Prabowo Klaim Indonesia Surplus Pangan, Australia Minta Pasokan Pupuk dari RI

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Rabu, 24 Juni 2026
Prabowo Klaim Indonesia Surplus Pangan, Australia Minta Pasokan Pupuk dari RI

Presiden RI, Prabowo Subianto. Foto: Dok. Setpres RI

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Presiden Prabowo Subianto menyatakan Indonesia saat ini berada dalam posisi yang kuat di sektor pangan di tengah meningkatnya kekhawatiran dunia terhadap ancaman krisis pangan global.

Menurut Prabowo, kondisi Indonesia berbanding terbalik dengan berbagai peringatan internasional mengenai potensi kelaparan yang dapat melanda sejumlah negara.

Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri Puncak Pekan Nasional (Penas) Petani dan Nelayan XVII di Gorontalo, Rabu (24/6).

Baca juga:

Prabowo Klaim Kenal Dalang Pendana Aksi Demo, Singgung Oknum Korup di Pemerintahan

Prabowo mengatakan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebelumnya telah memperingatkan adanya ancaman krisis pangan dan kelaparan global.

Namun, di tengah situasi tersebut, Indonesia justru mulai memiliki surplus produksi yang dapat membantu memenuhi kebutuhan negara lain.

PBB sudah meramalkan adanya ancaman kelaparan dunia. Sekarang kita justru mulai ekspor. Kita membantu negara-negara lain,

Presiden RI, Prabowo Subianto.

Ia mengungkapkan Indonesia kini mulai mampu mengekspor sejumlah hasil produksi pertanian ke berbagai negara.

Australia Minta Pasokan Pupuk dari Indonesia

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menceritakan komunikasi yang dilakukannya dengan Perdana Menteri Australia.

Menurutnya, pemerintah Australia menyampaikan apresiasi atas surplus pupuk yang dimiliki Indonesia dan meminta pasokan pupuk dari Indonesia.

"Beliau berterima kasih karena Indonesia punya surplus pupuk dan mereka meminta agar kita menjual pupuk kepada mereka," ujarnya.

Baca juga:

B50 Siap Meluncur Juli 2026, Indonesia Ditargetkan Tak Lagi Impor Solar

Banyak Negara Minta Beras dan Pupuk

Prabowo menyebut permintaan tidak hanya datang dari Australia. Sejumlah negara lain juga disebut meminta pasokan pupuk maupun beras dari Indonesia.

Meski demikian, ia menegaskan ekspor komoditas pangan harus tetap memperhatikan kepentingan nasional, terutama kesejahteraan petani dan ketersediaan pasokan dalam negeri.

"Saya bilang, kirim ke mereka. Banyak negara meminta pupuk dari kita. Banyak negara meminta beras dari kita. Asal harganya benar," ucapnya. (Knu)

#Pangan #Stok Pangan #Swasembada Pangan #Ekspor
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Ekspor Satu Pintu dan RSPO Bakal Perkuat Kepercayaan Pasar Global Kelapa Sawit Indonesia
Ekspor satu pintu DSI diharapkan mengamankan tata kelola ekspornya. Penggabungan antara kepatuhan berkelanjutan dan kelancaran ekspor.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 06 November 2026
Ekspor Satu Pintu dan RSPO Bakal Perkuat Kepercayaan Pasar Global Kelapa Sawit Indonesia
Indonesia
Menko Airlangga Tegaskan Pemerintah Jaga Pasokan dan Harga Pangan Jelang Nataru Risiko El Nino
Pemetaan wilayah rawan dan penguatan early warning system terus didorong agar potensi gangguan produksi dapat diidentifikasi dan dimitigasi lebih dini.
Dwi Astarini - Selasa, 03 November 2026
Menko Airlangga Tegaskan Pemerintah Jaga Pasokan dan Harga Pangan Jelang Nataru Risiko El Nino
Dunia
33 Negara Serukan Warga Stok Makanan Hingga Obat, Ada Apa?
Sebanyak 33 negara, termasuk Inggris, AS, dan Jepang, resmi mengimbau warganya untuk stok makanan dan obat selama 72 jam. Simak alasan lengkap dan daftar negaranya di sini!
Angga Yudha Pratama - Senin, 02 November 2026
33 Negara Serukan Warga Stok Makanan Hingga Obat, Ada Apa?
Indonesia
Harga Beras Naik Rp 50 per Kg, Stok Nasional Diklaim Cukup hingga Juli 2027
Harga beras kini mencapai Rp 16.450 per kilogram atau naik Rp 50. Namun, stok beras nasional diklaim cukup hingga Juli 2027.
Soffi Amira - Senin, 26 Oktober 2026
Harga Beras Naik Rp 50 per Kg, Stok Nasional Diklaim Cukup hingga Juli 2027
Indonesia
Pemprov DKI Pastikan Stok Pangan di Jakarta Aman
Pramono mengungkapkan laju inflasi di Jakarta hingga saat ini masih terkendali dan terjaga dengan baik.
Dwi Astarini - Kamis, 22 Oktober 2026
Pemprov DKI Pastikan Stok Pangan di Jakarta Aman
Berita
Dampak Ekonomi Global terhadap Indonesia pada 2026, Ini Tantangannya
Dampak ekonomi global terhadap Indonesia pada 2026 mencakup suku bunga AS, inflasi, ekspor komoditas, investasi, dan tantangan APBN.
ImanK - Kamis, 15 Oktober 2026
Dampak Ekonomi Global terhadap Indonesia pada 2026, Ini Tantangannya
Indonesia
4,11 Juta Ton Beras Petani Diserap Bulog, Bukti Swasembada Pangan Prabowo
Bulog terus mengoptimalkan seluruh instrumen pengadaan mulai dari penguatan jaringan pembelian ditingkat produksi, peningkatan kesiapan sarana penyimpanan dan pergudangan.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Oktober 2026
 4,11 Juta Ton Beras Petani Diserap Bulog, Bukti Swasembada Pangan Prabowo
Indonesia
Ini Yang Bikin Harga Pangan Naik Melebihi HET
Pemerintah, telah berkomunikasi dengan asosiasi petani cabai untuk mendorong peningkatan produksi untuk menjaga ketersediaan pasokan
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 08 Oktober 2026
Ini Yang Bikin Harga Pangan Naik Melebihi HET
Indonesia
3,7 Juta Ton Jagung Jateng Jadi Penopang Pangan Nasional
Produksi jagung Jateng mencapai 3,7 juta ton pipilan kering dengan kadar air 28 persen, atau sekitar 17,02 persen dari produksi nasional.
Dwi Astarini - Sabtu, 03 Oktober 2026
3,7 Juta Ton Jagung Jateng Jadi Penopang Pangan Nasional
Indonesia
Industri Padat Karya Hadapi Tantangan Biaya Produksi, Ekspor Tetap Tumbuh
Kadin melihat ekspor masih memiliki prospek positif hingga akhir tahun, terutama didukung industri pengolahan
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 01 Oktober 2026
Industri Padat Karya Hadapi Tantangan Biaya Produksi, Ekspor Tetap Tumbuh
Bagikan