Merahputih.com - Kasus skandal biksu Thailand yang melibatkan mantan kepala kuil Phutthaisawan, Phra Wachirayan Wi, kini makin memanas setelah polisi menyita sebuah meja viral kuil Thailand yang menjadi lokasi perbuatan tak senonoh.
Penyitaan barang bukti aneh ini sukses memicu perdebatan panas di media sosial karena dinilai tidak menyentuh akar masalah dari kasus korupsi kuil Phutthaisawan senilai puluhan juta baht dan skandal seks biksu tersebut.
Baca juga:
Mengikuti berita Thailand terbaru ini emang bikin geleng-geleng kepala, apalagi saat tahu Phra Wachirayan Wi (66) yang juga dikenal sebagai Atichot Dhammawaro, dituduh menilep dana umat hingga 92 juta baht atau sekitar Rp 40 miliar.
Nggak cuma tersandung kasus korupsi kuil Phutthaisawan, lewat penyelidikan finansial ini justru terbongkar kelakuan aslinya yang terekam kamera CCTV sedang bermesraan dengan seorang pekerja wanita kuil bernama Punyawee (47).
Adegan panas yang terjadi di dapur dan di atas meja makan bundar area biksu itu langsung bocor, membuat skandal seks biksu ini viral dan panen hujatan pedas dari netizen di berbagai platform.
Mengapa Polisi Menyita Meja Makan?

Pada tanggal 10 September, pihak kepolisian menggeledah area tempat tinggal biksu untuk mencari bukti tambahan terkait kasus penggelapan dana.
Namun, yang bikin netizen salah fokus adalah keputusan petugas untuk mengangkut meja makan yang terekam dalam video viral tersebut ke kantor polisi.
Banyak yang bingung, apa hubungannya meja makan dengan kasus korupsi? Usut punya usut, langkah ini diambil atas permintaan langsung dari Kantor Nasional Buddha (NOB) Thailand yang merasa meja tersebut sudah membawa sial.
Meja ini disita untuk dihancurkan karena dianggap sebagai kutukan bagi agama dan sangat tidak pantas untuk dibiarkan berada di dalam kuil kerajaan,
jelas pihak kepolisian sebagaimana laporan Thaiger.
Pihak NOB juga khawatir masyarakat malah datang ke Kuil Phutthaisawan cuma buat numpang foto atau sekadar melihat 'meja viral' tersebut karena penasaran dengan video mesum yang beredar, bukan murni untuk beribadah mencari pahala.
Netizen Protes, Harga Jimat Mahal Langsung Anjlok
Tentu saja, alasan NOB menghancurkan meja itu jadi bahan ledekan di internet. Warganet menilai meja tersebut adalah benda mati yang nggak ada sangkut pautnya dengan kesalahan moral si pelaku.
Mereka merasa otoritas terlalu fokus pada hal-hal mistis atau simbolis ketimbang menghukum keras oknum yang merusak citra agama.
Baca juga:
Termasuk Skandal Seksual, Penggelapan Dana, dan Judi, Ini 4 Kasus Biksu Thailand yang Menggemparkan
Imbas dari rentetan kasus ini juga langsung menghantam bisnis spiritual yang selama ini dibangun oleh sang mantan kepala kuil. Berikut beberapa dampak fatal dari skandal ini:
-
Nilai Jimat Terjun Bebas: Jimat Buddha sakti buatan mantan biksu tersebut, salah satunya seri Nuea Duang yang harga awalnya bisa tembus 3 juta baht (sekitar Rp1,3 miliar), kini kehilangan pamornya.
-
Aksi Refund Massal: Para pakar dan kolektor jimat yang sempat menjual barang tersebut kini sibuk melakukan refund. Mereka rela menerima retur barang demi menjaga nama baik bisnis mereka di mata pelanggan.
-
Seret Nama Pejabat: Lucunya, Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul, ternyata juga salah satu orang yang mengoleksi jimat Nuea Duang. Ia bahkan pernah memamerkan jimat tersebut ke media saat membahas soft power Thailand, jauh sebelum skandal ini meledak.
Kasus ini jadi pengingat keras bahwa penyalahgunaan kekuasaan dan kepercayaan publik bisa berakhir dengan kejatuhan reputasi yang sangat brutal, menghancurkan segalanya dari nama baik hingga peninggalan spiritual yang dulunya sangat dipuja.