Karya Hadapi Tantangan Biaya Produksi, Ekspor Tetap Tumbuh
Indonesia
India Bakal Jadi Pembeli Asing Tertinggi di Trade Expo Indonesia 2026
Mengusung tema “The Ultimate Hub for Global Sourcing”, TEI 2026 menempati area pameran seluas 16.656 meter persegi dengan target potensi transaksi 17,5 miliar dolar AS
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 01 Oktober 2026
India Bakal Jadi Pembeli Asing Tertinggi di Trade Expo Indonesia 2026
Indonesia
Harga Minyak Naik, Ekspor Diharapkan Meningkat Buat Tutup Defisit Neraca Perdagangan
Salah satu upaya perluasan pasar ekspor adalah melalui Trade Expo Indonesia 2026 yang akan digelar pada 14-18 Oktober.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 22 September 2026
Harga Minyak Naik, Ekspor Diharapkan Meningkat Buat Tutup Defisit Neraca Perdagangan
Berita Foto
Perkuat Ekspor, Pemindai Peti Kemas ke-10 Beroperasi di Tanjung Priok
Suasana aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Jakarta International Container Terminal (JICT), Tanjung Priok, Jakarta, Senin (21/9/2026).
Didik Setiawan - Senin, 21 September 2026
Perkuat Ekspor, Pemindai Peti Kemas ke-10 Beroperasi di Tanjung Priok
Indonesia
Beli Alat Produksi Canggih dari Tiongkok, PT RAI Mampu Mengolah 2 Juta Butir Kelapa Per Hari
“Kami hadir dengan komitmen untuk menyejahterakan para petani kelapa dan putra-putri daerah. Selain itu, cita-cita kami adalah 'Mengembalikan Kejayaan Kelapa Nusantara di Mata Dunia',” kata Jerry.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 16 September 2026
Beli Alat Produksi Canggih dari Tiongkok, PT RAI Mampu Mengolah 2 Juta Butir Kelapa Per Hari
Indonesia
Kemendag Panggil MAP Group, Klarifikasi Aduan Konsumen Promo Buy 1 Get 1
Promo Buy 1 Get 1 MAP Group kini diadukan konsumen. Kemendag pun meminta klarifikasi soal tersebut.
Soffi Amira - Rabu, 02 September 2026
Kemendag Panggil MAP Group, Klarifikasi Aduan Konsumen Promo Buy 1 Get 1
Indonesia
Produk Camilan UMKM Indonesia Tembus Pasar Cili, Nilai Pesanan Capai Rp 510 Juta
Dua UMKM Indonesia mendapat pesanan produk olahan buah, sayur, dan keripik tempe dari buyer Cili senilai USD 29 ribu atau sekitar Rp 510 juta.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 24 Agustus 2026
Produk Camilan UMKM Indonesia Tembus Pasar Cili, Nilai Pesanan Capai Rp 510 Juta
Indonesia
Prabowo Soroti Harga Komoditas Indonesia Ditentukan Negara Lain, Bursa Sendiri Ditargetkan Hadir 2027
Prabowo menargetkan Indonesia memiliki bursa mineral dan komoditas strategis sendiri mulai 1 Januari 2027 di bawah pengawasan OJK.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 14 Agustus 2026
Prabowo Soroti Harga Komoditas Indonesia Ditentukan Negara Lain, Bursa Sendiri Ditargetkan Hadir 2027
Indonesia
Indonesia Berpotensi Ekspor Baterai Untuk Keperluan EV Thailand
Berbagai produk industri hilir pertambangan juga bisa menjadi andalan Indonesia untuk diekspor ke Negeri Gajah Putih.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 07 Agustus 2026
Indonesia Berpotensi Ekspor Baterai Untuk Keperluan EV Thailand
Indonesia
Indonesia Ekspor 3,5 Ton Salak ke China
Ekspor tersebut merupakan tindak lanjut komitmen bisnis ekspor salak senilai USD 2 juta selama setahun yang tercapai dalam misi dagang Indonesia ke Shanghai.
Dwi Astarini - Kamis, 06 Agustus 2026
Indonesia Ekspor 3,5 Ton Salak ke China
Bagikan