MerahPutih.com - Pengurus Komite Kuil Wat Phutthaisawan secara resmi meminta petugas Divisi Penindakan Kejahatan Kepolisian Thailand untuk menyita dan mengangkut sebuah meja kayu berwarna oranye yang diduga kuat menjadi alas aksi asusila biksu senior Phra Wachirayan Wi (66)
Alasannya, pengurus kuil beranggapaan keberadaan meja keramat itu kini menjadi barang yang sangat tidak menguntungkan, serta membawa sial bagi kesucian area biara kerajaan.
Anggota komite menganggap meja tersebut membawa sial setelah apa yang terjadi dan tidak ingin benda itu tetap berada di dalam biara kerajaan,
keterangan resmi Pengurus Komite Kuil Phutthaisawan
Baca juga:
Viral Menu Mewah Mantan Biksu Atichoti Sebelum Diciduk Polisi Akibat Skandal Korupsi dan Asusila
Meja Keramat Bakal Dihancurkan di Kantor Buddhisme Nasional
Dikutip dari thaiexaminer.com, Senin (14/9), kepolisian langsung mengevakuasi meja ke markas Divisi Penindakan Kejahatan.
Meja keramat yang dipakai Atichot Dhammawaro, nama tenar biksu senior kuil itu, melakukan hubungan badan dengan seorang perempuan itu nantinya diserahkan ke Kantor Buddhisme Nasional untuk dihancurkan secara permanen.
Sementara itu, Dewan Pers Nasional Thailand mengimbau seluruh organisasi media massa untuk menahan diri dan tidak terus mengedarkan potongan video asusila yang terlanjur menyebar luas di ranah publik internet.
Dari Skandal Asusila Buka Tabir Korupsi Biksu Senior
Kejatuhan sosok Biksu Atichot ini tidak bermula dari operasi penyamaran rutin polisi, melainkan dipicu oleh aksi pengkhianatan terencana yang dilakukan oleh para pengikut serta mantan murid terdekatnya sendiri di dalam kuil.
Divisi Penindakan Kejahatan pertama kali menerima laporan anonim pada pertengahan Juli yang menyoroti dua tuduhan krusial, yakni hubungan terlarang Atichot dengan wanita bernama Punyawee serta asal-usul kekayaan mencurigakan yang dimilikinya.
Baca juga:
Termasuk Skandal Seksual, Penggelapan Dana, dan Judi, Ini 4 Kasus Biksu Thailand yang Menggemparkan
Tim penyidik dipimpin Kritsada. Sosok perwira polisi yang juga mantan murid Atichot itu mengaku sangat sulit mencerna dan memercayai tuduhan miring yang menimpa mantan gurunya tersebut.
Namun, hasil temuan yang melibatkan lima hingga enam perwira polisi itu akhirnya menemukan bukti yang menggemparkan publik. Bukti fisik berupa flashdrive yang memuat kumpulan foto serta dokumen video sensitif.
Bukti digital itu tidak hanya mengonfirmasi kecurigaan polisi atas hubungan intim yang melanggar aturan keagamaan, tetapi juga menyeret dugaan penyelewengan dana kas dan keuangan Kuil Wat Phutthaisawan. (*)