Beli Alat Produksi Canggih dari Tiongkok, PT RAI Mampu Mengolah 2 Juta Butir Kelapa Per Hari

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Rabu, 16 September 2026
Beli Alat Produksi Canggih dari Tiongkok, PT RAI Mampu Mengolah 2 Juta Butir Kelapa Per Hari

PT RAI akan meningkatkan jumlah produksinya dengan membeli alat produksi pengolahan kelapa dari Beyond, Tiongkok

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Hilirisasi industri kelapa yang dilakukan PT Royal Agro Industri (RAI) memasuki babak baru. PT RAI akan meningkatkan jumlah produksinya dengan membeli alat produksi pengolahan kelapa dari Beyond, Tiongkok.

Dengan pembelian alat baru yang sangat canggih dan modern, perusahaan milik Jerry Hermawan Lo ini akan menambah jalur di pabriknya. Tentu tujuannya untuk meningkatkan kapasitas produksinya. Saat ini, PT RAI menaungi tiga pabrik pengolahan kelapa. Pertama, PT Dewa Agricoco Industri (DAI) di Halmahera, Maluku Utara. Kedua, PT Tri Mustika Cocomanaesa di Manado, Sulawesi Utara. Ketiga, PT Samuda Coco Indonesia di Sampit, Kalimantan Tengah.

"Karena permintaan hasil pengolahan kelapa di dunia terus meningkat, saat ini kami sedang membangun satu pabrik lagi di Riau, yakni PT Garuda Coco Industri," kata CEO PT RAI Johanna (Anna), kepada wartawan, Rabu (16/9).

Anna menerangkan, alat-alat yang dibeli dari Beyond, Tiongkok itu akan ditempatkan di pabrik Manado, Sampit, dan Riau. Karena pabrik Manado dan Sampit sudah berjalan, alat baru ini difungsikan untuk menambah jalur produksi. Untuk pabrik di Riau, alat ini akan disetel sejak awal produksi.

Baca juga:

JHL Foundation Dorong Regenerasi Petani Muda lewat Beasiswa Kelapa untuk 100 Mahasiswa UBB

"Tahun depan (2027), semua alat baru sudah bisa digunakan untuk produksi," tambah Anna.

Dengan alat baru ini, PT RAI akan bisa memproduksi olahan kelapa berupa desiccated coconut low fat dan desiccated coconut high fat. PT RAI juga memproduksi berbagai hasil olahan, seperti santan, arang, cocofiber, cocopeat, crude coconut oil, dan lainnya.

Lebih lanjut Anna menjelaskan, nantinya kapasitas pabrik di Riau mampu mengolah 1 juta butir kelapa per hari, sedangkan pabrik di Manado bisa mengolah 500 ribu butir kelapa per hari. Pabrik di Sampit mengolah 350 ribu butir per hari, sementara di Maluku mampu mengolah 250 ribu butir per hari.

"Artinya, PT RAI memiliki kapasitas untuk mengolah lebih dari 2 juta butir kelapa per hari," kata dia. Bagi PT RAI, pembelian alat produksi ini bukan sekadar penambahan kapasitas produksi. Proyek tersebut bertujuan menempatkan hilirisasi sebagai fondasi untuk mengubah posisi Indonesia dari pemasok bahan baku menjadi produsen produk olahan dengan nilai tambah lebih tinggi.

Owner PT RAI Jerry Hermawan Lo (JHL) sejak awal menempatkan hilirisasi sebagai alasan utama dirinya masuk ke industri kelapa. Pengusaha yang akrab disapa JHL itu sebelumnya menegaskan bahwa kelapa Indonesia seharusnya tidak berhenti sebagai komoditas mentah.

“Kalau dulu kelapa Indonesia diekspor dalam bentuk utuh (kelapa bulat) dengan harga murah, sekarang dengan pabrik ini, kami bisa olah dulu sebelum diekspor. Tentu saja olahan kelapa memiliki nilai ekonomi yang jauh lebih tinggi. Ini yang dinamakan hilirisasi kelapa," ucap pengusaha yang merintis bisnisnya dari nol itu. Sampai saat ini, PT RAI telah mengekspor berbagai hasil olahan kelapa ke lebih dari 33 negara, seperti Jerman, Spanyol, Turki, Tiongkok, Amerika, dan masih banyak lagi.

Menurut Jerry, pengolahan di dalam negeri memberikan nilai tambah yang lebih besar sekaligus membuka ruang penciptaan lapangan kerja dan memperkuat posisi petani dalam rantai industri. Kabar baiknya, kini PT RAI telah mempekerjakan ribuan tenaga kerja anak bangsa untuk bekerja di industri pengolahan kelapa. Jerry bahkan menyebut pendekatan perusahaannya adalah pengolah kelapa tanpa menyisakan limbah.

Bagi Jerry, arah PT RAI tersebut sejalan dengan prinsip yang selama ini dia bangun. Menurutnya, Indonesia tidak cukup hanya memiliki sumber daya alam, tetapi harus memiliki kemampuan mengolahnya menjadi produk bernilai tinggi.

“Tidak banyak negara yang punya perkebunan kelapa. Salah satu yang terbesar adalah Indonesia," ucapnya.

Besarnya kapasitas industri juga membuat keberlanjutan bahan baku menjadi persoalan penting. Karena itu, pengembangan industri kelapa PT RAI selama ini tidak hanya berkaitan dengan pembangunan pabrik, tetapi juga hubungan dengan petani.

PT RAI akan meningkatkan jumlah produksinya dengan membeli alat produksi pengolahan kelapa dari Beyond, Tiongkok
PT RAI akan meningkatkan jumlah produksinya dengan membeli alat produksi pengolahan kelapa dari Beyond, Tiongkok

Pada pengembangan sebelumnya, PT RAI sudah bekerja sama dengan ribuan petani kelapa dan mendorong peningkatan produktivitas melalui pendampingan serta pelatihan. Jerry juga pernah menginisiasi skema penyisihan Rp 10 dari setiap butir kelapa yang diolah untuk beasiswa kelapa yang mencetak 2.000 sarjana pertanian.

"Sekarang kami sudah memberikan beasiswa kepada 1.300 mahasiswa pertanian dari berbagai universitas ternama di Indonesia," kata Jerry. Beasiswa Kelapa itu telah diberikan pada mahasiswa Universitas Lampung (Unila), Universitas Sumatera Utara (USU), IPB University (Institut Pertanian Bogor), Universitas Hasanuddin (Unhas).

Lalu, Universitas Bangka Belitung (UBB), Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), Universitas Nusa Cendana (Undana), Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta). Universitas Riau (Unri), Universitas Nusa Nipa (Unipa) Nusa Tenggara Timur, Sekolah Tinggi Pertanian Kewirausahaan (STPK) Banau, Halmahera Utara, dan lainnya.

“Kami hadir dengan komitmen untuk menyejahterakan para petani kelapa dan putra-putri daerah. Selain itu, cita-cita kami adalah 'Mengembalikan Kejayaan Kelapa Nusantara di Mata Dunia',” kata Jerry. (*)

#Kelapa #Ekspor #Jerry Hermawan Lo
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Harga Minyak Naik, Ekspor Diharapkan Meningkat Buat Tutup Defisit Neraca Perdagangan
Salah satu upaya perluasan pasar ekspor adalah melalui Trade Expo Indonesia 2026 yang akan digelar pada 14-18 Oktober.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 22 September 2026
Harga Minyak Naik, Ekspor Diharapkan Meningkat Buat Tutup Defisit Neraca Perdagangan
Berita Foto
Perkuat Ekspor, Pemindai Peti Kemas ke-10 Beroperasi di Tanjung Priok
Suasana aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Jakarta International Container Terminal (JICT), Tanjung Priok, Jakarta, Senin (21/9/2026).
Didik Setiawan - Senin, 21 September 2026
Perkuat Ekspor, Pemindai Peti Kemas ke-10 Beroperasi di Tanjung Priok
Indonesia
Beli Alat Produksi Canggih dari Tiongkok, PT RAI Mampu Mengolah 2 Juta Butir Kelapa Per Hari
“Kami hadir dengan komitmen untuk menyejahterakan para petani kelapa dan putra-putri daerah. Selain itu, cita-cita kami adalah 'Mengembalikan Kejayaan Kelapa Nusantara di Mata Dunia',” kata Jerry.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 16 September 2026
Beli Alat Produksi Canggih dari Tiongkok, PT RAI Mampu Mengolah 2 Juta Butir Kelapa Per Hari
Merah Putih Kasih
Beasiswa Kelapa JHL Foundation Targetkan 2.000 Mahasiswa Jadi Petani Modern Hingga Akhir 2026
Krisis regenerasi petani muda mengancam masa depan pangan. JHL Foundation hadir lewat Beasiswa Kelapa untuk mencetak petani milenial terdidik
Angga Yudha Pratama - Jumat, 04 September 2026
Beasiswa Kelapa JHL Foundation Targetkan 2.000 Mahasiswa Jadi Petani Modern Hingga Akhir 2026
Berita Foto
JHL Foundation Dorong Regenerasi Petani Muda lewat Beasiswa Kelapa untuk 100 Mahasiswa UBB
Dewan Pembina JHL Foundation Jerry Hermawan Lo bersama Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani berfoto bersama di Pangkalpinang, Rabu (2/9/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 04 September 2026
JHL Foundation Dorong Regenerasi Petani Muda lewat Beasiswa Kelapa untuk 100 Mahasiswa UBB
Indonesia
JHL Foundation Dorong Regenerasi Petani Lewat Beasiswa Kelapa untuk Mahasiswa UBB
JHL Foundation memberikan Beasiswa Kelapa kepada lebih dari 100 mahasiswa UBB untuk mendukung pendidikan dan mendorong regenerasi petani muda di Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 04 September 2026
JHL Foundation Dorong Regenerasi Petani Lewat Beasiswa Kelapa untuk Mahasiswa UBB
Merah Putih Kasih
Puluhan Lansia di Ende NTT Takut Kembali Bekerja Usai Gempa, Bantuan JHL Foundation Jadi Penguat
Sebanyak 60 warga lanjut usia (lansia) di Desa Ranggatalo dan Lia Beke, Kecamatan Lio Timur, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, menerima bantuan dari JHL Foundation Yayasan Merah Putih Peduli Kasih, Selasa (25/8).
Frengky Aruan - Selasa, 25 Agustus 2026
Puluhan Lansia di Ende NTT Takut Kembali Bekerja Usai Gempa, Bantuan JHL Foundation Jadi Penguat
Indonesia
Produk Camilan UMKM Indonesia Tembus Pasar Cili, Nilai Pesanan Capai Rp 510 Juta
Dua UMKM Indonesia mendapat pesanan produk olahan buah, sayur, dan keripik tempe dari buyer Cili senilai USD 29 ribu atau sekitar Rp 510 juta.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 24 Agustus 2026
Produk Camilan UMKM Indonesia Tembus Pasar Cili, Nilai Pesanan Capai Rp 510 Juta
Indonesia
Hari Kedua, JHL Foundation Sisir Tiga Kecamatan di Manggarai Barat Salurkan Bantuan Langsung
Penyaluran langsung ini jadi komitmen JHL Foundation untuk memastikan bantuan kemanusiaan senilai Rp 1,3 miliar sampai ke warga terdampak gempa Flores, NTT.
Dwi Astarini - Sabtu, 22 Agustus 2026
Hari Kedua, JHL Foundation Sisir Tiga Kecamatan di Manggarai Barat Salurkan Bantuan Langsung
Indonesia
JHL Foundation Kirim Bantuan ke Paroki Watoe Neso, NTT, Penyemangat nan Diapresiasi Doa
Romo Yanuarius mengungkapkan rasa syukur dengan mendoakan Jerry Hermawan Lo senantiasa diberikan kesehatan, umur panjang, kekuatan, serta perlindungan Tuhan.
Dwi Astarini - Sabtu, 22 Agustus 2026
JHL Foundation Kirim Bantuan ke Paroki Watoe Neso, NTT, Penyemangat nan Diapresiasi Doa
Bagikan