Beasiswa Kelapa JHL Foundation Targetkan 2.000 Mahasiswa Jadi Petani Modern Hingga Akhir 2026

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Jumat, 04 September 2026
Beasiswa Kelapa JHL Foundation Targetkan 2.000 Mahasiswa Jadi Petani Modern Hingga Akhir 2026

JHL Foundation memberikan bantuan sosial berupa Beasiswa Kelapa kepada lebih dari 100 mahasiswa Universitas Bangka Belitung (UBB) (JHL Foundation)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Persoalan regenerasi petani menjadi salah satu tantangan besar masa depan pertanian Indonesia. Di tengah semakin sedikitnya generasi muda tertarik terjun ke sektor pertanian, JHL Foundation mendorong lahirnya generasi muda berpendidikan yang mampu menjadikan pertanian sebagai sektor produktif dan memiliki masa depan.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui program Beasiswa Kelapa JHL Foundation yang menyasar mahasiswa di berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Hingga September 2026, program tersebut telah menjangkau sekitar 1.350 mahasiswa. JHL Foundation menargetkan jumlah penerima beasiswa dapat mencapai 2.000 mahasiswa hingga akhir 2026.

Baca juga:

JHL Foundation Dorong Regenerasi Petani Muda lewat Beasiswa Kelapa untuk 100 Mahasiswa UBB

Program Beasiswa Kelapa tersebut mengusung moto “Mencerdaskan dan Mensejahterakan Anak Bangsa Melalui Pertanian.”

Di Kepulauan Bangka Belitung, JHL Foundation kembali memberikan bantuan sosial berupa Beasiswa Kelapa kepada lebih dari 100 mahasiswa Universitas Bangka Belitung (UBB), Pangkalpinang, Rabu (2/9/2026).

Pemberian beasiswa tersebut dihadiri Dewan Pembina JHL Foundation Jerry Hermawan Lo, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani, serta jajaran rektorat Universitas Bangka Belitung.

Jerry mengatakan, program beasiswa tidak hanya dimaksudkan sebagai bantuan pendidikan, tetapi juga bagian dari upaya membangun sumber daya manusia pertanian sekaligus menjawab persoalan regenerasi petani.

Menurutnya, struktur usia petani Indonesia saat ini menjadi tantangan serius bagi keberlanjutan sektor pertanian.

“Para petani kita saat ini mayoritas sudah berusia di atas 45 tahun. Sementara itu, tidak banyak anak muda yang mau menjadi petani. Bahkan, sekitar 80 persen petani kita tidak lulus SD,” kata Jerry.

Baca juga:

JHL Foundation Dorong Regenerasi Petani Lewat Beasiswa Kelapa untuk Mahasiswa UBB

Ia menilai persoalan tersebut harus dijawab dengan meningkatkan kualitas pendidikan dan menarik generasi muda agar kembali melihat pertanian sebagai profesi yang memiliki masa depan.

“Bagaimana mungkin pertanian Indonesia bisa maju kalau kualitas SDM-nya masih pas-pasan? Karena itu, regenerasi petani dan peningkatan pendidikan menjadi hal yang sangat penting untuk membangun pertanian Indonesia ke depan,” ujarnya.

Target 2.000 Mahasiswa

JHL Foundation menempatkan pendidikan sebagai salah satu pintu masuk untuk memperkuat regenerasi petani.

Dari target 2.000 mahasiswa penerima Beasiswa Kelapa hingga akhir 2026, sebanyak 1.350 mahasiswa telah menerima manfaat program tersebut hingga September 2026.

Artinya, masih terdapat sekitar 650 mahasiswa yang menjadi bagian dari target penerima hingga penghujung tahun.

Jumlah tersebut menunjukkan bahwa program Beasiswa Kelapa tidak hanya diarahkan untuk memberikan dukungan pendidikan, tetapi juga menjadi bagian dari investasi jangka panjang terhadap sumber daya manusia di sektor pertanian.

Moto “Mencerdaskan dan Mensejahterakan Anak Bangsa Melalui Pertanian” menjadi landasan program tersebut.

Melalui pendidikan, mahasiswa diharapkan tidak hanya memiliki pengetahuan akademis, tetapi juga mampu melihat sektor pertanian sebagai peluang ekonomi, bisnis, inovasi dan kewirausahaan.

Dorong Mahasiswa Terjun Langsung ke Lahan Pertanian

Selain beasiswa, Jerry juga mendorong adanya model pendidikan pertanian yang lebih dekat dengan praktik di lapangan.

Ia mengusulkan Universitas Bangka Belitung menjalin kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melalui skema Kerja Sama Operasional (KSO) untuk pengelolaan lahan seluas sekitar 1.000 hektare selama 30 tahun.

Menurut Jerry, lahan tersebut dapat dimanfaatkan sebagai ruang pembelajaran sekaligus lahan produktif bagi mahasiswa.

“Ada satu hal lagi yang mungkin dapat dilakukan oleh Bapak Rektor dari pihak kampus, yakni mengajukan kerja sama dengan Bapak Gubernur dalam bentuk KSO untuk pengelolaan lahan seluas 1.000 hektare selama 30 tahun,” kata Jerry.

Melalui skema tersebut, mahasiswa dapat dibagi dalam kelompok-kelompok kerja dan mulai terlibat langsung dalam aktivitas pertanian sejak masih duduk di bangku kuliah.

Jerry mencontohkan, lahan dapat ditanami kelapa dengan jarak sekitar 10 meter. Ruang di antara tanaman kelapa kemudian dapat dimanfaatkan untuk menanam berbagai komoditas lain seperti jagung, sayuran, vanili dan tanaman pertanian berumur pendek.

Dengan pola tersebut, mahasiswa tidak perlu menunggu tanaman kelapa memasuki masa produksi untuk mendapatkan hasil.

Baca juga:

JHL Foundation Bantu Guru dan Nakes, Jaga Pelayanan Publik di Flores Tetap Berjalan Pascagempa

“Sambil menunggu tanaman kelapa memasuki masa panen, lahan di antara tanaman dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan komoditas pertanian jangka pendek,” ujarnya.

Menurutnya, konsep tersebut dapat menjadi laboratorium pertanian terbuka bagi mahasiswa.

“Sejak masa perkuliahan, mereka sudah memiliki pengalaman langsung dalam mengelola lahan, menanam, memanen, hingga memahami aspek ekonomi dan kewirausahaan di sektor pertanian,” kata Jerry.

Petani Bukan Profesi Kelas Dua

Jerry juga menyoroti stigma terhadap profesi petani yang menurutnya menjadi salah satu penyebab rendahnya minat generasi muda terhadap sektor pertanian.

“Selama ini, petani masih sering identik dengan pekerjaan yang kotor, jorok, dan miskin. Pandangan seperti inilah yang kemudian membuat Fakultas Pertanian kurang diminati oleh generasi muda,” ujarnya.

Menurut dia, persepsi tersebut harus diubah. Pertanian modern membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan intelektual, memahami teknologi, mampu mengelola bisnis, sekaligus memiliki akses terhadap informasi.

“Karena itu, saya sengaja memberikan perhatian khusus untuk mendongkrak Fakultas Pertanian. Tujuannya agar petani-petani Indonesia di masa depan merupakan manusia-manusia dengan tingkat intelektualitas yang tinggi, memiliki pengetahuan dan mampu memanfaatkan teknologi,” tegasnya.

Jerry menekankan, keterbatasan pendidikan dan informasi tidak boleh menjadi alasan untuk menganggap petani memiliki kemampuan rendah.

“Petani itu bukan bodoh. Mereka hanya kekurangan informasi,” kata Jerry.

Baca juga:

JHL Foundation Bantu untuk Nakes dan Guru di Ende

Karena itu, akses terhadap pendidikan, pengetahuan, teknologi dan informasi dinilai menjadi kunci untuk meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan petani.

“Yang harus kita lakukan adalah memberikan akses terhadap pendidikan, pengetahuan, teknologi, dan informasi agar mereka mampu mengembangkan pertanian secara lebih modern dan produktif,” lanjutnya.

Mencerdaskan Sekaligus Mensejahterakan

Program Beasiswa Kelapa JHL Foundation pada akhirnya diarahkan untuk mempertemukan pendidikan dengan sektor pertanian.

Dengan target 2.000 mahasiswa penerima beasiswa hingga akhir 2026, program ini diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya menciptakan generasi baru yang melihat pertanian bukan sekadar pekerjaan tradisional, tetapi sebagai sektor strategis yang membutuhkan inovasi, teknologi dan kemampuan kewirausahaan.

Baca juga:

Bupati Manggarai Timur Andreas Agas Apresiasi Gerak Nyata JHL Foundation Bantu Korban Gempa Bumi Flores

Semangat tersebut terangkum dalam moto “Mencerdaskan dan Mensejahterakan Anak Bangsa Melalui Pertanian.”

Bagi JHL Foundation, mencetak generasi muda yang berpendidikan di bidang pertanian merupakan investasi jangka panjang untuk menjawab tantangan regenerasi petani sekaligus memperkuat ketahanan dan kesejahteraan sektor pertanian Indonesia.

#Jhl Foundation #Beasiswa #Jerry Hermawan Lo #JHL Group
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Aksi Nyata JHL Group Sapu Bersih Sampah Sungai Cisadane Jelang World Cleanup Day 2026
Menyambut World Cleanup Day 2026, JHL Group dan Banksasuci menggelar aksi bersih-bersih Sungai Cisadane lewat program Impactful Ecosystem. Simak aksi selengkapnya!
Wisnu Cipto - Sabtu, 19 September 2026
Aksi Nyata JHL Group Sapu Bersih Sampah Sungai Cisadane Jelang World Cleanup Day 2026
Indonesia
Mulai 2027 Nanti 75 Warga Bisa Dapat Beasiswa LPDP Jakarta , KJMU Tetap Dipertankan
Selain LPDP Jakarta, Pergub tersebut juga mengatur mekanisme pemberian Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU).
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 17 September 2026
Mulai 2027 Nanti 75 Warga Bisa Dapat Beasiswa LPDP Jakarta , KJMU Tetap Dipertankan
Indonesia
Beli Alat Produksi Canggih dari Tiongkok, PT RAI Mampu Mengolah 2 Juta Butir Kelapa Per Hari
“Kami hadir dengan komitmen untuk menyejahterakan para petani kelapa dan putra-putri daerah. Selain itu, cita-cita kami adalah 'Mengembalikan Kejayaan Kelapa Nusantara di Mata Dunia',” kata Jerry.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 16 September 2026
Beli Alat Produksi Canggih dari Tiongkok, PT RAI Mampu Mengolah 2 Juta Butir Kelapa Per Hari
Merah Putih Kasih
Bantuan Tahap II JHL Foundation untuk Gempa Flores: Fokus Material Renovasi dan Alat Sekolah
Untuk tahap II fokus bantuan bukan lagi sekadar kebutuhan harian, melainkan material bangunan untuk sekolah dan rumah ibadah, serta perlengkapan belajar bagi anak-anak.
Wisnu Cipto - Senin, 07 September 2026
Bantuan Tahap II JHL Foundation untuk Gempa Flores: Fokus Material Renovasi dan Alat Sekolah
Indonesia
JHL Foundation Turun Langsung ke Kotabaru Ende, Korban Gempa Flores Terima Bantuan Terpal
Relawan JHL Foundation menyalurkan bantuan berupa satu buah terpal kepada masyarakat Desa Kotabaru, Kabupaten Ende, Jumat (4/9).
Dwi Astarini - Sabtu, 05 September 2026
JHL Foundation Turun Langsung ke Kotabaru Ende, Korban Gempa Flores Terima Bantuan Terpal
Merah Putih Kasih
Beasiswa Kelapa JHL Foundation Targetkan 2.000 Mahasiswa Jadi Petani Modern Hingga Akhir 2026
Krisis regenerasi petani muda mengancam masa depan pangan. JHL Foundation hadir lewat Beasiswa Kelapa untuk mencetak petani milenial terdidik
Angga Yudha Pratama - Jumat, 04 September 2026
Beasiswa Kelapa JHL Foundation Targetkan 2.000 Mahasiswa Jadi Petani Modern Hingga Akhir 2026
Berita Foto
JHL Foundation Dorong Regenerasi Petani Muda lewat Beasiswa Kelapa untuk 100 Mahasiswa UBB
Dewan Pembina JHL Foundation Jerry Hermawan Lo bersama Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani berfoto bersama di Pangkalpinang, Rabu (2/9/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 04 September 2026
JHL Foundation Dorong Regenerasi Petani Muda lewat Beasiswa Kelapa untuk 100 Mahasiswa UBB
Indonesia
JHL Foundation Dorong Regenerasi Petani Lewat Beasiswa Kelapa untuk Mahasiswa UBB
JHL Foundation memberikan Beasiswa Kelapa kepada lebih dari 100 mahasiswa UBB untuk mendukung pendidikan dan mendorong regenerasi petani muda di Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 04 September 2026
JHL Foundation Dorong Regenerasi Petani Lewat Beasiswa Kelapa untuk Mahasiswa UBB
Indonesia
JHL Foundation Bantu Guru dan Nakes, Jaga Pelayanan Publik di Flores Tetap Berjalan Pascagempa
Guru dan tenaga kesehatan memiliki peran penting dalam menjaga pelayanan dasar tetap berjalan selama masa pemulihan bencana.
Dwi Astarini - Rabu, 02 September 2026
JHL Foundation Bantu Guru dan Nakes, Jaga Pelayanan Publik di Flores Tetap Berjalan Pascagempa
Indonesia
JHL Foundation Bantu untuk Nakes dan Guru di Ende
Penyaluran dilakukan dengan menyisir sejumlah titik untuk menemukan masyarakat yang masih membutuhkan bantuan.
Dwi Astarini - Senin, 31 Agustus 2026
JHL Foundation Bantu untuk Nakes dan Guru di Ende
Bagikan