Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Indonesia Berpotensi Ekspor Baterai Untuk Keperluan EV Thailand

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Jumat, 07 Agustus 2026
Indonesia Berpotensi Ekspor Baterai Untuk Keperluan EV Thailand

BAIC T1. (Foto: MerahPutih.com/Kanu)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Presiden RI Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul melakukan pertemuan beberapa waktu lalu.Kedua negara sepakat untuk mencanangkan target nilai perdagangan bilateral senilai USD 20 miliar pada 2030, yang dituangkan dalam Peta Jalan Kemitraan Strategis Indonesia-Thailand 2026-2030.

Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal menilai industri otomotif harus mampu memanfaatkan peluang ekspor utamanya produk antara (intermediate product) dalam kerja sama perdagangan Indonesia-Thailand.

Terkait ekspor yang lumayan cukup banyak untuk bisa masuk ke pasar Thailand itu termasuk di antaranya adalah produk-produk otomotif, bukan hanya produk jadi karena Thailand juga kan sebetulnya powerhouse industri otomotif di ASEAN paling besar,

kata Faisal saat dihubungi di Jakarta, Jumat (7/8).

Ia mengatakan, Indonesia bisa mengisi yang Thailand tidak produksi atau yang kurang produksinya, bukan hanya produk jadi, tapi juga produk antara.

Karena kita tahu bahwa perdagangan barang ini kan tidak melulu atau bahkan mungkin banyak bukan produk jadi tapi juga produk antara,

ujarnya.

Khusus untuk industri otomotif, Faisal menilai baik produk-produk antara maupun produk jadi bisa dikembangkan hingga ke kendaraan listrik (EV). Menurutnya, Indonesia sangat potensial sebagai penyedia baterai EV di kawasan Asia Tenggara.

Kita punya kelebihan sekarang EV, termasuk di antaranya baterai. Mestinya kita bisa mengisi ekspor baterai untuk keperluan pembangunan industri EV di Thailand. Selain itu, yang lain-lain kita punya kelebihan dari sisi komoditas tambang yang sekarang kita menghilirisasikan,

ujar Faisal.

Selain itu, ia mengatakan berbagai produk industri hilir pertambangan juga bisa menjadi andalan Indonesia untuk diekspor ke Negeri Gajah Putih. Terlebih, Thailand juga banyak melakukan impor besi dan baja, tembaga dan turunannya, hingga aluminium dan turunannya dari Indonesia.

Nah, itu yang bisa didorong semestinya karena kita sedang mengembangkan industri di situ, dan mestinya berorientasi ekspor. Lainnya juga termasuk dalam elektronika dan mesin-mesin elektrik yang kita banyak produksi untuk didorong masuk ke pasar Thailand, bukan hanya produk jadi tapi juga produk antara,

kata Faisal.

Saat ini, total nilai perdagangan kedua negara tercatat sebesar USD 17,67 miliar pada 2025. Data Kementerian Perdagangan (Kemendag) juga mencatat bahwa akumulasi perdagangan sepanjang semester I/2026 telah menembus USD 9,80 miliar dolar AS.

#Ekspor #Thailand #EV
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Indonesia Berpotensi Ekspor Baterai Untuk Keperluan EV Thailand
Berbagai produk industri hilir pertambangan juga bisa menjadi andalan Indonesia untuk diekspor ke Negeri Gajah Putih.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 07 Agustus 2026
Indonesia Berpotensi Ekspor Baterai Untuk Keperluan EV Thailand
Indonesia
Indonesia Ekspor 3,5 Ton Salak ke China
Ekspor tersebut merupakan tindak lanjut komitmen bisnis ekspor salak senilai USD 2 juta selama setahun yang tercapai dalam misi dagang Indonesia ke Shanghai.
Dwi Astarini - Kamis, 06 Agustus 2026
Indonesia Ekspor 3,5 Ton Salak ke China
Indonesia
Indonesia-Thailand Susun Roadmap Kemitraan Strategis, Target Perdagangan USD 20 Miliar
Presiden Prabowo Subianto dan PM Thailand Anutin Charnvirakul menyepakati perluasan kerja sama strategis. Targetkan nilai perdagangan bilateral USD 20 miliar pada 2030.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 04 Agustus 2026
Indonesia-Thailand Susun Roadmap Kemitraan Strategis, Target Perdagangan USD 20 Miliar
Indonesia
Presiden Prabowo Gelar Pertemuan Empat Mata Dengan PM Thailand Anutin
Agenda terakhir dalam rangkaian kunjungan resmi PM Thailand hari ini, Presiden Prabowo menggelar jamuan makan malam untuk PM Charnvirakul dan seluruh delegasinya di Istana.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 03 Agustus 2026
Presiden Prabowo Gelar Pertemuan Empat Mata Dengan PM Thailand Anutin
Indonesia
Kadin Luncurkan Platfrom "We Buy From Indonesia" Perluas Produk Indonesia di Pasar Global
Melalui platform tersebut, Kadin memetakan rantai pasok produk ekspor beserta perusahaan yang terlibat agar peluang peningkatan ekspor lebih mudah diidentifikasi.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 31 Juli 2026
Kadin Luncurkan Platfrom
Indonesia
Insentif EV Bakal Dikaitkan Dengan Program Pengembangan Motor dan Mobil Listrik Nasional
Pemerintah saat ini tengah mengkaji pemberian insentif untuk mendorong penjualan kendaraan listrik, sekaligus memperkuat ekosistem industri EV di dalam negeri.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 28 Juli 2026
Insentif EV Bakal Dikaitkan Dengan Program Pengembangan Motor dan Mobil Listrik Nasional
Dunia
Kebakaran Klub Malam di Bangkok, Sedikitnya 28 Orang Tewas, 25 Luka Kritis
Api bermula di dekat panggung bar yang berada di kawasan populer Chatuchak.
Dwi Astarini - Selasa, 14 Juli 2026
  Kebakaran Klub Malam di Bangkok, Sedikitnya 28 Orang Tewas, 25 Luka Kritis
Indonesia
KBRI Pastikan Tidak Ada WNI Jadi Korban Kebakaran di Tempat Hiburan Chatuchak Bangkok
KBRI Bangkok akan terus berkoordinasi dengan otoritas Thailand untuk memantau perkembangan situasi dan siap memberikan pendampingan apabila ada WNI yang terdampak.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 13 Juli 2026
KBRI Pastikan Tidak Ada WNI Jadi Korban Kebakaran di Tempat Hiburan Chatuchak Bangkok
Dunia
Bocah 11 Tahun Tabrak Rombongan Biksu di Thailand, 10 Tewas
Lima biksu tewas di lokasi kejadian, sedangkan lima lainnya meninggal dunia di rumah sakit.
Dwi Astarini - Jumat, 03 Juli 2026
Bocah 11 Tahun Tabrak Rombongan Biksu di Thailand, 10 Tewas
Indonesia
Prabowo Klaim Indonesia Surplus Pangan, Australia Minta Pasokan Pupuk dari RI
Presiden Prabowo Subianto menyebut Indonesia berada dalam posisi kuat di sektor pangan. Ia mengungkap Australia dan sejumlah negara lain meminta pasokan pupuk.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 24 Juni 2026
Prabowo Klaim Indonesia Surplus Pangan, Australia Minta Pasokan Pupuk dari RI
Bagikan