Owner PT RAI Jerry Hermawan Lo Dorong Hilirisasi Kelapa demi Tingkatkan Kesejahteraan Petani

Yusuf AbdillahYusuf Abdillah - 1 jam, 8 menit lalu
Owner PT RAI Jerry Hermawan Lo Dorong Hilirisasi Kelapa demi Tingkatkan Kesejahteraan Petani

Founder JHL Group sekaligus Owner PT Royal Agro Industri, Jerry Hermawan Lo (MP/Didik)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Founder JHL Group sekaligus Owner PT Royal Agro Industri, Jerry Hermawan Lo, terus mendorong optimalisasi potensi kelapa Indonesia melalui hilirisasi atau pengolahan bahan mentah menjadi berbagai produk bernilai tambah. Cita-cita besarnya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan petani kelapa Indonesia.

Menurut dia, kelapa memiliki potensi ekonomi yang besar karena hampir seluruh bagiannya dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pangan, industri, hingga pertanian.

Jerry menilai, potensi kelapa Indonesia tidak seharusnya berhenti pada penjualan dalam bentuk utuh. Melalui pengolahan yang tepat, satu butir kelapa dapat menghasilkan beragam produk yang memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi dan peluang pasar lebih luas.

Baca juga:

Aksi Nyata JHL Group Sapu Bersih Sampah Sungai Cisadane Jelang World Cleanup Day 2026

Dengan begitu, manfaat hilirisasi tidak hanya dinikmati industri pengolahan, tapi juga harus dirasakan petani sebagai pemasok bahan baku.

Kelapa itu semua bagiannya bisa dimanfaatkan,

ujar Jerry saat berkunjung ke booth Royal Agro Industri (RAI) dan Roemah Koffie di Trade Expo Indonesia, Sabtu (17/10).

Saat ini, melalui PT Royal Agro Industri, Jerry telah memiliki beberapa pabrik pengolahan kelapa. Pertama, PT Dewa Agricoco Industri (DAI) di Halmahera, Maluku Utara. Kedua, PT Tri Mustika Cocomanaesa di Manado, Sulawesi Utara. Ketiga, PT Samuda Coco Indonesia di Sampit, Kalimantan Tengah.

Karena permintaan hasil pengolahan kelapa di dunia terus meningkat, saat ini kami sedang membangun satu pabrik lagi di Riau. Yakni, PT Garuda Coco Industri,

kata Jerry.

Nilai Ekonomi Kelapa

Ia menjelaskan, melalui pabrik-pabrik yang dinaungi PT RAI, kelapa bisa diolah menjadi berbagai hal. Daging kelapa dapat diolah menjadi santan, minyak kelapa, dan kelapa parut kering atau desiccated coconut. Sementara itu, air kelapa dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku berbagai produk pangan, termasuk nata de coco.

Tidak hanya bagian yang dikonsumsi, sabut kelapa juga memiliki nilai ekonomi. Seratnya dapat diolah menjadi cocofiber yang digunakan untuk berbagai kebutuhan, sedangkan material sabut yang telah diproses dapat dimanfaatkan sebagai cocopeat, media tanam yang banyak digunakan dalam kegiatan hortikultura.

Baca juga:

Roemah Koffie Bawa Aroma Kopi Nusantara ke Trade Expo Indonesia 2026

Adapun tempurung kelapa dapat diolah menjadi arang untuk berbagai keperluan, termasuk sebagai bahan baku produk berbasis karbon. Beragam pemanfaatan tersebut menunjukkan bahwa kelapa memiliki peluang pengembangan yang melampaui perdagangan komoditas mentah.

Dengan adanya industri pengolahan, kelapa memiliki peluang untuk masuk ke rantai produksi yang lebih panjang. Proses tersebut dapat menciptakan nilai tambah melalui pengolahan, pengembangan produk, hingga pemasaran ke konsumen dan industri yang membutuhkan.

Libatkan Petani Lokal

Jerry mencontohkan, petani yang menjual kelapa utuh dengan harga sekitar Rp3.000 per butir berpotensi memperoleh manfaat ekonomi lebih besar apabila komoditas tersebut terserap dalam rantai industri pengolahan yang memberikan nilai tambah.

“Ini pentingnya melibatkan petani lokal dalam pengembangan hilirisasi industri kelapa,” tutur Jerry, yang juga dikenal sebagai pengusaha nasional.

Menurut dia, pengembangan industri berbasis hasil pertanian perlu berjalan seiring dengan upaya memperkuat kesejahteraan masyarakat yang menghasilkan bahan bakunya.

Kemitraan yang berkelanjutan antara petani dan industri menjadi salah satu aspek penting agar manfaat ekonomi dari hilirisasi dapat dirasakan secara lebih luas.

Regenerasi Petani

Baca juga:

Beasiswa Kelapa JHL Foundation Targetkan 2.000 Mahasiswa Jadi Petani Modern Hingga Akhir 2026

Selain pengolahan, Jerry menyoroti pentingnya menjaga keberlanjutan perkebunan kelapa di tengah tantangan regenerasi petani. Ia menilai, potensi komoditas kelapa akan sulit dimaksimalkan apabila tidak diimbangi ketersediaan petani yang mampu menjaga pasokan bahan baku dalam jangka panjang.

Baginya, hilirisasi dan regenerasi petani merupakan dua hal yang saling berkaitan. Industri membutuhkan pasokan kelapa yang berkelanjutan, sementara petani membutuhkan kepastian pasar dan peluang ekonomi yang layak agar usaha perkebunan tetap menarik bagi generasi berikutnya.

Karena itu, pengembangan industri pengolahan kelapa perlu disertai upaya memperkuat posisi petani dalam rantai pasok.

Dengan tidak hanya menjual bahan mentah, Indonesia memiliki peluang untuk mengembangkan lebih banyak produk turunan kelapa dan memperluas manfaat ekonominya dari hulu hingga hilir.

Sementara itu, CEO PT RAI, Johanna (Anna), kepada wartawan mengatakan hilirisasi industri kelapa yang dilakukan PT Royal Agro Industri (RAI) memasuki babak baru. PT RAI berupaya meningkatkan jumlah produksinya dengan membeli alat produksi pengolahan kelapa dari Beyond, Tiongkok.

Dengan pembelian alat baru yang sangat canggih dan modern, perusahaan milik Jerry Hermawan Lo ini akan menambah jalur di pabriknya. Tentu tujuannya untuk meningkatkan kapasitas produksinya.

Anna menerangkan, alat-alat yang dibeli dari Beyond, Tiongkok itu akan ditempatkan di pabrik Manado, Sampit dan Riau. Karena pabrik Manado dan Sampit sudah berjalan, maka alat baru ini difungsikan untuk menambah jalur produksi. Untuk pabrik di Riau, maka alat ini akan diseting dari awal produksi.

Tahun depan (2027), semua alat baru sudah bisa digunakan untuk produksi,

tambah Anna.

Dengan alat baru ini, PT RAI akan bisa memproduksi olahan kelapa berupa 'desiccated coconut low fat', 'desiccated coconut high fat'. PT RAI juga memproduksi berbagai hasil olahan seperti, santan, arang, cocofiber, cocopeat, crude coconut oil dan lainnya.

Lebih lanjut Anna menjelaskan, nantinya kapasitas pabrik di Riau mampu mengolah 1 juta butir kelapa per hari. Sedangkan pabrik di Manado bisa mengolah 500 ribu butir kelapa per hari. Pabrik di Sampit mengolah 350 ribu per hari. Sedangkan di Maluku mampu mengolah 250 ribu per hari.

"Artinya, PT RAI memiliki kapasitas untuk mengolah 2 juta lebih butir kelapa per hari," kata dia. (Knu)

#JHL Group #Jerry Hermawan Lo #Trade Expo Indonesia (TEI)
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Owner PT RAI Jerry Hermawan Lo Dorong Hilirisasi Kelapa demi Tingkatkan Kesejahteraan Petani
Kelapa memiliki potensi ekonomi yang besar karena hampir seluruh bagiannya dapat dimanfaatkan.
Yusuf Abdillah - 1 jam, 8 menit lalu
Owner PT RAI Jerry Hermawan Lo Dorong Hilirisasi Kelapa demi Tingkatkan Kesejahteraan Petani
Indonesia
Trade Expo Indonesia 2026 Dibuka Dengan MoU Rp 236 Triliun, Target Rp 313,34 Triliun
Pelaksanaan TEI kali ini menargetkan transaksi sebesar 17,5 miliar dolar AS atau sekitar Rp 313,34 triliun dari 1.873 exhibitor dan 30.000 pengunjung
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 14 Oktober 2026
Trade Expo Indonesia 2026 Dibuka Dengan MoU Rp 236 Triliun, Target Rp 313,34 Triliun
Indonesia
India Bakal Jadi Pembeli Asing Tertinggi di Trade Expo Indonesia 2026
Mengusung tema “The Ultimate Hub for Global Sourcing”, TEI 2026 menempati area pameran seluas 16.656 meter persegi dengan target potensi transaksi 17,5 miliar dolar AS
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 01 Oktober 2026
India Bakal Jadi Pembeli Asing Tertinggi di Trade Expo Indonesia 2026
Indonesia
Aksi Nyata JHL Group Sapu Bersih Sampah Sungai Cisadane Jelang World Cleanup Day 2026
Menyambut World Cleanup Day 2026, JHL Group dan Banksasuci menggelar aksi bersih-bersih Sungai Cisadane lewat program Impactful Ecosystem. Simak aksi selengkapnya!
Wisnu Cipto - Sabtu, 19 September 2026
Aksi Nyata JHL Group Sapu Bersih Sampah Sungai Cisadane Jelang World Cleanup Day 2026
Indonesia
Beli Alat Produksi Canggih dari Tiongkok, PT RAI Mampu Mengolah 2 Juta Butir Kelapa Per Hari
“Kami hadir dengan komitmen untuk menyejahterakan para petani kelapa dan putra-putri daerah. Selain itu, cita-cita kami adalah 'Mengembalikan Kejayaan Kelapa Nusantara di Mata Dunia',” kata Jerry.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 16 September 2026
Beli Alat Produksi Canggih dari Tiongkok, PT RAI Mampu Mengolah 2 Juta Butir Kelapa Per Hari
Merah Putih Kasih
Beasiswa Kelapa JHL Foundation Targetkan 2.000 Mahasiswa Jadi Petani Modern Hingga Akhir 2026
Krisis regenerasi petani muda mengancam masa depan pangan. JHL Foundation hadir lewat Beasiswa Kelapa untuk mencetak petani milenial terdidik
Angga Yudha Pratama - Jumat, 04 September 2026
Beasiswa Kelapa JHL Foundation Targetkan 2.000 Mahasiswa Jadi Petani Modern Hingga Akhir 2026
Berita Foto
JHL Foundation Dorong Regenerasi Petani Muda lewat Beasiswa Kelapa untuk 100 Mahasiswa UBB
Dewan Pembina JHL Foundation Jerry Hermawan Lo bersama Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani berfoto bersama di Pangkalpinang, Rabu (2/9/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 04 September 2026
JHL Foundation Dorong Regenerasi Petani Muda lewat Beasiswa Kelapa untuk 100 Mahasiswa UBB
Indonesia
JHL Foundation Dorong Regenerasi Petani Lewat Beasiswa Kelapa untuk Mahasiswa UBB
JHL Foundation memberikan Beasiswa Kelapa kepada lebih dari 100 mahasiswa UBB untuk mendukung pendidikan dan mendorong regenerasi petani muda di Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 04 September 2026
JHL Foundation Dorong Regenerasi Petani Lewat Beasiswa Kelapa untuk Mahasiswa UBB
Merah Putih Kasih
Bupati Manggarai Timur Andreas Agas Apresiasi Gerak Nyata JHL Foundation Bantu Korban Gempa Bumi Flores
Andreas berharap atas karya-karya kemanusiaan tersebut, JHL Foundation mendapatkan berlimpah keberkahan
Angga Yudha Pratama - Minggu, 30 Agustus 2026
Bupati Manggarai Timur Andreas Agas Apresiasi Gerak Nyata JHL Foundation Bantu Korban Gempa Bumi Flores
Merah Putih Kasih
Relawan Merah Putih Sasar Perbatasan Matim-Ngada, Pastikan Korban Gempa Tersentuh Bantuan JHL Fondation
Tim Relawan mendatangi Kabupaten Manggarai Timur menyasar sejumlah desa dan kelurahan
Angga Yudha Pratama - Minggu, 30 Agustus 2026
Relawan Merah Putih Sasar Perbatasan Matim-Ngada, Pastikan Korban Gempa Tersentuh Bantuan JHL Fondation
Bagikan